Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
4. Town Of Beginning


__ADS_3

Setelah melalui beberapa tahap seperti; pembuatan akun dan penyusuaian penampilan dari karakternya, Ryzen—nama dari karakter yang dimainkan di Fantasy Star—mendapati dirinya berada di sebuah jalanan kota, tepatnya di dekat sebuah air mancur yang biasanya menjadi tempat yang ramai dikunjungi orang dan terletak di tengah-tengah kota.


Ryzen melihat banyak orang bersenjata dan berpenampilan layaknya seorang pemburu, ksatria, petualang, dan lainnya. Lalu dia memandangi sekelilingnya, melihat keindahan kota di dunia virtual untuk pertama kalinya, merasakan udara yang menyentuh kulit membuatnya merasa sejuk, kemudian dia melakukan beberapa gerakan seperti peregangan dan memukul udara.


Orang-orang langsung melihatinya ketika Ryzen melakukan hal tersebut, beberapa ada yang tersenyum dan tertawa, ada juga yang merasa jijik.


"Lihat, sepertinya orang itu pemain baru."


"Apa yang orang itu lakukan? Apa ini pertama kalinya dia bermain game virtual?"


"Sepertinya dia akan menjadi beban dalam sebuah team party, ew."


Ryzen tidak memperdulikan kata orang-orang itu, dan menyadari bahwa ada sesuatu yang menyerupai bola berwarna hijau yang mengapung di atas kepala orang-orang tersebut.


"Hmm, apa itu kursor pemain?"


Bola hijau itu yang disebut sebagai "player's cursor" atau "kursor pemain" berfungsi sebagai penanda, bahwa orang tersebut adalah seorang pemain, dan dengan kursor tersebut, akan lebih mudah untuk membedakan antara pemain dengan NPC atau Non Player Character—karakter yang sudah disetel dan memiliki script-nya sendiri untuk melakukan suatu hal.


Ryzen menoleh ke atas, menemukan kursornya yang sama seperti pemain lain, mengapung di atas kepalanya.


"Lalu, mengecek status...."


Sebuah panel transparan muncul ketika Ryzen mengusap udara kosong di depannya, panel tersebut menampilkan sebuah daftar tombol yang dimulai dari; Character, Inventory, Quest, Social, dan Setting.


Ryzen menekan tombol yang terletak paling atas, yaitu Character. Setelah menekannya, sebuah panel baru dengan tiga pilihan tombol; Stats, Title, dan Skill, muncul di udara kosong. Lagi, ia menekan tombol yang paling atas, Status, lalu panel tersebut berubah tampilan.


———


Name: Ryzen


Level: 0


Guild: —


SP: 0


STR 3, AGI 3, INT 6, VIT 2, LUCK 4

__ADS_1


Karma: 0


———


Panel itu menampilkan sebuah statistik data karakter dari Ryzen. Dari semua yang ditampilkan, sudah tidak asing lagi baginya untuk melihat identitas dan data kekuatan di panel status sebuah game RPG. Yang menarik perhatiannya adalah status yang bernama 'Karma' yang terletak paling bawah panel, status itu sendiri memiliki sebuah parameter yang memiliki dua varian warna yaitu merah dan biru, yang dibatasi oleh garis putih dengan angka 0 di tengah.


"Status karma, baru kali ini aku melihatnya. Kalau ini menyangkut dengan arti kata karma, mungkin saja status ini berfungsi sebagai pengukur sifat karakter?" gumam Ryzen.


Setelah mencoba menelitinya lagi, dia menemukan sebuah ikon berbentuk tanda tanya di ujung status karma itu. Ryzen menekannya, lalu muncul panel kecil yang menjelaskan tentang karma tersebut.


Penjelasan mengenai status tersebut ternyata sama dengan apa yang dipikirkan oleh Ryzen sebelumnya. Karma disini berfungsi sebagai pengukur baik atau jahatnya suatu karakter, Ryzen memiliki karma nol, maka karakternya termasuk dalam golongan netral.


"Ah, begitu."


Ryzen menutup semua panel yang terlihat, lalu kembali memeriksa tubuh dan perlengkapannya. Dia hanya memakai sebuah pakaian yang terbuat dari kain tipis, serta mengenakan pelindung dada dan sepatu yang terbuat dari kulit.


"Yaa... namanya juga perlengkapan untuk pemula, apa yang kuharapkan," ucap Ryzen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ryzen berjalan tanpa tahu tujuan mau pergi melakukan apa, saat dia mengecek inventory-nya, dia memutuskan untuk pergi ke toko senjata terlebih dahulu.


"Aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa dulu, tidak ada quest dan juga storyline-nya," keluh Ryzen.


Pengalaman bermainnya di sebuah permainan dengan mekanisme yang berbeda dengan biasanya, sungguh membuatnya kebingungan harus melakukan apa. Ryzen mengatakan sesuatu seperti storyline atau jalan cerita sebuah game, yang biasanya terdapat di game-game RPG. Namun, kali ini sangatlah berbeda, di Fantasy Star, tidak ada storyline prolog ataupun quest awal yang biasanya langsung muncul ketika mulai bermain game RPG.


Karena itulah, dia tidak tahu harus melakukan apa, yang dapat dipikirkan oleh kepalanya hanya untuk berpetualang dan segera untuk memburu monster, makanya dia memutuskan untuk pergi ke toko senjata terlebih dulu.


Ryzen telah sampai di toko senjata lainnya, tempat itu lebih sepi dari toko yang pertama dia datangi, hanya ada satu atau dua orang saja yang mengunjungi toko ini. Ryzen memasuki toko itu dan mulai mencari senjata yang cocok untuknya.


"Beratnya sudah pas, tapi ketajaman bilahnya sepertinya sudah agak tumpul," ucap Ryzen ketika memeriksa kualitas sebuah pedang yang ditempa dari perak.


"Tidak, tunggu, kurasa ini bukan masalah tumpul atau tidaknya sebuah senjata. Asal damagenya besar, siapa yang peduli dengan ketumpulan sebuah pedang? akan kucoba periksa detailnya," gumam Ryzen.


Seperti yang sudah dibacanya dari buku panduan, cara untuk memeriksa data dari sebuah benda, yaitu, cukup dengan memusatkan pandangan pada barang yang akan diperiksa. Ryzen melakukan hal tersebut, lalu muncul sebuah panel transparan dari pedang itu.


———


Iron Sword

__ADS_1


Damage 20 ~ 25


Durability: 23/100


———


Ryzen hampir menyemburkan air dari mulutnya saat melihat data pedang di tangannya itu, tidak terkira olehnya, durability dari pedang tersebut sangatlah rendah.


"Itu menjelaskan kenapa pedangnya sudah agak tumpul dan menjadi bergerigi seperti ini," kata Ryzen sambil terbatuk, lalu menaruh kembali senjata itu.


Ngomong-ngomong soal durability atau kata lainnya adalah daya tahan, seperti namanya, kata itu digunakan untuk mengukur kualitas seperti ketajaman dan ketahanan sebuah senjata, semakin tinggi poinnya, maka serangan yang diberikan semakin tinggi pula. Sebaliknya, semakin rendah poin durability-nya, maka semakin rendah pula serangannya.


"Dengan durability seperti ini, damage yang diberikan mungkin hanya setengahnya saja, kenapa mereka menjual senjata yang sudah rusak? sudah pasti tidak akan ada yang membelinya," gumam Ryzen.


Ryzen lanjut mencari senjata, disaat dirinya sedang memeriksa senjata pedang lainnya. Seseorang memasuki toko tersebut dan mengambil pedang rusak yang dia bilang, tidak akan ada orang yang mau membeli pedang tersebut.


"Hmm, pedang ini juga sama."


"Hei, kamu!"


Disaat Ryzen hendak menaruh pedang itu, terdengar suara seruan bernada tinggi. Dia berhenti sesaat dan mencoba memeriksa sekitarnya, sudah tidak ada siapapun di toko itu selain dia dan seorang pemain bergender perempuan yang sedang berdiri di depan meja kasir.


"Jika kamu mengira suara tadi untuk memanggil orang lain, maka kamu salah," kata pemain tersebut.


"Jadi, kamu memanggilku?" tanya Ryzen sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Tentu saja, siapa lagi? tidak ada orang lain disini, selain aku dan kamu," jawab pemain itu sambil berkacak pinggang.


"Ada urusan apa?" tanya Ryzen lagi.


"Kalau kamu tidak membeli pedang di tanganmu itu, sini, berikan padaku."


"Kenapa? pedang ini sudah tumpul dan rusak, sama seperti pedang yang kau ambil itu," ucap Ryzen, matanya melirik pada pedang yang disimpan di meja kasir.


"Heh! Karena aku seorang blacksmith!" ucap pemain tersebut dengan lantang dan bangga.


Ryzen menaikkan alisnya dan berkata, "Terus kenapa jika kamu seorang blacksmith?"

__ADS_1


__ADS_2