Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
KEMATIAN AKIRA


__ADS_3

James masih tidak percaya dengan apa yang di alami nya itu, hatinya menjerit pilu, bukan perpisahan seperti ini yang dia mau, bagi nya, Akira adalah bidadari yang di turunkan dari langit untuk menemani perjalanan hidup nya yang menyedihkan itu.


Baru saja dia mengenal sosok Akira yang selalu memberikan energi positif kepada nya, kini dia harus menerima kenyataan pahit, tentang kepergian Akira yang tidak pernah di sangka oleh nya, kini dia semakin benci dengan diri nya sendiri, amarah bercampur kesedihan membaur menjadi satu, seperti menari nari di dalam Fikiran nya,


Andaikan saja dia tak pernah di lahirkan di dunia ini, persetan dengan telur raja Elang, persetan dengan Raja Awan Hitam, kenapa mereka se egois itu? melibatkan nya yang tak tau apa apa dalam masalah yang begitu besar.


Jasad Akira pun menghilang entah kemana, di iringi dengan menghilangnya bayangan bayangan gelap keparat itu.


Dia teringat tentang Gelang petaka tadi, dia mencoba mencari cari nya, namun dia sama sekali tidak menemukan apa apa disana, kini, air sungai yang memanjakan mata nya tadi, berubah menjadi warna merah di hiasi oleh darah Akira yang mengalir di dalam nya, laki laki kecil itu tak kuasa melihat nya,


" Akira!" suaranya lirih kalah dengan suara Isak tangis nya yang tak kunjung berhenti,


langit yang semula cerah, seakan ikut berkabung dengan kepergian Akira untuk selama lamanya, mendung menyelubungi tubuh nya, bersiap untuk memuntahkan hujan agar terhapus jejak darah Akira yang masih tersisa di sana.


" jadi dia ya yang membunuh gadis tidak bersalah itu!" suara suara sumbang kini meramaikan tempat yang semula sepi itu,


Tidak, ini bukan tempat kalian, enyah lah, Akira menghadiahkan nya untuk nya, enyah lah kalian semua.


Namun suara sumbang itu semakin banyak, seperti rombongan tawon yang mencari sarang baru, ribuan sorot mata, menatap tajam ke arah James.


" dasar bocah monster, kemana kau buang jasad Akira?" seorang perempuan yang di kenal nya, menangis meraung raung menghampiri James yang masih meringkuk dengan tangan nya yang penuh darah.


" kemana kau buang Akira?" kembali wanita itu bertanya kepada nya, dan mengoyak oyak tubuh kecil James yang masih diam tak bergeming itu,


Wanita itu dengan keras menampar pipi James, hingga membuat nya jatuh tersungkur di atas darah Akira, dia tak menyangka, perempuan yang di sebut ibu yang sangat lembut, juga akan menjadi monster ketika sesuatu yang buruk terjadi kepada anak nya,

__ADS_1


Semua orang berteriak monster ke arah James, garis polisi mulai di pasang di area sekitar sungai itu, tak satu pun kupu kupu melintas disana, setidak nya meskipun hanya satu, datanglah wahai kupu kupu, lihat lah anak kecil itu, yang sudah sangat merindukan Akira untuk datang menolong nya seperti sedia kala, saat dia dalam bahaya,


Farhan menatap James dengan puas, meskipun hatinya juga sedih harus kehilangan Akira, tapi dia senang balas dendam nya terbalas kan, dia menutup kebenaran dengan sebuah kebohongan, dia tak menceritakan kepada siapapun yang ada disana, tentang Akira yang memang membunuh diri nya sendiri, bukan James yang membunuh Akira,


Semua yang datang ke sana mulai berasumsi, bahwa James telah memakan Akira tanpa sisa, Yuna dan Bimbo yang juga ada di sana, tak percaya atas apa yang dilakukan oleh James kepada Akira, mereka menaruh kebencian yang amat sangat, dan melempari tubuh James dengan batu batu yang ada disana.


" Dasar anak sialan, kenapa kau membunuh anak kami?" seorang pria berkacamata menghampiri James, dan melayangkan sebuah pukulan keras ke wajah James, laki laki itu adalah Ayah dari Akira yang tak pernah di lihat nya sebelum nya,


James hanya terdiam menahan sakit, darah segar keluar dari hidung nya.


" tangkap dia pak, bawa dia ke penjara, panggil orang tua nya!" teriak laki laki berkaca mata itu,


hey, sepertinya dia melupakan satu hal, James terlahir tanpa orang tua, bukankah dia sudah menganggap kalian sebagai orang tua nya?


