Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
5. Quest Sang Blacksmith


__ADS_3

Ryzen bergantian melihat pemain perempuan itu lalu ke pedang yang sudah rusak dan bilah bergerigi di tangannya. Kemanapun dia menggerakkan pedangnya, mata dari pemain itu mengikutinya, layaknya seekor peliharaan yang sedang bermain dengan mainannya. Kemudian, Ryzen menyeringai, dia berjalan dan membuka pintu toko itu.


"Kamu mau ini?" ucap Ryzen menyeringai.


"Y-ya!" balas pemain itu mengangguk beberapa kali.


"Kalau begitu..., tangkap!"


Ryzen melempar pedang tersebut keluar, seketika, pemain perempuan itu bereaksi seperti kucing dan mulai berlari mengejar pedang yang dilempar tersebut. Ryzen menutup pintunya, lalu menepuk tangannya dan kembali melihat-lihat senjata.


"Oke, uhh, ini bagus," ucap Ryzen ketika memeriksa sebuah tombak panjang.


———


Steel Spear


Damage 17 ~ 21


Durability: 92/100


———


"Masalahnya, aku tidak tahu cara menggunakannya, ini tidak seperti game yang kumainkan lewat keyboard."


"Meski tidak pernah memakai tombak sebelumnya, kalau kamu memiliki class yang cocok dengan senjatanya, yaitu Spearsman atau Explorer, kamu akan bisa menggunakannya secara ajaib," ucap suara itu.


Ryzen berbalik, dan melihat pemiliki suara tersebut. Seorang pemain bergender perempuan berambut oren, dan memiliki mata hijau sama sepertinya. Ya, itu adalah pemain yang sama, yang dengan bangga menyatakan dirinya adalah seorang blacksmith.


"Yah, tapi akan lebih bagus lagi kalau kamu memang punya pengalaman dengan sebuah tombak atau tongkat di dunia nyata," lanjut pemain itu.


"Seperti Weapon Proficiency, begitu?" tanya Ryzen.


"Ya, semakin sering kamu menggunakan suatu senjata untuk membunuh monster, maka keahlian karakter untuk menggunakan senjata itu akan meningkat. Pengalaman tubuh aslimu juga akan terhitung sebagai nilai bonus pada karaktermu, misalnya, jika kamu melatih permainan tongkat panjang atau tombak hingga titik tertentu, akan ada kemungkinan karaktermu mendapatkan skill unik," kata pemain itu, dia terlihat seperti menikmati setiap pokok pembicaraannya.


"Ah, aku mengerti, terima kasih!"


Ryzen mengangguk pelan, lalu menaruh kembali tombak tersebut. Pemain perempuan itu menaikkan alisnya, dan melihat pada tombak yang baru saja ditaruh kembali.


"Kamu tidak jadi membelinya?" tanya pemain itu.


"Katamu, untuk menggunakan tombak harus memiliki class Explorer atau Spearsman, atau juga memiliki pengalaman nyata terkait senjata ini, kan?" ucap Ryzen.


"Benar, terus kenapa...?"


Ryzen merespon dengan senyum tipis. Pada awalnya, pemain tersebut kebingungan, tapi kemudian dia tersadar akan sesuatu.


"Ah, aku mengerti. Kamu baru memulai game ini dan tidak memiliki class," kata pemain itu sambil menganggukkan kepala.


"Bingo!" Ryzen membentuk sebuah pistol dengan jarinya dan menunjuk pada pemain itu.

__ADS_1


Pemain perempuan itu mengelus dagunya, terlihat seperti sedang larut dalam pikirannya. Sementara itu, Ryzen melanjutkan pencarian senjata untuknya. Sudah sekitar 5 menit dia mencari senjata, namun tidak ada yang lebih bagus dari tombak tadi.


"Nah, hei," panggil pemain tersebut.


Ryzen langsung merespon panggilan itu dan menoleh ke belakang, karena dia satu-satunya orang yang ada disana yang dapat dipanggil oleh pemain perempuan itu. Setelah pandangan mereka bertemu, Ryzen menaikkan alisnya.


"Kenapa?"


"Bagaimana kalau begini, aku akan memberimu sebuah pedang dengan gratis. Namun, sebagai gantinya, bisakah kamu mengumpulkan Medicine Herb dan Stone untukku? masing-masing lima puluh buah." ucap pemain itu.


"Darimana letak kegratisannya kalau aku masih diharuskan bekerja untuk mendapatkannya?" celetuk Ryzen.


"Kalau tidak mau, ya sudah."


Pemain itu berbalik, namun Ryzen segera meraih tangannya.


