Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
21. Arachne III


__ADS_3

"Ahh, hidangan selanjutnya sudah tiba, ya?"


Suara tersebut terdengar menggema dan seperti berasal dari kedalaman bumi, suara yang berat namun juga tercampur dengan suara seorang perempuan yang terdengar bernada tinggi.


Saat mereka mengetahui pemilik suara tersebut, yang ternyata adalah milik dari sebuah makhluk besar yang memiliki sebagian besar tubuh bagian bawahnya adalah laba-laba dan mulai dari perut sampai kepalanya adalah manusia, tepatnya adalah tubuh dari seorang wanita manusia, ehem, tentunya tubuh itu berbusana menutupi area yang menjadi simbol bagi kebanyakan wanita. Selain itu, kulit tubuh manusianya sedikit berwarna gelap dan tubuh laba-labanya berwarna hitam pekat yang tak sedikitpun memantulkan cahaya.


"Ah, apa ini? Sebuah keluarga dari pasangan pemuda-pemudi yang kelihatannya masih berumur belasan tahun?"


Makhluk itu, melihat mereka bertiga dengan tatapan mata penuh gairah yang menandakan betapa besar keinginannya untuk memakan mangsanya tersebut. Selain Ryzen dan Moon, hanya Lucius saja yang bergetar ketakutan ketika merasakan tatapan tersebut, karena bagi Ryzen dan Moon yang sebagai seorang pemain, mungkin tatapan tersebut hanya akan memberikan mereka sebuah status debuff saja dan jika mereka mati, mereka masih dapat hidup atau bermain kembali setelah 2 jam hukuman. Tapi, bagi Lucius yang seorang penghuni atau NPC, tentu dia hanya memiliki satu nyawa saja, jika mati tidak akan bisa hidup kembali kecuali jika dihidupkan oleh sihir tertentu.


"Jadi kau Arachne? Tidak se-erotis yang kubayangkan," ucap Ryzen sambil melihat pada makhluk itu.


Ketika dia selesai berkata seperti itu, tiba-tiba saja dia merasa seperti sesuatu yang tajam sedang diarahkan pada belakang lehernya.


"Apa. yang. dia. bayangkan?" ucap Moon seperti bergumam tapi terdengar keras dengan jeda di setiap katanya, sebuah aura hitam juga terlihat seperti menyelimutinya.


"Hoo~. Bukankah kamu kurang sopan padaku, bocah?"

__ADS_1


Arachne memberi tatapan yang mengintimidasi bahkan sampai Lucius yang berdiri agak jauh di belakang Ryzen terkena dampaknya, yaitu nafasnya menjadi sesak seakan udara di sekitarnya sedang ditekan dan lenyap. Tapi bagi Ryzen dan Moon, meski tidak separah Lucius, mereka tetap mendapatkan status debuff yang mengurangi semangat mental mereka untuk bertarung dan alhasil debuff itu berhasil mengurangi stats mereka sebanyak 20% selama 2 menit.


"Bukannya aku tidak sopan, tapi, aku masih normal. Manusia mana yang bergairah ketika melihat makhluk campuran sepertimu?" ejek Ryzen sambil mengangkat senjatanya.


Begitu melihat Ryzen mengangkat senjatanya, Moon juga ikut bersiap dan membuat jarak sambil membawa Lucius jauh dari area pertempuran akan berlangsung, dimana lagi kalau bukan di sisi lain gerbang besi itu.


"KAU, MANUSIA RENDAHAN!" amuk Arachne.


Arachne melompat ke belakang lalu menembakkan beberapa jaring berbentuk jarum dari tubuh laba-labanya.


"Pergi, cari tempat yang aman." Moon hanya bisa mengantar Lucius sampai depan gerbang besi, sisanya harus Lucius lakukan sendiri. Setelah memahami situasinya, Lucius mengangguk dan segera berlari lebih jauh.


Ketika Moon berhasil kembali ke tempat pertarungan Arachne, keadaan tempat itu sudah jauh berbeda dari saat awal mereka memasukinya. Sekarang, tempat itu sudah dipenuhi retakan dan jaring dimana-mana, dan itu semua terjadi hanya dalam beberapa saat.


Ryzen masih berdiri tegap melawan Arachne tanpa kehilangan satu poin HP, itu karena dia terus menghindari semua serangan dari Arachne. Tapi, menghindar ada batasnya, karena stamina, adalah fitur yang paling menyebalkan di saat melawan musuh yang kuat. Moon menyadari hal tersebut, rekannya tidak akan bisa menang jika terus menghindar, maka dari itu satu hal yang harus dilakukan seorang ranged class di sebuah tim adalah membantu melee class mereka.


Shoot! Whoosh!

__ADS_1


Sebuah panah yang dilapisi gelombang angin yang terlihat tajam seperti pisau ditembakkan oleh Moon, panah itu mengarah ke bagian tubuh manusia dari Arachne dengan cepat. Tapi, siapa sangka serangan yang cepat itu dapat dihentikan oleh naluri buas dari sang monster laba-laba Arachne menggunakan jaringnya yang muncul bahkan dari tubuh manusianya.


"Tembakan yang bagus, tapi, kekuatannya masih sangatlah lemah untuk menembus pertahananku."


Arachne melempar kembali panah tersebut yang sudah kehilangan elemen angin yang menyelimutinya. Namun, meski begitu, karena terlalu cepatnya panah itu dilempar, dalam satu detik saja panah tersebut sudah tertancap di tanah di belakang Moon.


"Ap—? Moon!" teriak Ryzen.


"?!!"


Beberapa saat kemudian, Moon kehilangan setengah dari poin HP-nya yang masih penuh, dan pipinya tergores oleh serangan kilat tersebut dan meninggalkan sebuah bekas goresan namun bekas tersebut terlihat berwarna biru seperti sebuah data program.


Setelah melakukan hal itu, Arachne terlihat seperti sedang akan melakukan sesuatu yang pastinya akan buruk bagi Ryzen dan Moon.


"Apa kalian sudah tahu, perbedaan kekuatan di antara kita?" ucapnya. Setelah sejenak, dia melanjutkan, "... Karena sudah tahu, dan aku sudah terlalu lapar, lebih baik aku segera menyelesaikan ini."


Tubuh dari Arachne memancarkan cahaya putih yang kian menyelimutinya, seakan cahaya itu melahapnya.

__ADS_1


"Sial! Menghindar!!"


Ryzen dan Moon tidak mengetahui bahwa cahaya itu bukanlah sesuatu yang perlu mereka khawatirkan, karena cahaya itu datang dari seorang penyelamat yang datang bersamaan dengan gemuruh tempat tersebut.


__ADS_2