Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
22. Fran


__ADS_3

Halo, sebut saja aku Fran. Seorang pemain dengan ras werebeast yang identik dengan serigala, yah bisa dibilang, aku memiliki penampilan seorang manusia biasa namun aku juga memiliki telinga dan ekor dari seekor serigala berbulu perak, jika aku sudah mengatakannya seperti itu, rambutku pun sudah pasti berwarna perak juga. Tidak hanya itu, kedua tangan dan kakiku juga dapat berubah menjadi wujud binatang jika aku menggunakan skill unik ras werebeast yaitu Rage.


Dengan menggunakan skill tersebut, kekuatanku akan meningkat drastis selama beberapa menit ke depan, ya paling lama, aku baru dapat melakukannya hingga 6 menit saja. Tapi, itu sudah tergolong ke dalam hal yang sulit, karena tidak ada pemain ras werebeast lain yang dapat menggunakan Rage lebih dari 5 menit selain diriku.


Uh-huh. Ketika aku sedang menikmati waktu berduaanku dengan Sina—seorang NPC ras werebeast imut lucu dan bertubuh kecil sepertiku, tiba-tiba saja sebuah pesan melayang di penglihatanku. Pesan itu memberikan sebuah quest, untuk pergi ke suatu tempat yang kebetulan sedang kami bicarakan berdua, tempat itu adalah Arachne's Lair.


Sina tiba-tiba menggoyangkan ekornya lalu memintaku untuk pergi ke tempat itu, katanya sih disana ada sebuah artefak kuno yang sangat berharga. Tapi, siapa yang peduli dengan hal itu, aku hanya peduli betapa imutnya Sina di depanku ini. Namun pada akhirnya, aku masih tetap saja tidak dapat menolak permintaan darinya dan segera berangkat ke Arachne's Lair.


Ketika aku hampir tiba di tempat tujuan, insting werebeastku mengatakan sedang ada pertarungan di dalam sana, di sebuah gua yang terlihat besar di bawah kaki gunung. Aku lantas memasuki tempat tersebut, semakin dalam aku memasuki tempat itu, semakin banyak jaring laba-laba yang tertempel di dinding gua, tidak hanya itu saja, ada banyak telur juga. Aku memutuskan untuk menghancurkan semua telur yang kulihat di sepanjang jalan sampai aku menemukan sebuah celah sisi lain gua ini, ketika aku tiba di ujung sana, hanya ada sebuah jurang yang dalam dan gelap di bawah sana.


Mungkin aku salah jalan? Tidak, insting werebeastku mengatakan ada sesuatu di dalam jurang ini. Aku melihat ke bawah lalu menarik nafas dan memutuskan untuk melompat kesana, takut? Tidak.


Untuk apa takut? Levelku sudah mencapai angka 3 digit dan statsku juga tinggi, hanya jatuh dari ketinggian seperti ini mungkin hanya mengurangi HP-ku sebanyak 0 poin! HAHAHA! YA, ITU BAHKAN TIDAK BERKURANG SATU POIN PUN, AKU YANG TERHEBAT!


Hmm? Aku merasa seperti ada yang sedang bertarung di bawah sana. Sebaiknya aku datang dengan gaya yang keren!

__ADS_1


***


"Sial! Cepat menjauh!" teriak Ryzen.


Ketika menyadari tubuh Arachne diselimuti oleh cahaya putih, Ryzen dan Moon bergegas menjauh dari sana. Tanpa mengetahui kalau itu bukanlah sesuatu yang harus mereka waspadai, dan harusnya mereka syukuri.


Bersamaan dengan kejadian itu, tempat itu tiba-tiba bergetar dengan hebat seakan diguncang oleh gempa yang sangat dahsyat. Mereka bahkan tidak mengetahui kalau mereka sedang berada di kedalaman yang sangat jauh di dalam perut bumi, meski diguncang dengan hebat, tidak terlihat tanda tempat itu akan runtuh.


"Hah, apa ini? Gempa?" kata Ryzen.


JDARR!!


"?!!" Moon terkejut.


"Hah, ada apa?!" ucap Ryzen sambil melihat ke arah keributan.

__ADS_1


Arachne menggigit lidahnya, "Sial."


Dan dalam sekejap, tempat Arachne berada tiba-tiba dipenuhi oleh debu tebal yang terangkat dari tanah yang terkena hantaman kuat dari sesuatu.


"Nfu-fu...."


Ryzen dan Moon melihat ke arah debu tersebut berkumpul, mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi dan apa yang baru saja jatuh dari langit-langit gua yang sekarang hancur dan jebol karena sesuatu yang terjatuh tersebut.


"Ehh, apa? Cuma segini aja nih?" ucap suara yang terdengar seperti suara anak kecil.


Perlahan, debu yang berkumpul di sekitar sana pun memudar dan menampakkan sesosok siluet yang mirip anak kecil namun dengan sepasang telinga hewan dan ekor panjang yang lebat.


"Siapa?" seru Ryzen.


Debu pun sudah sepenuhnya hilang, dan akhirnya menunjukkan sosok siluet tadi dengan jelas. Seorang anak kecil pendek kisaran sepuluh tahun, memiliki rambut perak dengan sepasang telinga dan ekor serigala dengan warna bulu yang sama dengan rambutnya. Matanya berwarna kuning emas dengan bentuk pupil khas dari hewan pemburu yaitu seperti jarum yang memiliki dua sisi yang tajam dengan posisi vertikal.

__ADS_1


"Heh! Sebut saja aku Fran!"


__ADS_2