
"Pangeran Denver!"
Edward bersimpuh di hadapan James, setelah kembali mengingat sejarah panjang pertemuan antara diri nya dengan James.
" Hormat Kami kepada Pangeran Denver!"
Manusia dan Ratu Air saling bersorak, Akhirnya mereka menemukan kembali harta Karun yang selama ini telah hilang.
Pangeran pangeran calon pemimpin Klan Bintang saling bertatap Muka, bertanya satu sama lain.
"Bukankah Denver adalah nama seseorang yang sudah tertulis di buku catatan Klan Api?"
Mereka yang ada di sana ikut memberi hormat kepada James,
" Ada apa dengan kalian? Jangan bersimpuh seperti itu dihadapan Ku!"
James yang merasa kebingungan tak ingin diri nya di sambut sedemikian rupa, biar bagaimanapun dia hanyalah seorang anak kecil yang lemah, tak seharusnya mereka yang kuat itu bersimpuh di hadapan nya.
"Kamu adalah pemilik pedang Api yang di dapatkan langsung dari Mutiara Naga!"
Ucap Helena, Ratu Air yang hampir merenggut nyawa James dengan wajah seram nya itu.
" Mutiara Naga?"
Anak kecil itu kembali kebingungan dengan apa yang di katakan oleh Helena, berkali kali membicarakan tentang Naga, James sama sekali tak mengerti seperti apa itu Naga?
" James, Ayahmu adalah seorang pejuang terhebat dari kerajaan Timur Bumi, kecerdikan dan kekuatan nya sama sekali tidak ada yang sanggup mengalahkan nya!"
Raja Elang kembali membuka tabir kehidupan laki laki kecil itu, setidak nya kini dia tahu, bahwasanya diri nya mempunyai seorang Ayah.
" Jadi, Aku adalah keturunan asli penduduk Bumi?"
Pangeran Edward tertawa mendengar pernyataan itu, dia tidak menyangka James masih mengira diri nya adalah putra dari Raja Awan Hitam.
__ADS_1
" Harus berapa kali Raja Elang mengatakan nya kepada Mu James, dirimu adalah keturunan langsung dari penduduk Bumi, Ayah dan Ibu Mu adalah Manusia yang memang di takdirkan untuk tinggal di Bumi!"
Edward masih tertawa geli, di tambah ekspresi James yang cemberut lantaran kesal dengan Edward yang sudah menertawakan nya.
"Dari serpihan kecil yang dia temukan Raja Hera, dia mengetahui ada serpihan batu mulia yang lebih besar lagi dari yang di genggamnya saat itu, serpihan terbesar itu menghilang di perairan yang ada di seluruh semesta ini dari ledakan dahsyat yang disebabkan oleh Energi Raja Elang yang menyatukan beberapa unsur element untuk melindungi batu berharga itu, sebelum Klan lain mengetahui nya, Raja Hera memerintahkan beberapa Hewan mitologi kepercayaan nya untuk melindungi setiap sisi belahan Bumi yang belum pernah terjamah oleh manusia atau binatang sekalipun, salah Satu Hewan terkuat itu adalah Raja Naga yang menjaga perairan selatan jauh di ujung Bumi sana, hebat nya dengan kemampuan indra penciumannya dia bisa mengendus Energi besar yang di pancarkan oleh serpihan batu mulia itu, dengan air liur nya, dia menjadikan benda itu menyerupai pedang yang tak akan terkalahkan, pedang itu mampu membaca aura jahat dari wajah wajah mahluk yang hendak menyentuh nya, siapapun yang mempunyai Aura jahat, Akan merasakan tubuh nya terbakar tanpa menghanguskan raga nya, orang yang mempunyai niatan jahat itu akan tersiksa sepanjang hidup nya, sebelum akhir nya dia mati secara mengerikan!"
Ucap Edward, laki laki ini masih saja menjadi pendongeng yang hebat, meski fisik nya sudah jauh berbeda dari sebelum nya.
"Jadi, Raja Hera sudah mengetahui serpihan itu? Kenapa dia tidak mengambil nya?"
Anak kecil itu kembali antusias mendengarkan kisah menakjubkan ini seperti sedia kala, saat masih ada di Bumi bersama Akira.
" Raja Hera tidak butuh kekuatan itu James, dia tahu semua itu hanya di wariskan untuk para penduduk Bumi, dan hanya manusia yang berhati tulus lah, yang mampu memiliki benda itu, Ayah mu adalah orang yang paling tulus James, percayalah kau akan mengetahui nya kelak, betapa tulus nya Ayah mu berkontribusi dalam membangun Dunia yang damai!"
