Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
11. Ujian Sparring


__ADS_3

Setelah membuka pintu tersebut, hal pertama kali yang dia lihat adalah sebuah ruangan yang mirip seperti Arena Colosseum, dengan lantai yang ditutupi oleh keramik. Arena itu cukup besar dan dapat menampung sekitar dua ribuan penonton di tribunnya. Di tengah-tengah arena, berdirilah seorang pria gagah berambut coklat, terdapat beberapa bekas luka di wajahnya dan mungkin ada juga bekas luka lainnya dibalik pakaiannya yang dilindungi oleh pelindung badan berbahan besi.


Orang itu sedang memegang sebuah tombak yang mata tombaknya mengarah ke atas, terlihat dia sedang berdiri seolah menunggu kedatangan seseorang. Saat dia mendengar suara pintu terbuka, matanya langsung bergerak ke arah tersebut dan menemukan seorang pemuda yang membawa tombak besi di punggungnya.


Dia melihat tajam pemuda tersebut, mencoba untuk mengintimidasinya. Seketika, di pandangan Ryzen muncul sebuah panel berwarna kemerahan.


"{Anda mendapatkan status Takut!}"


"{Status anda menurun 22%}"


Mata Ryzen terbuka lebar saat melihat dan mendengar pemberitahuan tersebut.


"Apa-apaan, belum juga apa-apa...." gumam Ryzen sambil menutup panel peringatan.


Ryzen menatap kepada orang yang berdiri di tengah sana, sedang menatapnya tajam. Lalu, beberapa saat kemudian, status negatifnya pun menghilang.


Pria itu tersenyum seringai, lalu mengubah arah berdirinya menjadi menghadap Ryzen yang sedang berdiri di depan pintu.


"Ada apa? apa kamu takut? bukannya kamu ingin melakukan tes untuk menjadi Spearsman? asal kau tahu saja, kami tidak membutuhkan orang yang penakut dan pecundang."


Ryzen pun menyeringai pula ketika mendengar pernyataan NPC itu, membuat NPC tersebut merespon dengan hentakan kaki dan memasang kuda-kuda.


"Tidak buruk, setidaknya kamu masih punya rasa percaya diri. Kemarilah, jangan buang-buang waktuku, aku akan menghancurkan kepercayaan dirimu itu."


"Oke," balas Ryzen lalu dia juga memasang kuda-kuda.


"Tunggu, sebelum itu, berikan lencana class-mu padaku."

__ADS_1


NPC itu membatalkan kuda-kudanya dan mengarahkan tangannya ke depan, meminta Ryzen untuk memberikannya sebuah lencana yang didapatkan saat pendaftaran itu. Ryzen mengambil lencana itu dari inventory-nya lalu melemparkannya kepada NPC tersebut. NPC mulai mengamatinya lalu mengangguk pelan.


"Sebelum kamu bisa memenuhi ekspetasiku, lencana ini tidak akan kukembalikan dan kamu akan gagal, mengerti?" ucap NPC sambil menyimpan lencana itu di sebuah tas kecil di sekitar pinggangnya.


Ryzen merespon dengan anggukkan, kemudian suasana kembali tegang diantara mereka berdua. Mereka saling memandang dan menunggu salah satu dari mereka untuk menyerang, dalam tiga detik selanjutnya, yang memulai serangan pertama adalah Ryzen.


Ryzen berlari ke depan tanpa pola serangan yang berarti, yang membuat NPC itu menyeringai meremehkan lawannya.


'Orang seperti dia, yang bahkan tidak tahu cara untuk bertarung, ingin menjadi Spearsman? jangan mimpi!' jerit batin NPC tersebut.


Namun tidak disangka olehnya, lawan yang awalnya bergerak seperti seorang pemula itu tiba-tiba merubah pergerakannya, yang awalnya hanya berlari biasa, sekarang ditambahkan dengan lompatan ke depan secara zig-zag dan berhasil memberikan serangan ke sisi kiri NPC itu. Karena lalai, pipi NPC tersebut tergores oleh ujung tombak Ryzen meskipun berhasil menghindarinya.


'Dia menipuku!' batinnya.


Tanpa membiarkannya istirahat, Ryzen melanjutkan serangannya. Setelah berhasil memberi luka gores dengan serangan diagonal dari kanan atas ke kiri bawah, dia mengangkat senjatanya dan melompat ke depan untuk memberikan serangan sayatan setengah lingkaran seperti yang dia lakukan ketika melawan sekelompok Wild Boar. Namun kali ini, NPC itu berhasil menahannya dengan tangkai tombak miliknya, bahkan sebelum tombak lawan sampai di dekat perutnya.


NPC tersebut lalu menepiskan tombak lawannya dan melakukan serangan balasan dengan anggota tubuhnya, yaitu dengan cara menendang ke depan yang mengarah kepada perut lawan. Ryzen dan NPC itu mengambil beberapa jarak dan kembali saling memerhatikan pergerakan lawan.


