
Seusai mencuci piring piring kotor bekas makan mereka tadi, Akira yang notabene tidak bisa diam ditempat, merasa penasaran dengan rumah kediaman James yang hampir tidak ada cahaya yang masuk di rumah di dalam nya, entah karena sengaja atau memang penghuni nya tidak suka terang, sehingga jendela jendela di rumah itu terkunci dengan rapat, lengkap dengan korden hitam yang yang nyaris tanpa cela,
Dengan tanpa sepengetahuan James dan Edward dia berjalan dengan kaki berjinjit yang tak sepenuhnya menapak tanah, agar tidak menghasilkan bunyi dari suara langkah nya itu.
Dia menyusuri setiap sudut rumah yang terasa begitu gelap, kenapa rumah sebesar itu minim sekali cahaya yang masuk ke dalam rumah?
Akira semakin penasaran, mungkin ada sesuatu yang di sembunyikan oleh kakek Edward dari James selama ini. Dia terus mengendap endap dari balik tembok satu ke tembok yang lain, seperti penyusup yang hendak mencuri sesuatu,
setelah beberapa menit menyusuri setiap koridor ruangan, sampailah dia pada suatu ruangan yang terkunci rapat dari dalam, suara gemericik tabung reaksi terdengar dengan jelas di telinga nya, Akira mencoba mencari cari cela untuk bisa sedikit mengintip kedalam ruangan itu. Di lihat nya sebuah lubang kecil dari daun pintu ruangan tersebut, terlihat kakek Edward sedang memasukan ramuan berwarna bening ke dalam suntikan besar yang ada di tangan kanan nya.
Wush
Tiba tiba cahaya yang sangat terang menyinari ruangan yang minim cahaya itu, saking terangnya , membuat mata kiri Akira merasa silau dan berkunang kunang, Akira mengucek ucek mata nya yang benar benar di buat silau oleh cahaya yang sangat terang tadi, beberapa siluet hijau dan merah menghiasi pandangan mata nya, ketika dia sedang asik mengucek mata nya, terdengar sayup sayup suara laki laki muda sedang berbicara dengan kakek Edward, Akira yang semakin di buat penasaran, menggunakan mata kanan nya untuk melihat lagi kedalam ruangan tersebut melalui lubang kecil yang berada di di bawah daun pintu itu.
"haaaa?" matanya terbelalak melihat pemandangan yang di lihat nya itu, seorang berpawakan tinggi dan besar datang menemui kakek Edward menanyakan kabar James,
Akira yang masih tidak percaya dengan hal itu, dia berlari tunggang langgang mencari keberadaan James,
" James, James!" teriak nya, berharap dia segera menemukan James, dia segera naik ke lantai atas rumah tersebut, menuju kamar James, dengan cepat ia membuka pintu kamar James yang memang tidak pernah di kunci sebelum nya, dengan nafas tersengal sengal dia sampai di kamar James,
Akira mengumpulkan sisa tenaga nya, dia menarik nafas panjang sebelum akhir nya membuka suara.
" James, ikut Aku!" ucap nya, namun betapa terkejut nya dia, James yang meringkuk di bawah jendela kamar nya yang tertutup, memutar badan nya dan melihat ke arah Akira,
__ADS_1
Wajah siapa itu? Menakutkan sekali seperti bukan James!
Seseorang anak dengan tubuh besar berotot, dan mata merah menyala dalam kegelapan, berdiri di hadapan nya,
Akira mundur satu langkah, dia merasa sangat ketakutan, namun dia tak bisa lari meninggalkan James sendirian,
" James!" tubuhnya lemas, dia terduduk di atas lantai, sekali lagi dia mundur menggunakan kedua tangan untuk menarik tubuh nya yang lemas.
" James!" hanya kalimat itu yang keluar dari rasa ketakutan nya.
anak bermata merah itu berjalan semakin mendekat ke arah Akira, suaranya mengerang, bak monster yang siap menerkam,
Tangan nya sudah bersiap untuk mencabik cabik tubuh Akira dengan kuku tajam nya,
tanpa sadar, tubuh Akira yang masih dalam keadaan tidak berdaya, secara mengejutkan berjalan mendekati James, seraya memeluk tubuh ringkih laki laki kecil tersebut.
" James, syukur lah!" teriak Akira, James merasa ada sesuatu yang terjadi dari dalam tubuh nya, dia merasakan getaran getaran aneh saat Akira memeluk nya dengan erat.