Edward memeluk Cucu kecil nya itu, tetes demi tetes air mata nya meleleh, dia tidak menyangka sudah 2000 tahun janji nya kepada Pangeran Saga selaku Ayah James telah di penuhi nya, kini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melepaskan kembali James ke Bumi, untuk menumpas semua Kerusakan kerusakan yang di sebabkan oleh Raja Awan Hitam.
James kecil, membalas pelukan itu dengan erat, bagaimana pun, tanpa Edward dia bukanlah siapa siapa! Meski sehebat apapun tuhan mentakdirkan nya, tanpa campur tangan Edward dia tidak akan tumbuh menjadi James yang seperti ini.
"Berjanjilah kepada ku Nak, laksanakan tugas Mu sebagai manusia yang baik, jangan lagi kau isi sejarah kelam di muka Bumi itu dengan kerusakan kerusakan yang lebih parah yang di sebabkan oleh Kaum mu yang sudah buta oleh bayangan Hitam, berjanjilah selamatkan Bumi demi Ayah dan Ibu mu yang sudah mengorbankan nyawa mereka demi dirimu, dengan harapan agar kau bisa melanjutkan cita cita dan harapan mereka!"
" Ayah, Ibu, bagaimana wajah mereka? Kau belum pernah menceritakan Ku tentang Ibu kek!"
James kembali mengingat tentang kata ibu.
" Apakah ibuku menjadi monster saat Aku dalam bahaya? Seperti ibu nya Akira?"
Pertanyaan James membuat Raja Elang dan Edward tertawa, meninggalkan rasa haru mereka tentang kasih sayang Edward kepada cucu nya itu.
"Tidak James, Ibu mu orang yang sangat baik, percayalah bahkan dia menjadi seorang Dewi penolong saat kau dalam marah bahaya, karena Ibu mu orang yang Kuat dan baik hati nya!"
Edward tersenyum, menghapus air mata James.
Jauh di dasar tebing, tiba tiba terdengar lagi suara gemuruh yang lebih dahsyat dari sebelum nya, dari sumber suara itu, terlihat kilatan Api yang menyala nyala, langit di sana yang biasa selalu cerah tanpa ada kata malam, berubah menjadi hitam pekat, semua yang ada disana merinding di buat nya.
__ADS_1
"Raja Naga!" gumam Raja Elang, dia tau betul bau amis dari tubuh naga itu sudah tercium meski jarak mereka masih sangat jauh.
Edward mengetahui itu tersenyum, Akhir nya sahabat nya itu kembali datang menemui nya setelah sekian lama bersembunyi di kedalaman laut selatan.
Dari sumber suara itu, keluar lah kepala seekor Naga yang memenuhi cela di sisi tebing, tubuh Naga itu sangat besar, dengan sisik sisik emas yang menghiasi tubuh nya.
" Selamat datang Raja Naga!" Helena dan Para Manusia Air memberi hormat kepada Hewan penguasa air itu.
Raja Naga membalas hormat nya, kemudian menghampiri James yang sedang dalam rangkulan Pangeran Edward,
Naga itu mengendus endus tubuh James dengan hidung besar nya, membuat laki laki kecil itu merasa mual dengan bau amis dari mulut naga tersebut.
" Pangeran Denver!"
Suara Naga itu menggelegar, menggaung di berbagai penjuru tebing, dia mampu mengendus darah Pangeran Saga yang terdapat di tubuh anak kecil itu.
"Dia adalah Putra satu-satu nya Pa geran Saga, mulai hari ini lindungilah dia seperti kau melindungi Saga!"
Ucap Edward, selaku pengasuh Pangeran Denver.
Raja Naga menganggukkan kepala nya, kemudian menundukkan tubuh nya untuk James dan Edward, dia hendak mengajak mereka mengelilingi perairan terdalam, untuk menghibur hati James yang sudah mengalami banyak kesulitan di hidup nya.
"Naiklah!" Ujar Raja Naga itu.
James merasa takut, sebab ini adalah kali pertama nya dia melihat Naga, ternyata hewan itu cukup menyeramkan sekaligus lebih besar dari yang dia bayangkan,
" Naiklah James bersama Edward!"
Raja Elang memberi nya perintah, setidak nya dia sedikit lega jika harus naik dengan Edward, James menganggukkan kepalanya kemudian atas bantuan Edward mereka menaiki punggung Naga yang kasar itu.
Semua yang ada di sana tersenyum melepaskan kepergian mereka bertiga, sebelum Akhir nya Raja Naga terbang dan lepas landas menjatuhkan diri nya ke dalam air terjun yang dalam itu.
" Sampai jumpa James!"
__ADS_1
Teriak para Pangeran dan manusia manusia Air yang kini sudah menjadi sahabat nya.