Ryzen menurunkan penjagaannya, melihat lawannya juga begitu, lalu menghela nafas panjang.


"Untuk awalan kamu sudah bagus, tapi kalau pertandingan ini dilanjut, aku takut akan ada korban di antara kita. Jadi, bagaimana kalau kita mengganti senjata kita dengan sebuah tongkat panjang itu?" NPC tersebut menunjuk ke arah dimana banyak sekali senjata kayu dan kotak yang berjejer.


"Yah, kupikir juga begitu."


Mereka berdua menghentikan pertarungannya dulu, dan pergi untuk memilih tombak kayu yang cocok untuk mereka. Masing-masing tombak tersebut memiliki massa yang berbeda, jadi sudah seharusnya bagi mereka untuk memilih senjata yang pas untuk dipakai, walau semua statusnya sama-sama saja.


———

__ADS_1


Training Spear


Damage 0 ~ 0


Durability: 300/300


———


Masing-masing dari mereka sudah memilih senjata yang pas untuk mereka dan kembali ke tengah arena untuk melanjutkan pertandingan ujiannya. Di sisi tribun penonton, ternyata ada beberapa orang yang sedang menontoni mereka berdua, dan diantaranya adalah Laiten, yang sedang menonton di sisi lain tribun, sendirian.


"Eta newbie boleh oge kemampuana, nepikeun ngajieun si Cagor menta make senjata latihan jang ujianna."


"Heeh, euy, padahal tiheula urang pernah menta jang make senjata latihan, tapi kakalah dilarang ku pengujina!"


"Woy Zozo, moal mau lihat pertandingana? Rame nih, newbiena lumayan jago deuih."


Di belakang mereka bertiga itu, yang sedang asik berbincang menggunakan bahasa daerah dan ada juga yang mencampurnya dengan bahasa Indonesia, sedang duduk satu orang lagi yang jika dilihat dari penampilan dan perlengkapannya, terlebih lagi senjatanya yaitu tombak, sudah dipastikan orang itu adalah salah satu pemain dengan Class Spearsman. Tiga orang lainnya yang tadi bicara menggunakan bahasa daerah, ada yang membawa pedang dan tameng dengan baju besi yang melindungi tubuhnya, lalu seseorang dengan jubah penyihir biru yang membawa sebuah buku hitam, dan terakhir adalah seseorang yang membawa dua pisau belati di pinggangnya dan memakai sebuah syal merah dengan jirah kulit ringan yang membuatnya untuk bergerak lebih bebas dan lincah.


"Kalau mau ngomong tuh, bisa gak, jangan dicampur bahasanya? bikin sakit telingaku aja," kata si Spearsman.


Kembali ke arena, dua orang sedang bertarung dan saling bertukar serangan, salah satu mereka tampak sedang kesulitan untuk meneruskan pertarungan itu, dan orang tersebut adalah Ryzen. Dia berhasil dipojokkan oleh pengujinya yang menyerang dengan pola teratur dan tanpa celah untuk lawan melakukan serangan balasan, Ryzen yang terpojok terus berusaha untuk menahan semua serangan yang diluncurkan padanya, sambil menunggu kesempatan untuk menyerang.


'Bagaimana caranya aku keluar dari situasi ini?!' batin Ryzen.


Disaat itu pun, suatu gambaran terlintas di benaknya. Ryzen perlahan mulai melakukan ayunan kecil setelah berhasil menepis senjata lawannya, sampai akhirnya dia menemukan satu celah. Tidak membiarkan kesempatan itu terbuang, Ryzen menunduk ke bawah disaat penguji itu mengayunkan tombaknya secara horizontal, dan disaat yang bersamaan ketika Ryzen menunduk, dia men-tackle kaki lawannya.


Penguji itu kehilangan keseimbangan karena tackle yang dilakukan Ryzen, dan akhirnya jatuh ke lantai. Dan disaat itu, Ryzen bangkit dengan cara melompat setelahnya dan memberikan tendangan keras ke kepala bagian kanan lawannya. Meski dalam situasi yang sulit itu, tersebut masih sempat menahan tendangan dari Ryzen dengan kedua tangannya, namun tetap saja tendangan tersebut membuatnya terlempar dan terjatuh ke sisi lain. Sebelum tubuhnya menabrak lantai, dia berhasil menghindarinya dengan cara menjatuhkan tubuhnya sendiri lalu berguling sebanyak dua kali lalu berdiri setengah lutut.

__ADS_1


Disaat dia mengangkat wajahnya, ujung dari tombak kayu itu sudah berada di hadapannya, dan berjarak hanya sekitar beberapa inci. Penguji itu memandang ke orang yang menodongnya lalu mendengus kemudian tersenyum sambil mengangkat tangannya ke atas.


"Haha, baiklah, kamu menang."


__ADS_2