Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
28. Cowardly Clown II


__ADS_3

"Ghoul di siang hari, eh? Terlebih saat matahari tepat berada di atas kita?"


endus-endus. "Aku mencium sesuatu yang mencurigakan!" ucap salah satu dari mereka.


Orang tersebut berpenampilan seperti seekor serigala liar, dengan rambut putih panjangnya seperti bulu serigala, mata merah dan pakaian yang terbuat dari bahan yang minim misalnya kain tipis sobek-sobek. Dia berpose berlutut, meletakkan tangannya di tanah di depannya, jelas seperti seekor kucing yang sedang duduk. Untuk sekali lagi, dia mengendus udara.


"Witch..? Bukan, bau ini.... Necromancer!!"


Seperti seekor serigala lapar, dia dapat mengendus bau dengan jarak yang sangat jauh. Necromancer yang dia sebutkan tadi, berada di dalam bawah reruntuhan tersebut.


"Disana!!"


Dia berlari layaknya seekor binatang berkaki empat, masuk ke dalam salah satu bangunan yang menuju ke bawah tanah di reruntuhan tersebut.


"OKA!"


Pemimpin kelompok itu-si penutup mata- menyerukan nama anggota partynya yang berlari sendiri ke dalam reruntuhan atau tepatnya ke dalam sebuah dungeon. Setelah melihat orang yang seperti binatang buas itu menghilang ke dalam dungeon, dia memfokuskan kembali perhatiannya ke sekitarnya, memerintahkan anggotanya.


"Tahan para ghoul selama mungkin, sampai mantranya selesai!"

__ADS_1


"Baik, bos!!"


Semua orang sibuk berhadapan dengan para ghoul sementara Liass menyelesaikan mantra sucinya. Semua kecuali Jesper, disaat yang lain terfokuskan perhatiannya pada ghoul, Jesper dengan tenangnya bersembunyi dan duduk di balik puing-puing reruntuhan sambil mengecek barang-barang yang di daftarkan pada daftar lelang malam nanti.


Uhem, meskipun sedang login di game, para pemain tetap bisa mengakses internet melalui fitur 'NET'. Dengan fitur tersebut, para pemain dapat mengakses internet namun terbatas hanya untuk site yang dikelola ataupun yang sudah bekerjasama dengan perusahaan pengembang FSO.


"Hmm, hmm, barang lelangnya tidak ada yang menarik, kurasa aku akan pass untuk pelelangan minggu ini."


Pelelangan dimulai saat malam hari saat weekend, tepatnya minggu malam sekitar jam 7 hingga jam 9 malam. Pelelangan item itu juga disiarkan di channel stream official FSO, pemain bisa memasang harga secara langsung dengan menghadiri gedung pelelangan yang terletak di Trade City yang dikenal dengan Billion City atau pemain juga bisa memasang harga secara online di situs official FSO Auction sambil menonton jalannya pelelangan di streamnya.


Jesper menutup panel transparan, lalu membuka kembali panel transparan yang berbeda. Dia menekan panel tersebut beberapa kali lalu menutupnya kembali.


"Ayo kita akhiri ini."


Jay dan Rose, meski mereka sering berseturu dan terlihat bermasalah satu sama lain, tetapi sebenarnya mereka berdua bekerja dengan saat baik dalam serangan kombinasi mereka berdua. Mungkin ini yang disebut dengan, semakin sering kalian bertengkar, maka semakin kuat juga ikatan yang terbentuk? Misalnya, seperti di cerita-cerita romansa anak SMA, yang pada awalnya bermusuhan lalu di akhir malah saling su- ehem! Ini bukan saatnya untuk itu.


"Multi Shoot!"


Rose menembakkan 6 panah sekaligus ke depan dalam bentuk kipas, dan semua tepat mengenai ghoul yang menyergap mereka. Lalu, disusul dengan serangan dari Jay dan kedua belatinya.

__ADS_1


"Raven Dance!"


Dia menyerang bagaikan dia adalah seekor gagak dengan kawanannya, dia menebas semua ghoul di depannya dengan cepat, terlalu cepat sampai membuat ilusi kalau disana terdapat beberapa clone dirinya yang ikut menyerang para ghoul tersebut. Serangannya itu diakhiri dengan dirinya menyilangkan tangannya dengan belati yang sudah tersimpan di sakunya seakan dia tidak pernah mengeluarkannya.


"Easy!"


Setelah mengatakan itu, puluhan tebasan pun muncul di belakangnya, tempat dimana para ghoul berada. Lalu beberapa detik kemudian, tubuh para ghoul terkoyak-koyak dan hancur. Tapi, karena ghoul hanya bisa dikalahkan dengan mantra suci atau cahaya, tubuh mereka akhirnya beregenerasi kembali bersamaan dengan hilangnya bagian tubuh mereka yang terkoyak.


"Easy, pala kau!"  Rose melemparkan sepatu ke kepala Jay.


"Oi, sopan dikit!" Jay marah.


"Bodohkah kamu? Kamu lupa mereka tidak bisa dibunuh dengan serangan biasa?"


"Eh?"


"Matamu 'Eh?' !!" Rose melempar satu sepatu lagi ke wajah Jay.


bla-bla-bla....

__ADS_1


Si penutup mata menguap ketika melihat perseteruan mereka berdua, lalu dia menggelengkan kepalanya. "Dasar anak muda..."


__ADS_2