Disaat semua orang sibuk melempari James dengan makian dan kata kata kasar, tiba tiba cahaya yang sangat terang datang menghampiri James, seorang laki laki tampan menunggangi Elang menghampiri nya bersama Edward, dia menghentikan waktu, dan memutar kembali seperti tidak terjadi apa apa, itu artinya, Akira sudah terhapus dari ingatan mereka,


" mari James, naiklah ke punggung Elang ini!" Raja Elang mengajak nya menaiki punggung Elang bersama Edward, entah kali ini dia menjadi penyelamat atau bukan, yang jelas James sedikit benci dengan pria tampan yang berdiri di hadapan nya itu.


" Aku tau James, kamu sangat membenciku Bukan?" Raja Elang, seolah olah tau apa yang di pikirkan oleh James kepada nya, James hanya terdiam dan menatap nya dengan tajam.


" ini adalah takdirmu James, kelak kau akan tau semua nya, mengapa Akira harus mengorbankan diri nya untuk mu, ini bukan salah siapa siapa, tapi ini memang takdir yang sudah tertulis untuk mu!" Raja Elang menepuk nepuk pundak anak kecil itu, dia mencoba meyakinkan James agar tidak larut dalam kebencian dan kesedihan.


Edward hanya terdiam melihat cucu kesayangan nya itu yang dipenuhi oleh luka akibat lemparan batu yang bertubi tubi untuk nya, dia memeluk James, seraya menggendongnya di belakang untuk menaiki Elang raksasa yang menjadi tunggangan Raja Elang,


Mereka terbang melintasi waktu, mereka terbang melintasi dimensi, membawa tubuh James ke alam yang begitu indah penuh cahaya, sebuah tempat yang belum pernah dia ketahui selama ini, ribuan orang berjajar menyambut kedatangan mereka, satu persatu memberi salam hormat kepada James dan Edward, mereka berjalan di atas air, sebelum akhir nya menemukan sebuah gerbang yang begitu besar, yang hanya bisa di buka oleh klan Bintang,

__ADS_1


" Selamat datang di klan Bintang!" ucap para penduduk klan Bintang yang sudah menunggu kedatangan James dan Edward, James terperangah melihat kemegahan bangunan bangunan yang ad di sana, hampir semua wajah mereka para penghuni klan Bintang bersinar seperti bulan purnama, mereka semua terlampau tampan dan cantik, hidangan demi hidangan berjajar di atas meja meja yang sudah di siap kan untuk menyambut mereka, sungguh kerajaan termegah yang tak pernah dia lihat sebelum nya,


" kamu suka tinggal disini James?"tanya Raja Elang yang murah senyum itu, namun James hanya diam wajah nya masih memperlihatkan kemarahan nya kepada Raja Elang, dia belum juga melupakan Akira


" tinggal lah disini James, sampai kau bisa berdamai dengan dirimu sendiri!" Raja Elang kembali tersenyum melihat bocah kecil yang menahan sakit di sekujur badan nya itu.


" kemari lah James, Aku akan menyembuhkan luka luka mu!" dengan sekali sentuh, semua luka James yang ada di sekujur badan nya mendadak menjadi sembuh tak berbekas,


Tempat apa ini? Yang menawarkan segala kemudahan tanpa penderitaan? Andai Akira masih bersama nya, mungkin dia akan puas melihat kupu kupu yang jauh lebih indah dari yang mereka lihat sebelumnya.


" James, apa kau masih marah dengan ku?" Raja Elang kembali bertanya kepada James, kali ini, dia sudah mulai menatap wajah Raja Elang yang sangat rupawan itu, namun dia tak juga menjawab pertanyaan Raja Elang,


" bagaiman Edward? Apa kau suka berkunjung kemari?" Edward tertawa lebar mendengar pertanyaan Raja Elang


" Klan Air lebih menakjubkan dari ini!" ucap Edward,


James yang mendengar itu, kembali terkejut, apa maksud nya klan Air itu? Bukankah Edward adalah kakek nya?


Raja Elang melihat James yang sedang kebingungan,


" mau Aku ceritakan satu hal kepadamu James?" Raja Elang kembali bertanya kepada James, dalam benak nya, ternyata Raja Elang itu sedikit cerewet, dia selalu melontarkan pertanyaan demi pertanyaan yang tidak begitu penting bagi James, untuk seorang Raja, dia tidak cukup to the poin dalam menyampaikan informasi.


" jangan memasang wajah cemberut mu James, Aku akan memberitahukan sebuah kebenaran kepadamu!"


Raja Elang tertawa, seolah olah dia memang sedang menggoda James yang diliputi rasa dongkol oleh kecerewetan nya.

__ADS_1


__ADS_2