Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
18. Improvisasi Karena Musuh


__ADS_3

"Lima orang tangani pemanah itu, sisanya kepung bocah ini!"


Lima bandit menerjang bersamaan ke depan, Ryzen mencoba untuk menebas mereka namun serangannya dihentikan oleh bandit berbadan kekar dan membawa kapak.


"Moon, hati-hati!"


Mendengar seruan rekannya, Moon menyadari kehadiran lima bandit yang mendekatinya. Dia melompat ke belakang, mencoba mencari tempat untuk bersembunyi dan menyerang mereka secara diam-diam.


"Jangan kau alihkan perhatianmu saat bertarung, bocah!" seru bandit kekar.


Bandit tersebut mendorong kapaknya dan membuat Ryzen mundur beberapa meter. Ryzen berdecak kesal, dikarenakan harus melawan puluhan bandit serta satu bandit besar secara bersamaan, sementara dia juga khawatir akan rekannya, Moon. Meskipun levelnya 26, tetapi bagi seorang pemanah untuk bertarung di tempat yang sempit dan tertutup ini sangat tidak diuntungkan.


Para bandit yang mengeroyok Ryzen belum bergerak, mereka diam, menjaga agar lawannya tidak dapat kabur dari kepungan. Lalu saat bandit besar itu berteriak keras, semua bandit dengan bersamaan langsung menusukkan senjata mereka ke arah Ryzen yang berdiri di tengah-tengah. Ryzen melompat cukup tinggi dan berdiri di atas senjata mereka yang terkumpul disana.


"URRRAAAA!!"


Bandit besar mengayunkan kapaknya secara horizontal, karena dia lebih tinggi dari yang lain, maka tinggi serangannya pun sejajar dengan perut Ryzen. Para bandit bekerja sama, saat Ryzen menunduk, mereka mengangkat senjata mereka naik ke atas sehingga ayunan kapak itu masih tetap mengenainya. Dengan reflek, Ryzen menahan serangan itu dengan tangkai tombaknya, sekali mata kapak dan tangkai tombak bertemu, itu menimbulkan suara benturan yang keras.


Klang!


Ayunan dari bandit besar sangat kuat dan bertenaga, Ryzen tidak sanggup menahan serangan dan akhirnya terpental ke sudut lain ruangan, menabrak tembok dan menghancurkannya.


Bruk!


"Serang dia!" seru bandit besar sambil menunjuk ke arah Ryzen terpental.


Ryzen kehilangan 30% dari total HP miliknya, juga durability dari senjatanya hanya tersisa 43 poin dari 100 poin. Disaat Ryzen baru bangkit, beberapa senjata tajam sedang diayunkan padanya dari atas, Ryzen berguling ke samping dan menebas kaki bandit yang paling dekat dengannya.


"FIRE SLASH! UURRRAAA!!"


Sebuah kapak besar datang dari depan, kapak tersebut diselimuti oleh api.


"Woa—?!"


Ryzen melompat ke belakang, ke balik tumpukan kotak berisi bir milik para bandit. Setelah kapak berapi itu menyentuh tanah karena gagal mengenai Ryzen, tanah tersebut langsung hancur dan apinya menyembur ke atas lalu menghilang.


Itu adalah skill berelemen, 'Fire Slash', membuat api menyelimuti senjatamu, ketika serangannya mengenai benda atau musuh, apinya akan membesar dan memberi luka 'bakar' pada musuh atau mungkin langsung menghanguskannya. Untuk menggunakan skill tersebut, seseorang—pemain maupun NPC—harus menguasai setidaknya tahap awal elemen api. Semakin menguasai elemen dan serangannya, lalu ditambah dengan status yang tinggi serta perlengkapan yang memiliki enchance 'Element Affinity', maka damage yang diberikan oleh serangan berelemen akan semakin tinggi.


"Fuuhuu, elemen api, kamu bisa membakar seluruh tempat ini, tahu?" kata Ryzen.


Bandit besat berdecak kesal, memerintahkan bandit lainnya untuk menyerang lagi. Ryzen langsung menendang tumpukan kotak berisikan bir di depannya itu.


"Tidak, jangan birnya!! Tahan bir itu!" perintah bandit besar.


"Jadi bir itu lebih berharga dari nyawa rekanmu, ya...."


Slash! Swing! Slash!


Disaat beberapa bandit menahan tumpukan bir agar tidak jatuh dan pecah, Ryzen menebas mereka semua—mau yang sedang menahan kotak ataupun yang tetap menyerangnya—dengan empat kali sayatan diagonal dan diakhiri dengan tusukan ke depan yang mengeluarkan sebuah gelombang kekuatan.


