
Akhirnya mereka kembali ke kelas untuk menerima pelajaran, sebenarnya ingin sekali Akira menceritakan kejadian tadi, tentang bayangan Hitam yang sudah mengendalikan tubuhnya kepada James, namun dia mengurungkan niat nya itu,
James berjalan di belakang Akira, dia berjalan menunduk dengan wajah nya yang tertutup topi,
Saat dia melewati bangku yang di duduki Farhan, secara sengaja, Farhan menengklang James yang lewat itu dengan kaki nya, membuat tubuh james kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh di buat nya, James yang tau itu disengaja, dia menoleh ke arah Farhan, namun Farhan membalas nya dengan tatapan yang tajam,
" apa kau lihat lihat?" ucap Farhan yang sangat benci dengan James itu, namun James hanya diam menatap Farhan, dia tak menghiraukan nya, dan berjalan kembali menuju bangku yang berada di depan Akira itu.
" James, nanti ayo kita mencari tirex lagi yuk, Aku punya tempat rahasia lagi loh!" bisik Akira dengan ekspresi ceria nya,
" boleh!" James menjawab Akira dengan suara nya yang lirih.
" kita semangat ya James, untuk mencari telur Raja Elang!" bisik Akira lagi, namun kali ini Yuna mendengar apa yang dibisikan Akira kepada James
" telur apa yang mau kalian cari?" tanya Yuna dengan ekspresi datar nya, dan masih sama mengunyah permen karet sebagai hobi nya.
" apaan sih, kepo aja kamu!" jawab Akira sedikit meledek Yuna.
" Aku boleh ikut?" tanya Yuna lagi.
" Enggak, kamu main aja sama Bimbo!" jawab Akira
" yah, padahal ingin ikut!" Yuna mengangkat kedua tangan nya dan menaruh di bawa rahang nya, kali ini, dia bergaya sok imut seperti Mira si gadis berkepang dua,
" ih, jijik gak imut sama sekali!" Akira memukul mukul kepala Yuna dengan buku tulis, tentu nya hanya untuk bercanda, sebab mereka sering melakukan hal itu saat sedang bercanda dan menjahili satu sama lain. James tertawa kecil melihat muka Yuna yang sok imut itu.
Pelajaran demi pelajaran pun berlanjut, hingga akhir nya waktu pulang sekolah sudah tiba, mereka yang menunggu waktu itu, bersorak riang tak sabar untuk segera pulang dan beristirahat di rumah.
****
seperti biasa, Akira menggandeng tangan James, dan mengajak nya berlari untuk menghindari Yuna yang sedang mencari cari nya, untuk pulang bersama,
" James ayo lari!"
James menuruti nya, mereka berdua mengendap endap, dan kemudian berlari sekuat tenaga, mereka tertawa riang bersama sama, hingga sampailah mereka di suatu tempat yang di janjikan Akira, sebuah taman kota yang berada dekat di sungai kecil, tempat berkumpul nya kupu kupu cantik yang sama seperti yang ada di taman buatan milik Akira.
__ADS_1
" Bagus nya!" teriak mereka berdua, James tak menyangka, ada sebuah surga kecil di kota yang sesak penuh dengan bangunan dan polusi udara itu, suara gemericik sungai memanjakan telinga mereka, James berlarian mengejar kupu kupu putih yang ingin di tangkap nya,
" James, lihat!" Akira memanggil James yang sibuk menangkap kupu kupu itu.
" ada apa?" tanya James, sembari berjalan mendekat ke arah Akira yang sedang berjongkok di bawah bunga pisang Pisangan.
" lihat James, Aku menemukan tirex, ayo James bantu Aku cari yang banyak!" Akira memasuk kan ulat ulat itu ke dalam toples yang sudah di sediakan nya, namun James sedikit bergidik, dia masih ingat betul saat tubuh nya dipenuhi dengan benjolan benjolan merah yang terasa gatal dan panas di badan nya.
" kamu takut James?" Akira menggoda James dengan melempar lemparkan ulat itu ke arah James,
" tidak, jangan lemparkan kepadaku!" James berlari, di ikuti Akira di belakang nya, mereka saling berkejar kejaran dan tertawa bersama,
Sebelum akhirnya mereka lelah dengan nafas yang tersengal sengal, mereka menidurkan tubuhnya di atas rumput taman sembari menghadap ke langit.
" haduh capek, Aku menyerah James, lari mu terlalu cepat!" James memang berlari sangat cepat, dia juga baru menyadari kemampuan nya itu setelah Akira mengejar nya.
James hanya menatap Akira dengan nafasnya yang tersengal sengal juga,
" James, Aku punya hadiah buat kamu!" kemudian Akira bangkit dari tidur nya dan merubah posisi nya dengan duduk di sebelah James.
" mana tangan mu James!" dia menarik tangan James, dan berniat untuk memasangkan gelang pemberian Raja Elang itu pergelangan tangan James,
Namun, belum sempat dia memasangkan gelang itu dengan sempurna, ratusan bayangan hitam berterbangan di sekeliling Akira, mereka mengincar gelang itu, dan hendak merebut nya dari tangan Akira, secara mendadak tangan Akira menjadi sangat berat, James yang tidak menyadari hal itu, tak sabar menunggu Akira untuk memasangkan gelang itu di pergelangan tangan nya.
