Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
LAUT SELATAN 2


__ADS_3

"Baiklah ikuti kami!"


Pemimpin Manusia Jamur dan beberapa Manusia Jamur lain nya memimpin perjalanan mereka untuk melihat jejak jejak Manusia Monster yang sudah menumbangkan banyak sekali pepohonan di lereng gunung yang menjadi habitat Manusia Jamur.


Mereka menyusuri lembah lembah kosong yang sudah pernah di jajaki oleh Manusia monster, jejak yang mereka lalui, meninggalkan bekas hitam yang membuat tanaman apapun yang ada disana tidak akan bisa tumbuh lagi meskipun hujan mengguyur nya secara intens.


Bercak dan mayat para manusia yang tidak bersalah, bergelimpangan membentuk lautan derita, mereka adalah manusia manusia yang enggan untuk mengikuti jejak Raja Awan Hitam dan para pengikut nya.


Sisa rumah yang habis terbakar menggambarkan betapa keji nya para manusia yang sudah di gelapkan oleh aura hitam yang merasuki otak mereka. Puing puing kebahagiaan dari sejumlah keluarga yang hidup dengan harmonis kini sudah hancur begitu saja, Raja Awan hitam telah merenggut nya, dan menyulam nya menjadi lautan penderitaan.


James bergetar melihat nya, dia tak bisa membayangkan bagaimana tangisan pilu anak anak yang harus kehilangan anggota keluarga nya, terbesit di pikiran nya? Seperti apa Manusia Manusia Monster itu? Bagaimana mereka bisa menghancurkan kehidupan saudara saudara mereka sendiri? Bagaimana bisa mereka merusak ekosistem dan kehidupan mahluk mahluk yang ada di Bumi ini secara brutal? Apa mereka tidak punya hati? Atau mereka lupa? Siapa sejati nya Mereka? Dan untuk apa mereka di lahirkan dan di jadikan pemimpin para Binatang dan Tumbuhan di muka Bumi ini? Lantas kenapa mereka begitu bangga dengan kerusakan yang mereka ciptakan sendiri diatas Bumi tempat tinggal nya?


"Mengapa mereka kejam sekali?"


Air mata bocah kecil itu meleleh, meluncur deras melewati pipinya sebelum akhirnya terjatuh dan mendarat di tanah yang dia pijaki,


"Sekarang kau mengerti kan James? Mengapa Raja Elang memerintahkan mu untuk mencari telur nya yang hilang?"


James mengangguk pelan, dia masih tidak terima dengan apa yang sudah di lakukan Manusia Manusia biadab itu, tangan kecil nya mengepal, pertanda ada dendam di hati nya yang harus dia bayar dengan tuntas.


"Kenapa? Seolah olah Klan lain tidak bisa membantu untuk langsung menghancurkan Raja Awan Hitam? Bukan kah kalian semua sangat Kuat?"


Pertanyaan itu baru muncul dari bibir kecil James,


"Itu hanya sebuah pembenaran saja, selain karena terikat perjanjian, Sejatinya tidak ada Klan yang terkuat selain penduduk Bumi itu sendiri, dia yang mempunyai jiwa besar akan mampu mengalahkan Raja Awan Hitam dengan mudah, tanpa pertumpahan darah sekalipun, hanya saja banyak dari mereka yang tidak percaya diri, dan lebih memilih berlindung pada kejahatan, sebab jumlah pengikut kejahatan di muka Bumi ini jauh lebih besar dari pada Jumlah orang orang yang berhati besar, dan orang orang berjiwa Murni!"

__ADS_1


James terdiam memikirkan kata kata yang dilontarkan oleh Pangeran Edward,


"Sekarang tugasmu hanyalah, mengumpulkan orang orang yang berjiwa murni, untuk melawan mereka yang berlindung di bawah kejahatan, Sudahkah kamu siap James?"


Pria tampan itu menepuk nepuk pundak bocah kecil yang sedang menangisi keadaan saudara saudara nya yang tidak bersalah, untuk membesarkan hati nya agar lebih semangat lagi dalam mengemban semua tugas yang harus di jalani nya, biar bagaimana pun, semesta telah memilih nya untuk memperbaiki kerusakan yang ada di Bumi ini.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan, hingga sampailah mereka di lereng gunung, tempat kehidupan Manusia Jamur yang sesungguh nya.


Rumah rumah kecil mereka yang sangat indah kini hancur lebur, hanya menyisakan sedikit saja bangunan yang tak hancur oleh Manusia monster.


"Inilah tempat kami Pangeran!" ucap sesepuh Manusia Jamur yang paling tua disana, James memperhatikan ada jejak sepatu yang berukuran sebesar sepatu orang dewasa.


"Apa ini?"


