Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
23. Artefak Kuno - The Fortune


__ADS_3

"Fran? Ah, maksudmu pemain top 1 di ranking ras werebeast?"


Mendengar pemain tersebut menyebutkan namanya yang terdengar tidak asing di telinga Moon, dia langsung bereaksi dan memastikannya.


"Tentu saja itu aku. Memangnya siapa lagi yang bernama Fran dan memiliki ras werebeast yang langka, ras serigala perak, selain diriku? Tidak ada, kan?"


Sambil menjawab pernyataan Moon, dia merendahkan tubuhnya dan terduduk di atas mayat Arachne yang belum menghilang menjadi kepingan poligon biru.


Moon bertanya lagi. "Tapi, apa yang top ranker lakukan disini? Ini kan hanya dungeon rendah...."


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Bagiku, ini adalah dungeon rendah. Tapi, untuk kalian, dilihat dari perlengkapan yang kalian pakai, bukankah dungeon ini terlalu sulit untuk kalian selesaikan? Lagipula, darimana kalian memasuki dungeon ini selain datang dari atas sana...."


Fran menunjuk ke atas, ke langit-langit yang telah berlubang karena ulahnya sendiri.


Mendengar pernyataan Fran. Ryzen dan Moon bertanya-tanya kebingungan, Ryzen menggaruk pipinya yang tidak gatal sambil bertanya. "Kamu bilang dungeon ini terlalu sulit untuk kami. Sebenarnya, apa dan tingkat berapa tempat ini?"


"Tempat ini disebut Arachne's Lair, sebuah dungeon tingkat C, biasanya dimasuki pemain level 40 ke atas. Kalian kesini tanpa mengetahui itu?"


"Aku tidak tahu ini adalah dungeon untuk level 40 ke atas.... Kami kesini karena menjalankan sebuah quest, tepatnya quest bersambung. Setelah berhasil menemukan seorang NPC bernama 'Lucius', kami mendapatkan quest lain untuk membunuh Arachne dan mendapatkan sebuah artefak kuno."


"Artefak kuno? Apa artefak yang kamu cari itu berupa sebuah cincin?"


"Aku tidak tahu, disini hanya menyebutkan untuk mengalahkan Arachne dan merebut artefak kuno.... Ngomong-ngomong, apa yang kamu—top ranker lakukan disini, katamu dungeon ini adalah tingkat rendah bagimu, lalu apa tujuanmu yang sebenarnya?"


Fran berdiri dan melompat dari atas mayat Arachne dan mendarat di tanah. Mayat Arachne tersebut akhirnya pecah menjadi kepingan poligon biru lalu menghilang.


Fran berjalan ke salah satu sisi dinding di tempat tersebut dan mengetuk-ngetuk permukaan dinding, seakan sedang memeriksa adanya jalan rahasia.


Tug! Tug!


Setelah mendapatkan bunyi ketukan yang terdengar berbeda, Fran berbalik 'tuk melihat Ryzen dan Moon yang sedang memerhatikannya.


"Tujuanku kesini, sama seperti kalian. Untuk mendapatkan artefak kuno, yang berupa sebuah cincin."


"?!!"

__ADS_1


Ryzen dan Moon terkejut setelah mengetahui tujuan top ranker itu sama seperti mereka. Setelah mengingat kembali tujuan quest-nya, Ryzen menyadari sesuatu dan menyimpulkannya sendiri.


'Mungkinkah, merebut artefak kuno itu bukan dari Arachne tapi merebutnya dari pemain itu. Jika memang begitu, ini akan sulit....'


Fran menyadari sesuatu dari wajah Ryzen yang memburuk.


"Kita berharap saja kalau artefak kuno itu bukanlah sebuah cincin. Atau mungkin, bisa saja ada dua artefak kuno di dalam sini." Sambil mengatakannya, Fran mengayunkan lengannya dan memukul keras dinding di belakangnya.


BRUAKKK!!


Di balik dinding yang dihancurkan oleh satu tangan berukuran kecil itu, terdapat sebuah jalan sempit yang diterangi oleh obor yang menyala di sepanjang jalannya. Jarak jalan sempit itu tidak terlalu panjang, karena meski dilihat dari luar saja, dapat terlihat sebuah peti yang terletak di atas batu di ujung jalan sempit tersebut.


"Ini... Jalan rahasia?"