" Akira, kau tidak takut kepadaku?" tanya James yang masih tenggelam dalam pelukan Akira, air mata nya meleleh membasahi pipi nya, dia merasa bingung dengan perasaan itu, kenapa Akira sama sekali tidak takut kepada nya?
" Aku tidak pernah takut kepadamu James!" ucap nya yang ikut menangis melihat keadaan James, hanya Akira lah, satu satu nya orang di dunia ini yang tidak takut dengan perubahan James yang menjadi monster mengerikan ketika tubuh nya di kuasai oleh amarah dan kesedihan, James yang kala itu merasakan dirinya benar benar merindukan kehangatan Seorang Ayah dan Ibu, sehingga secara perlahan, tubuh nya berubah menjadi sesuatu yang amat dibenci nya.
Edward yang melihat hal itu, merasa sudah saat nya dia memberitahukan semuanya kepada James yang sebenar nya tentang dia, untuk Akira Edward mengijinkan nya mengetahui semua rahasia tentang James yang selama ini dia sembunyikan.
__ADS_1
" Ayo kalian berdua ikut kakek!" ucap Edward,
Akira dan James berbaris mengekor di belakang Edward. Dia mengajak mereka menuju ruangan laboratorium tempat nya meracik ramuan ramuan khusus untuk James.
" duduk lah,!" kakek Edward menarik kursi yang berada di bawah meja, dan mempersilakan mereka berdua untuk duduk, Akira dan James berjinjit untuk bisa sampai dan duduk di atas kursi yang tinggi nya sepinggang mereka.
Edward merasa tak masalah membagi rahasia James kepada Akira, toh dia sudah tahu tentang kedatangan seseorang misterius di ruangan laboratorium milik nya tadi.
Edward memandangi wajah mereka satu persatu, sejenak suasana menjadi hening, tak ada satu pun suara yang keluar dari bibir mereka ber tiga.
sejurus kemudian, dia menghela nafas panjang, sembari mengumpulkan tenaga untuk menceritakan sebuah kisah kepada dua anak kecil yang menunggu nya dengan wajah polos mereka.
" 200 juta tahun yang lalu, terjadi sebuah pertempuran dahsyat antara beberapa klan yang menghuni galaksi ini!" Edward mulai bercerita, sementara James dan Akira mendengarkan dengan seksama di atas kursi putar yang mereka duduki saat ini.
" pertempuran itu di awali dengan sebuah cahaya yang sangat terang yang turun dari ujung alam semesta menuju sebuah planet yang belum pernah di ketahui keberadaan nya oleh 5 klan terbesar di semesta ini, masing masing klan itu terdiri dari klan Bintang yang di pimpin oleh raja Elang, kemudian klan Api yang di pimpin oleh raja Awan hitam, klan Angin yang di pimpin oleh raja Ruta,klan Bulan yang di pimpin oleh Raja Candra dan klan Air yang di pimpin oleh Raja Hera, mereka yang penasaran dengan benda yang memiliki kekuatan maha dahsyat itu, memerintahkan para pasukan terbaik nya untuk mencari langsung keberadaan benda aneh tersebut, klan Bintang yang memiliki keahlian untuk menunggangi cahaya dengan mudah menemukan keberadaan benda magis itu,tubuh mereka mendarat pada suatu tempat yang penuh dengan hamparan hijau lagi biru di dalam nya. Klan Bintang merasa takjub di buat nya, benda magis itu berada sela sela gunung yang berdiri kokoh, dia mengeluarkan cahaya yang berpendar melingkupi seluruh alam semesta, pemimpin dari klan Bintang yaitu Raja Elang mencoba untuk mengambil benda tersebut, namun tak mampu, tubuh nya terpental jauh dari tempat nya berdiri, sembari menunggu yang lain nya datang, dia memikirkan cara untuk bisa mengambil benda tersebut tanpa harus menyentuh nya, agar bisa mengamankan nya, dan menghindari sesuatu yang buruk terjadi,dengan seluruh ilmu yang dimiliki nya, dia berusaha menghisap elemen element yang ada di bumi itu untuk menjadikan nya sebuah lapisan, agar bisa melindungi benda itu dari klan klan lain, yang ingin menguasai dan menyalah gunakan nya,!" kakek Edward terdiam sejenak, kerongkongan nya sudah kering Karena terlalu banyak bicara, dia mengambil segelas air putih yang ada di meja laboratorium nya, kemudian meminum air itu sampai habis tak tersisa.
