
Ryzen telah tiba di lapangan, sebuah tempat yang dipenuhi dataran hijau sejauh mata memandang, langit yang cerah dan matahari yang bersinar terang, serta membawa angin sejuk di dataran luas itu, Greenfield.
Greenfield dipenuhi oleh monster mob berlevel rendah, tapi bukan berarti tempat tersebut hanya dihuni monster saja. Ada juga bahan berlevel rendah untuk membuat sesuatu atau disebut dengan istilah produce, seperti tanaman obat, bebatuan, dan lainnya yang didapatkan dari item drop suatu monster.
Greenfield juga adalah tempat yang cocok untuk pemain yang baru mulai bermain dan memiliki karakter dengan level rendah, untuk melakukan farming exp—yaitu pekerjaan membunuh monster untuk menaikkan level hingga titik tertentu. Sayangnya, tujuan Ryzen berada disana bukanlah untuk berburu monster, tapi untuk menjalankan questnya, yaitu mengumpulkan Medicine Herb dan Normal Stone.
Ryzen berada di sebuah area luas dimana terdapat banyak sekali Medicine Herb tumbuh, dan berkumpul di dalam satu tempat seperti sebuah lautan.
"Gila! Banyak sekali!" teriak Ryzen terkejut.
Ryzen sungguh terkejut melihat lautan tanaman berbentuk seperti semanggi yang memiliki empat daun, yang berwarna hijau sedikit keputihan itu. Dia menggaruk kepalanya, seiring berjalan di antara tanaman-tanaman tersebut.
"Semua ini adalah Medicine Herb, aku tidak percaya ada banyak sekali jumlahnya, terlebih lagi ini semua berada di satu tempat yang sama," ucap Ryzen.
Ryzen menganalisa area itu, bahkan sempat mengecek deskripsi tanaman itu yang memang semuanya adalah Medicine Herb. Dia berhenti melangkah, lalu mulai meregangkan tangan dan kakinya sambil melihat sekelilingnya.
"Aku tidak tahu apa aku akan bertahan sampai berhasil mencabut 50 lembar."
Ryzen mulai mencabuti tanaman tersebut satu per satu, setiap kali dia mengambil tanaman itu, dia langsung memasukkan ke dalam panel inventory-nya yang melayang di sebelahnya. Jika dilihat dari sudut pandang orang lain, setiap kali dia memasukkan Medicine Herb ke dalam inventory bersama dengan tangannya, itu akan tampak seperti menghilang.
30 menit berlalu, Ryzen sudah mengumpulkan Medicine Herb lebih dari yang diminta oleh Laiten. Sebagai gantinya, dia kini sedang terkapar di antara tanaman itu.
"Staminaku habis," ucap Ryzen pelan.
"{Anda kehabisan stamina!}", "{Mendapat status lumpuh selama tiga menit!}"
"Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini jika staminaku sampai habis..., ini tidak terlalu buruk."
Ryzen menikmati istirahat tiga menitnya, sambil memandangi langit biru. Namun, tak lama kemudian, sebuah bayangan hitam menutupi pandangannya dan membuat langit biru tidak lagi berwarna biru di matanya.
"Hei, siapapun itu, bisakah kau menyingkir? gara-gara bayanganmu, langitnya birunya menghilang," pinta Ryzen kasar.
Namun, tidak ada yang merespon permintaannya itu. Ryzen menolehkan kepalanya ke atas, mencoba untuk melihat sosok orang yang berdiri di belakangnya. Ketika dia berhasil menemukannya, ternyata yang berada di belakangnya bukanlah seorang pemain ataupun NPC, tetapi seekor ba-bi hutan berbulu, di atasnya melayang sebuah tanda merah dengan angka 5.
"Tunggu, apa?"
__ADS_1
Tatapan mereka saling bertemu, yang mana membuat Ryzen terkejut dan panik. Setelah dipikir-pikir olehnya, bayangan yang menghalanginya itu memang tidak mirip dengan bayangan dari manusia.
Binatang besar berbulu itu mendengus, dari lubang hidungnya keluar asap putih. Ba-bi hutan itu bergerak mengubah arah posisinya, itu mengarah kepada Ryzen yang sedang terkapar.
"Tu-tunggu sebentar! aku baru saja bermain game ini!" celetuk Ryzen.
Ryzen berusaha keras untuk bernegosiasi dengan ba-bi hutan berlevel 5 tersebut, tapi itu adalah sebuah tindakan yang asal dan aneh untuk melakukannya, terlebih lagi untuk bernegosiasi dengan seekor ba-bi yang merupakan bagian dari monster mob.
Menghiraukan manusia yang sedang terkapar menatapnya, ba-bi hutan bersiap untuk menyerang atau tepatnya menanduknya dengan sepasang gading putih gagah miliknya.