Moon yang fokus melihat pada sesuatu di ujung jalan itu, menyadari ada sesuatu. "Apakah itu peti yang menyimpan artefak kuno?"


Fran berjalan masuk terlebih dulu. "Tidak ada yang tahu. Jika memang benar, berharap saja terdapat beberapa artefak kuno disana."


'Kuharap seperti itu....' batin Ryzen.


Kreaakk~!


Peti yang mereka pikir artefak kuno disimpan disana itu terbuka setelah berjam-jam mereka bertiga berusaha untuk membukanya. Peti tersebut terbuka oleh tinju Fran yang keras karena kesal.


"Woohh...."


"???"


"Apa itu artefak kunonya? Ada bola kristal, sehelai kain, dan—"


"Cincin! Ini dia!"


Fran langsung mengambil sebuah cincin ketika dia melihatnya disana. "Waaahhaa, bukankah cincin ini terlihat seperti cincin pernikahan?"


Jika diperhatikan, cincin yang dipegang oleh Fran itu memang terlihat seperti cincin pernikahan ataupun pertunangan. Dari mulai ukurannya, bentuk, batu permata yang indah berwarna merah di cincin tersebut, dan bahannya yang terlihat seperti terbuat dari logam berkualitas tinggi.

__ADS_1


Selain cincin yang diambil oleh Fran, masih ada dua benda lainnya yaitu bola kristal dan kain. Ryzen memeriksa keterangan kedua benda tersebut.


[Crystal of Fortune] (S)


Sebuah kristal yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Dipercaya kristal ini terbentuk dari tetesan air mata Dewi Keberuntungan yang mengeras.


* Useable item, menggunakan kristal ini dan menyatukannya dengan bahan untuk membuat perlengkapan akan memberikan efek dan stat tambahan pada perlengkapan tersebut.


[Arachne's Silk] (A)


Sebuah sutra yang dibuat oleh Arachne ketika dia masih seorang manusia.


"Ini, dua item rank S dan rank A...."


Ryzen melirik kepada Fran yang terobsesi dengan cincin di genggamannya itu.


"Hei Fran. Kamu bilang hanya butuh cincinnya saja, kan?" tanya Ryzen.


"Hah? Iya! Selain cincin ini, aku tidak butuh apapun lagi yang ada disini! Hahaha! Sina, aku tidak menyangka kamu membuatku kesini ternyata untuk cincin yang akan menyatukan kita berdua...."


Ryzen dan Moon tertawa canggung melihat tingkah Fran.


Mereka bertiga keluar dari tempat tersebut dan kembali ke tempat pertama mereka bertarung melawan Arachne yang dikalahkan one hit kill oleh Fran.


Fran menoleh ke atas, menyipitkan matanya. "Hmm, aku tidak bisa keluar dari sini lewat aku datang tadi.... Dungeon one way sialan, aku harus melakukan perjalanan jauh lagi untuk sampai di tempat Sina ku berada."


Memang benar, pintu masuk ke dungeon tersebut di desain hanya untuk bisa dimasuki saja. Pemain yang sudah selesai melakukan dungeon disana, jika ingin keluar maka harus memakai jalan keluar yang disediakan.


Artinya, pintu masuk dungeon itu harusnya hanya ada di jalan yang Fran lewati dan pintu keluarnya adalah pintu yang menghubungkan ruang bawah tanah dengan dungeon tersebut. Ryzen dan Moon tidak tahu kalau mereka memasuki dungeon lewat jalan yang seharusnya adalah jalan keluar. Hal tersebut seharusnya tidak dapat dilakukan oleh pemain, tetapi karena mereka berdua mengikuti petunjuk jalan yang diberikan oleh quest, mereka dapat melakukannya.


Setelah beberapa waktu, Fran menyadari sesuatu dan seketika melihat Ryzen dan Moon.


"Oh iya, bagaimana bisa kalian ke dungeon ini? Maksudku, tidak mungkin kan bagi kalian memasuki dungeon ini lewat jalan itu?" Fran menunjuk ke atas, sementara Ryzen menunjuk ke arah pintu besi besar. "Hmm? Kami kemari lewat jalan di sebelah sana...."


"Bukannya itu jalan keluar? Bagaimana kalian bisa masuk lewat jalan keluar satu-satunya dungeon ini?"

__ADS_1


Ryzen dan Moon menggelengkan kepala dan mengangkat bahu mereka bersamaan.


__ADS_2