" lalu apa yang terjadi kek?" mereka kompak bertanya, karena penasaran dengan kelanjutan kisah heroik tersebut.
" saat raja Elang berusaha melapisi benda itu dengan element Bumi, terjadilah sebuah ledakan yang amat besar,sehingga menyebabkan beberapa serpihan dari benda itu berjatuhan ke tanah, ledakan itu juga membuat lengkungan yang sangat luas, seluas lautan yang ada di muka Bumi itu, dari situ, usaha raja Elang tidak sisa,benda itu akhir nya terlapisi oleh element element Bumi yang membentuk cangkang seperti telur yang berwarna Emas, lantas benda itu pun mampu di ambil nya dengan tangan kosong, beberapa saat kemudian, datanglah para klan yang lain untuk melihat benda magis itu, namun Raja Elang tidak mengijinkan nya, dia hanya memperlihatkan benda itu saat berupa telur, tiba tiba, Raja Hera dari klan Air, menemukan sebuah serpihan kecil dari benda magis itu, dia menggenggamnya, dari itu dia merasakan kekuatan nya bertambah ribuan kali lipat, para raja dari klan lain yang menyaksikan itu, berbondong bondong mencari serpihan lain nya yang tercecer di sana, namun sayang, serpihan itu hanya ada 3, yang satu sudah di ambil oleh Raja Hera dari klan Air, dan serpihan yang paling besar menghilang entah kemana? Tinggal lah satu serpihan yang membuat mereka berebut untuk memiliki nya, pertarungan pun tak Ter hindarkan, masing masing dari mereka mengeluarkan jurus andalan nya. Saat semua nya sedang fokus untuk saling menyerang, Putra Raja Angin Ruta menyelinap masuk kedalam arena peperangan dengan menggunakan Jubah tembus pandang yang menjadi senjata andalan klan Angin, sebenarnya hal itu menyalahi aturan dalam Medan peperangan, benda pusaka tidak boleh di gunakan dalam pertempuran, apa lagi jubah tembus pandang yang di gunakan secara licik untuk mengelabuhi lawan nya, dan nyawa nya juga tidak sedang dalam keadaan terancam, Raja Awan hitam dari klan Api yang tidak terima dengan hal itu, dia mencoba untuk mengejar pangeran Alan, anak dari Raja Ruta, Raja Elang yang mengetahui hal itu, tidak tinggal diam, dia ikut mengikuti Raja Awan hitam dari belakang, untuk menghindari hal hal buruk yang terjadi, namun amat di sayangkan, pangeran Alan sangat pandai bersembunyi, Raja Awan Hitam tidak mampu melacak keberadaan nya, emosi nya tak terbendung, dia keluarkan segala kekuatan nya, untuk membakar seisi Bumi dengan kemampuan nya mengendalikan Api, Raja Elang yang melihat itu, segera menghentikan aksi nya, dengan mengeluarkan kekuatan nya juga untuk melindungi Bumi dari kobaran Api yang di sebabkan oleh amarah Raja Awan hitam, pertarungan sengit pun terjadi, dua kekuatan besar yang tidak terkalahkan itu, bertarung selama 7 hari 7 malam lama nya, sehingga pertempuran kembali terjadi, hal itu membuat Dewi Bumi bangkit dari pertapaan nya,dan membantu Raja Elang untuk melemahkan Raja Awan Hitam, Dewi Bumi merasa marah dengan mahluk mahluk Asing yang datang tanpa permisi tersebut, mereka yang berasal dari 4 arah yang berbeda menghampiri para mahluk Asing tersebut dan mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk menyingkirkan keberadaan mereka, Raja Elang dan yang lain nya memberi hormat kepada para Dewi Bumi yang sedang marah tersebut, tetapi tidak dengan Raja Awan Hitam, dengan kesombongan nya dia tetap merasa bahwa diri nya yang paling kuat!"
Kakek berdiri dari tempat duduk nya, dia berjalan menuju jendela, dan mengintip ke arah luar jendela, takut ada seseorang yang mendengar cerita nya, James dan Akira merasa kecewa karena kakek menghentikan cerita seru itu secara tiba tiba.
Edward terkekeh melihat raut wajah kecewa mereka, kemudian dia kembali duduk di kursi nya dan bersiap untuk meneruskan cerita nya, sontak Muka James dan Akira mereka berdua kembali sumringah.
__ADS_1