"Thrust Force!"

__ADS_1


Itu adalah skill yang pertama dia miliki setelah menjadi Spearsman. Dengan mengorbankan 30 MP, dia dapat membuat sebuah gelombang kekuatan yang mementalkan musuh saat dia melakukan serangan tusukan, memberikan efek 'knockback' dan stun dua detik pada musuh.


"Bocah ini ternyata menguasai teknik gelombang!"


Sungguh ironis, ketika bandit itu yang merupakan NPC ataupun mob di dunia tersebut mengatakan hal tadi. Untuk penghuni asli dunia itu, memang membutuhkan kerja keras untuk menguasai suatu teknik atau skill, sementara para pemain hanya perlu membuka persyaratan skill atau teknik untuk bisa menggunakannya, terlebih lagi pemain dapat meningkatkan level skillnya hanya dengan terus-menerus memakai skill tersebut dengan hanya mengorbankan MP dan sebuah perintah untuk mengaktifkan skill. Berbeda dengan NPC dan penghuni asli dunia tersebut, yang harus memoles keahlian dan kesempurnaan gerakan serangan mereka, berlatih untuk waktu yang lama hanya demi secuil kekuatan dari banyaknya kekuatan besar yang lainnya.


"Tapi, memangnya kenapa jika kau menguasai teknik gelombang kalau gerakan yang kau lakukan tetap sama setiap kali kau mengelurkan gelombangmu itu! URRRAAAA!!!"


Bandit besar tersebut mengangkat kapaknya ke atas lalu memutarkannya sebanyak 3 kali dan dengan cepat mengayunkannya vertikal ke bawah dan lagi-lagi berbenturan dengan tangkai tombak Ryzen.


"Sungguh bodoh! Kalau aku jadi kau, aku lebih memilih untuk menghindari serangan ini!" teriak bandit besar.


"Ughh!!"


Duuaarr!!


Ryzen tidak sanggup menahan serangan itu dan kalah dalam hal kekuatan sehingga bandit tersebut berhasil meruntuhkan pertahanan Ryzen. Tanah di sekitar Ryzen hancur dan dinding serta atap gua tersebut bergetar hebat, seakan sedang diguncang oleh gempa. Asap debu mengepul di sekitar mereka, lalu ketika asap tersebut memudar, terlihat Ryzen sedang tergeletak di tanah tidak berdaya.


HP miliknya turun drastis dan hanya menyisakan 2% dari total HP-nya, serta staminanya juga habis karena kalah dalam adu tenaga tadi, dia tidak bergerak, tubuhnya dipenuhi luka yang terlihat seperti kecacatan pada program.


"Ughh...." Ryzen mengerang pelan.


"Hmm, sayang sekali, kalau saja kau sedikit bisa menguasai teknikmu, mungkin kau bisa mengalahkanku. Sampai disini saja, bocah."


Bandit itu mengangkat kapaknya ke atas. Disaat Ryzen memejamkan mata, menunggu kekalahannya, tiba-tiba dia mendengar suara.


"{Anda naik level!}"


"?!!"


Bandit besar cukup terkejut karena melihat lawannya tiba-tiba bisa bergerak kembali seakan lukanya itu tidak pernah ada, tapi dia dapat menahan tusukan gelombang dari Ryzen karena mengetahui polanya. Ryzen tidak terkejut, dia juga sudah tahu kalau serangannya tidak akan mempan, lantas dia langsung menarik tombaknya ke belakang lalu berputar 360 derajat atau putaran penuh sambil perlahan merendahkan tubuhnya, dan disaat dia hampir kembali pada posisi perspektif semula namun dengan posisi tubuh agak lebih rendah, dia melancarkan serangan ke kaki bandit itu.


"Thrust Force!"


Kali ini pola serangannya berbeda, Ryzen tidak mengarahkan tusukannya ke bagian atas bandit itu melainkan dia menargetkan kakinya.


"Apa?!"


Sebuah gelombang kekuatan yang keluar dari tusukan tombaknya itu membuat tulang kakinya terguncang dan bandit itu kehilangan keseimbangannya.


Bruk!


Wajah bandit itu menjadi panik, dia melihat ke atas, sebuah mata tombak tepat berada di pandangannya.


"Tu-tungg—"


"Thrust Force!!"


Jrot!