James menghampiri jejak itu,


"Lihatlah James, mengapa kau bisa menjadi orang pilihan? Sebab di darah Mu ada darah manusia yang berhati Mulia seperti Ayah mu!"


Kini, Bocah kecil itu semakin bertekad untuk membalaskan perbuatan perbuatan jahat yang sudah di lakukan oleh Raja Awan Hitam yang dengan seenak nya merajai Bumi dan menjangkit Manusia Manusia yang tidak bersalah untuk menjadi sekutu nya.


"Aku berjanji akan mengembalikan kembali Bumi ini menjadi Bumi yang aman seperti sebelum Raja Awan Hitam menguasai daratan dan lautan yang ada di Planet ini!"


Ucap nya, sembari menggenggam tanah gersang yang menjadi tempat berpijak nya kini.


" Jadi, ini bukan lagi tentang Akira?"

__ADS_1


Edward menggodanya, dengan mengingatkan lagi tentang Akira.


"Diam kau Pangeran Air!"


Wajah nya sinis, melirik Edward yang sudah merusak suasana, Edward hanya membalas nya dengan tertawa.


****


Setelah cukup lama menyusuri lembah penderitaan, mereka pun kembali menuju ke Laut Selatan yang sangat sepi dan senyap itu, sepanjang perjalanan James hanya mengingat apa saja yang sudah dia lihat sejauh ini, sebuah pemandangan menyayat hati yang membuat siapapun orang orang baik yang melihat nya akan merasakan perasaan yang sama seperti yang di rasakan James saat ini, dia berjanji akan melakukan latihan dengan giat agar dia tumbuh menjadi laki laki sejati yang bisa mengalahkan Raja Awan Hitam dengan Muda.


Akhirnya mereka sampai lagi di gerbang Laut Selatan, Manusia Jamur dan Raja Naga menunggu mereka di pintu masuk gerbang tersebut. Mereka menyambut kedatangan James dan Edward untuk membicarakan tentang persetujuan Edward untuk memberikan sebagian tempat yang ada di gerbang laut selatan itu untuk para Manusia jamur, agar mereka kembali mendapatkan tempat yang layak seperti sedia kala.


"Kami memohon kepada Anda wahai Pangeran Edward, untuk memberikan sedikit tempat kepada kami, agar kami bisa hidup lagi dengan tenang seperti sedia kala!" Ucap petinggi dari Manusia jamur itu.


"Baiklah, silahkan kalian menghuni tempat ini sesuka hati, tapi jangan sampai kalian mengusik ketenangan istana Raja Naga!" ucap Edward dengan senyum yang menandakan kebijaksanaan di hati nya.


Para Manusia Jamur itu bersorak ramai, merasakan suka cita di dalam diri mereka atas kebijaksanaan yang di miliki oleh Pangeran dari Klan Air, dan suka cita atas tempat baru yang mereka miliki saat ini, kemudian pemimpin mereka memberikan instruksi untu bersimpuh secara bersamaan di hadapan James dan Edward.


Kemudian Raja Naga merendahkan punggung nya agar James dan Edward bisa kembali menaiki nya untuk kembali ke istana Raja Elang.


"Selamat tinggal kalian semua, sampai jumpa lain waktu!" ucap James, bocah kecil itu melambaikan tangan nya kepada para Manusia Jamur yang memadati tempat tersebut.


"Sampai jumpa kembali, jangan sungkan sungkan untuk berkunjung kemari lagi kelak!' ucap salah seorang dari Mereka.


James mengangguk, bibir nya menyimpulkan senyum yang tulus.

__ADS_1


James dan Edward kembali menunggangi Naga, membelah lautan yang hitam, menembus cahaya demi cahaya pemisah antara dimensi Dunia Manusia dan dimensi Klan Bintang yang begitu sangat jauh jarak nya, dan tidak mungkin seorang biasa bisa menembus ruang dan waktu itu.


Sesampai nya di sana, James di sambut Raja Elang dan para Pangeran Bintang, kemudian dia menceritakan kejadian demi kejadian yang di alami nya saat berada di Bumi, Raja Elang memberi keyakinan yang sangat teguh kepada nya, agar dia lebih berusaha lagi untuk bisa melatih kemampuan berpedang nya, khusus nya dalam menggunakan benda pusaka, sebab benda benda itu kadang sedikit sulit untuk di jinakkan, Hingga kini, waktu berjalan 23 tahun lamanya, James sudah tumbuh menjadi pria dewasa dengan kemampuan diri nya dalam mengendalikan emosi dan kekuatan hitam nya, menjadikan James layak untuk kembali ke Bumi, dan meneruskan misi nya untuk mencari telur Raja Elang yang hilang.


__ADS_2