James,tolong Aku James!
sukma Akira berteriak, tubuh nya sudah di kuasai oleh bayangan bayangan hitam itu,
" Ayo Akira, tunggu apa lagi!" ucap James, yang tersenyum di hadapan Akira itu, melihat senyuman James, Akira berusaha sekuat tenaga untuk melawan bayangan hitam itu, dia terus mencoba menggerak kan tangan nya yang kaku itu,
"Akira kenapa diam?" tanya James, setiap dia mendengar suara James, bayangan hitam itu sedikit melemah,
" Ayo Akira!" James kembali bersuara,
Bagus James, Ayo kamu teru bersuara
__ADS_1
" Akira!" sampai pada Akhir nya, Akira mampu melawan bayangan bayangan hitam itu, dan memasangkan gelang itu dengan sempurna ke tangan James,
" aaa aaa aaa!" James malah berteriak kesakitan, gelang itu seolah olah membakar sekujur tubuh nya,
" James, apa kamu tidak apa apa?" Akira yang akhirnya bisa mengeluarkan suara nya, merasa panik,
" pergi kalian dari sini!" James mulai bisa melihat bayangan bayangan hitam itu menyelubungi tubuh Akira,
Akira menyadari hal itu, namun dia tak mampu lagi berlari, bayangan hitam itu mengepung tubuh Akira dan hendak menyerang Akira dengan membabi buta, seakan akan mereka tidak terima, karena Akira telah menautkan gelang mantra itu ke tubuh James agar tidak bisa berubah menjadi monster.
" James, tolong Aku!" teriak Akira yang berada di dalam kumpulan bayangan hitam itu.
" lepaskan Akira,!" teriak James, namun bayangan hitam itu seakan akan berdatangan semakin banyak, dan semakin banyak, memenuhi tempat itu, seketika langit berubah menjadi gelap, tak menyisakan sedikit pun cahaya,
Kini tubuh James, di kuasai oleh sepenuh nya oleh emosi, perlahan lahan tubuh nya berubah menjadi monster yang menakut kan, dengan penuh amarah dia menyerang bayangan bayangan hitam itu dengan kekuatan nya,
Akira ,tidak menyangka gelang itu tak mampu mencegah James untuk berubah menjadi monster, di dalam benak nya, Akira menyadari satu hal, dia bukanlah orang pilihan yang di khususkan untuk mendampingi James mencari telur Raja Elang yang hilang, seperti yang di katakan kakek Edward kepadanya tempo hari,
Ditengah keputusasaan nya, Akira lagi lagi menyadari, bayangan gelap itu hanya mengincarnya, bukan mengincar James, karena mereka tau, James memiliki darah Raja Awan hitam, yang arti nya, bayangan hitam itu, tidak menginginkan James untuk menggunakan gelang mantra tersebut, agar James kelak menjadi penguasa kegelapan seperti Raja Awan hitam,
Akira teringat kalimat Edward
Apabila James masih bisa berubah menjadi monster ketika menggunakan gelang pemberian Raja Elang ini, maka segeralah lepaskan gelang itu, sebab kamu bukan orang yang di pilih oleh tubuh James untuk tidak merubahnya menjadi monster, dan jika kau tidak melepaskan ya, gelang itu akan membunuh James secara perlahan, berjanjilah Akira, kau akan menyelamatkan James dalam keadaan apapun.
Akira yang dikepung oleh bayangan bayangan hitam itu, sekuat tenaga meraih tangan James untuk melepaskan gelang mantra itu dari tangan James,
Ingat Akira, gelang itu hanya bisa dilepaskan oleh darah orang yang memasangkan nya saja.
" selamat tinggal James!" Akira mengorbankan diri nya untuk melindungi James, dengan segera Akira menancapkan kuku panjang James menembus jantung nya, sehingga mengeluarkan darah segar dan membanjiri tangan James dengan darah nya, gelang mantra itu pun terlepas dari tangan James, Akira tersenyum ke arah James, senyum terakhir yang diberikan oleh gadis periang itu kepada nya, senyuman yang tak akan pernah di lupakan oleh James seumur hidupnya.
" Akira!" teriak James, yang melihat tubuh gadis itu sudah lemah tak berdaya, James menangis sekuat tenaga, dia tidak rela sahabat nya itu harus meninggal di tangan nya sendiri,
"Akira!" dia kembali berteriak, Akira masih bisa mendengar nya, sorot matanya mengatakan, jika dia benar benar menyukai James, bukan hanya sebagai sahabat, tapi dia mencintai James, sejak pertama kali mereka bertemu, dengan perlahan lahan, Akira menutup matanya, ribuan kupu kupu terbang mengelilingi tubuh Akira, dan secara mengejutkan dia menghilang bersama kupu kupu tersebut, kini hanya tersisa James yang sudah berubah menjadi manusia, bayangan bayangan hitam itu menghilang entah kemana, James masih meringkuk sendirian dengan tangan yang berlumuran darah,
Farhan yang membuntuti mereka berdua sedari tadi, tidak percaya melihat James yang menjadi monster, dia berlari terbirit birit untuk mencari pertolongan.
__ADS_1