Dengan tusukan yang menancap di kepalanya, bandit itu akhirnya dikalahkan oleh Ryzen dan menghilang menjadi pecahan poligon. Mungkin kalian bertanya, kenapa Ryzen dapat mengalahkan semua lawannya paling tidak hanya dengan beberapa kali serangan yang mengenai musuhnya. Jika iya, maka jawabannya ada pada tombak dan jenis musuhnya, musuh pemain di FSO bukan hanya yang bertipe monster, ada juga tipe manusia, mayat hidup, tumbuhan, dan lainnya.

__ADS_1


Tombak yang digunakan oleh Ryzen adalah tombak pemberian dari Laiten, dengan status penguatan +3 yang membuat serangan tombaknya lebih kuat.


Ngomong-ngomong soal jenis musuh, mereka juga memiliki kelemahan tersendiri. Ada musuh yang hanya bisa dikalahkan oleh sihir ataupun fisik saja. Ada musuh yang tidak mempan terhadap senjata tajam, dan harus menggunakan senjata tumpul. Lalu, ada juga musuh yang memiliki kelemahan fatal—dengan serangan tertentu, membuat musuh mati dalam satu kali serangan—seperti contohnya tipe human, dengan menyerang titik vitalnya, maka akan membuat fatal hit yang memungkinkan untuk membunuh musuh dalam satu kali serangan.


Ryzen menusuk kepala bandit itu tepat di pelipisnya dan menembus sangat dalam sehingga dia berhasil melakukan fatal hit dan membunuh dalam satu kali serangan. Tapi, itu juga karena dia memakai skill untuk melakukannya, jika dia memakai tusukan biasa, mungkin dia gagal membunuh bandit tersebut dalam sekali serang.


Ryzen menghela nafas panjang, kemudian ingat kalau dia kesini bersama dengan Moon. Dia melihat ke dalam panel party, dan mengetahui kalau rekannya masih hidup dengan bar HP yang masih penuh.


"Fuhh...."


Dia menutup panel itu semuanya, lalu saat dia menatap ke depan, empat perempuan yang menjadi mainan para bandit tadi sedang melihatinya sementara mereka menutupi tubuh mereka dengan kain yang tipis.


"???"


"Te-terimakasih banyak!!"


Mereka berucap serempak sambil menundukkan kepala.


"A, e? i-iya?"


Mereka berdiri, lalu beberapa kali membungkuk pada Ryzen, salah satu dari mereka mendekat.


"Tu-tuan petualang, terimakasih banyak telah menyelamatkan kami. Saya tidak tahu harus membalas dengan apa, ta-tapi kalau anda berkenan, s-saya bersedia menawarkan tubuh saya...," ucap perempuan itu malu-malu kucing.


"Eh, tidak, tidak! tidak apa-apa! Aku kemari hanya mencari seorang anak kecil...?"


Mereka terlihat tampak kecewa ketika Ryzen menolak mereka, lalu dengan berat hati mereka memberitahukan tentang anak kecil yang sedang dia cari.


"Aku tidak tahu apa orang itu anak kecil atau bukan, sebelum kesadaranku benar-benar menghilang, aku sempat mendengar suara anak kecil...."


Dan selanjutnya, setelah mereka memberitahunya, mereka akhirnya pamit dan pergi dari tempat itu. Ryzen melihat ke arah mereka pergi, lalu berpikir, "Aku tidak tahu kenapa, tapi, bukankah mereka harusnya merasa trauma dan tertekan karena sudah dipermainkan seperti itu? hah, untung saja ini hanya game."


Lalu, sebuah langkah kaki terdengar dari belakang Ryzen.


"Kamu cukup bersenang-senang, ya...."


Ryzen berbalik dan melihat Moon dalam kondisi sehat tanpa luka.


"Apa maksudmu bersenang-senang, aku nyaris saja kalah. Terimakasih padamu karena mengalahkan lima mob lainnya, aku naik level dan berhasil menghindari kematianku," ucap Ryzen.


"Mmm. Jadi, apa kamu menemukan anak kecil itu?" tanya Moon.


"Tidak, belum. Kurasa dia berada jauh di dalam tempat ini, kemungkinan kita akan bertemu dengan hal lain yang lebih parah dari yang tadi."


Moon terdiam mendengar perkataan itu, lalu merilekskan badannya, "Fyuu, oke."


"Ayo kita lanjutkan," ajak Moon, dia berjalan memasuki sisi lain tempat tersebut setelah membuka pintu yang dijaga oleh para bandit tadi.


Pemandangan dibalik pintu tersebut, sangat berbeda dengan tempat yang sedang diinjaknya sekarang.


"Woah...."

__ADS_1


__ADS_2