Ryzen memejamkan matanya, dia sudah menyerah untuk bernegosiasi dengan seekor ba-bi hutan yang tidak mengerti ucapannya. Tetapi kemudian, dia mendengar sebuah suara yang menyelamatkannya.
"{Stamina anda sudah pulih!}"
Sebuah suara sistem itu memberitahunya, bahwa staminanya sudah terisi kembali, dan itu artinya 3 menit sudah terlewati dan dia mendapatkan tubuhnya kembali. Segera setelah suara tersebut mencapai telinganya, Ryzen berguling ke samping dengan cepat, tepat sebelum serangan ba-bi hutan itu mengenainya.
"Waha! Nice timing!" kata Ryzen sambil mengepal tangannya.
Meski dapat menghindari serangan itu, lalu selanjutnya apa yang akan dia lakukan?
Melihat ba-bi itu tampak waspada, Ryzen melirik ke kiri dan kanannya, berdiri tegak dan seakan memandang rendah ba-bi hutan itu. Senyumannya berubah menjadi sinis, membuat ba-bi hutan tersebut semakin siaga.
"Heh!"
Ryzen langsung berlari dengan cepat ke arah timur, itu adalah arah menuju ke kota. Kaget melihat lawannya tiba-tiba berlari seperti seekor tikus yang dikejar oleh kucing, ba-bi hutan itu mendengus sampai mengeluarkap asap dari hidungnya dan mengejar Ryzen.
"Uwaahh!! hewan liar berbulu itu terus mengejarku!"
Disaat mereka sedang asik bermain kejar-kejaran layaknya sebuah adegan drama India, sebuah panah terbang melesat dengan cepat hampir mengenai Ryzen, dia reflek menghindari panah tersebut dan pada akhirnya itu malah mengenai ba-bi hutan yang mengejarnya, tepat di kepalanya.
Tidak lama kemudian setelah ba-bi hutan itu tertusuk oleh panah yang menancap dalam di kepalanya, tubuh ba-bi itu menjadi bersinar dan hancur menjadi kepingan poligon biru yang disertai suara sebuah kaca pecah.
"Eh?"
Ryzen melihat ke arah ba-bi tersebut menghilang, lalu mengalihkan pandangannya ke depan. Jauh di depannya, terlihat sosok orang yang membawa sebuah panah panjang beserta kantung yang berisi banyak anak panah sedang berlari ke arahnya.
__ADS_1
"Seorang Archer, kah?" gumam Ryzen.
Kemudian, sebuah suara menyadarkannya.
"Kau tidak apa-apa?"
Suara itu berasal dari orang bersenjatakan panah tadi, setelah jarak mereka cukup dekat. Ryzen dapat melihat jelas penampilan dari orang tersebut. Seseorang yang memiliki kursor hijau melayang di kepalanya, dengan penampilan seorang manusia bergender perempuan berambut ungu pendek, namun memiliki rambut samping yang panjang. Irisnya berwarna biru seperti langit yang pernah dilihatnya tadi, dan tampang wajah pemain tersebut terlihat seperti seseorang yang mempunyai kepribadian yang dingin dan selalu waspada.
"Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat...." Ryzen menggerakkan seluruh tubuhnya untuk menunjukkan sebuah testimoni, "Ngomong-ngomong, terima kasih bantuannya."
"Tidak masalah. Lagi pula niat awalku bukan untuk membantu," ucap pemain itu, dia berjalan melewati Ryzen untuk mengambil item drop ba-bi hutan tadi.
Ryzen berbalik dan melihat senjata pemain tersebut yang disandarkan pada punggungnya bersama kantung anak panahnya.
"Kamu seorang Archer?" tanya Ryzen.
Pemain tersebut selesai mengambil item drop yang dimaksud, kemudian berdiri dan berbalik melihat Ryzen.
"Bukan, aku seorang Thief. Levelku masih rendah untuk mencapai class yang kau maksud...." ucap pemain itu.
Pemain dengan class Thief itu terlihat sedang menggeser dan menekan udara kosong, ketika Ryzen hendak memberikan pertanyaan lagi. Pemain tersebut tiba-tiba pergi ke arah utara, tempat dimana hutan berada.
"Maaf, aku harus pergi."
Ryzen yang kebetulan akan pergi ke hutan untuk mengumpulkan Normal Stone, berseru pada pemain tersebut.
"Kamu pergi ke arah hutan, kan? bolehkah aku ikut?" seru Ryzen sambil berlari ke arah utara juga, menyusulnya.
"Tentu, tapi aku tidak akan melindungimu," ucap pemain itu.
"Terima kasih!" balas Ryzen.
Mereka berdua akhirnya pergi ke hutan bersamaan. Ryzen yang melihat pemain itu dari belakang, merasa takjub padanya.
'Dia menggunakan sebuah panah di game seperti ini, bukankah itu hebat?' batin Ryzen.
__ADS_1
Ryzen hanya bisa terus tersenyum memikirkan hal tersebut.