"Siapa bilang aku tidak mau? aku akan melakukannya, hanya mengumpulkan item saja, kan?"


Pemain perempuan itu tersenyum, lalu kembali berbalik memandang Ryzen. Dia mengusap udara kosong dan terlihat seperti sedang menekan sesuatu, beberapa saat kemudian, panel transparan muncul di pandangan Ryzen.


"{Laiten meminta untuk menambahkan teman.}"


Panel itu memberi dua pilihan, "Yes" dan "No", dengan keterangan yang sama seperti yang dikatakan oleh suara sistem.


"Agar lebih mudah untuk berkomunikasi, lebih baik untuk menambahkan teman terlebih dahulu," ucap pemain tersebut, yang menggunakan nama Laiten.


Ryzen menekan tombol "Yes", lalu panel itu berubah menjadi panel yang lebih kecil, yang bertuliskan, "Anda berhasil berteman dengan Laiten!", lalu Ryzen menutup panel itu.


Player's Quest adalah salah satu fitur yang ada di Fantasy Star, dengan fitur ini, pemain dapat memberikan atau menerima quest dari pemain lainnya. Syarat untuk memberikan quest pada pemain lain yaitu; harus ada Tujuan Quest dan Rewardnya.


Format quest yang diberikan oleh Laiten adalah sebagai berikut.


———


Quest: Laiten's Quest I


From: Laiten


Objective Quest: Gather 50 of Medicine Herb and Stone.


Medicine Herb (0/50)


Stone (0/50)


Reward: Iron Sword +1


Accept quest? (Yes/No)


———

__ADS_1


"Ini fitur yang sangat menarik!" kata Ryzen.


"Benar sekali! dengan fitur ini, tidak mungkin akan ada player yang selalu mengemis," ucap Laiten.


Ryzen tersedak ketika Laiten mengatakan itu, dia berdeham lalu menekan tombol "Yes" pada panel quest itu.


"{Quest diterima!}"


"Tunggu, dimana aku bisa melihat peta, apa tidak ada ikon peta?" tanya Ryzen.


Laiten memiring kepalanya, seolah tidak mengerti maksud dari pertanyaan Ryzen.


"Bukannya itu ada di kanan atas penglihatanmu?"


Ryzen langsung menoleh ke arah yang disebut Laiten, memang benar, disana ada ikon segitiga, tapi itu bukanlah peta. Setelah melakukan itu, Ryzen baru menyadari juga bahwa ada sesuatu seperti sebuah bar berwarna di pojok kiri atasnya.


"Aku tidak menemukan petanya, itu hanya sebuah bentuk segitiga. Tapi, sepertinya aku baru saja menemukan bar HP dan MP."


Yang Ryzen temukan hanyalah sebuah bar merah dan biru. Bar merah menunjukkan HP (Hit Point)-nya, sementara bar biru itu menunjukkan MP (Mana Point)-nya.


HP berfungsi seperti nyawa di dalam game RPG, jika HP-mu mencapai angka 0, maka karaktermu akan mati. Sedangkan, MP berfungsi untuk melakukan sebuah serangan jurus atau skill, setiap skill tentunya membutuhkan sejumlah MP untuk mengaktifkannya, apalagi skill yang berbau sihir.


"Ah, coba katakan kalimat perintah untuk membuka peta, kamu membaca buku panduannya, bukan?" kata Laiten.


"Oh, biar kucoba. Kalau tidak salah...."


"[Command: Show Map!]"


Setelah mengatakannya, ikon segitiga di penglihatannya berubah menjadi ikon peta berbentuk lingkaran yang terlihat transparan. Terdapat kursor berwarna biru sebagai pusat di peta itu, dan di dekat kursor biru, ada kursor hijau.


"Aku melihatnya," kata Ryzen.


"Mhmm, bagus." Laiten mengangguk pelan sambil memejam mata.


"Sekarang, tekan koordinat yang kuberikan, nanti akan ada point yang menunjukkan tempat itu di petamu," ucap Laiten, sambil berjalan ke arah meja kasir dengan pedang rusak.


Ryzen melakukan seperti apa yang dikatakan Laiten, membuka panel chatnya dengan Laiten, lalu menekan koordinat yang diberikannya. Setelah menekannya, sebuah ikon bendera merah muncul di tepi garis petanya.


"Kalau kamu sudah selesai dengan questnya, chat saja aku," kata Laiten.


Laiten kemudian meninggalkan toko itu dengan tiga buah pedang rusak yang dibelinya. Ryzen benar-benar tidak habis pikir apa yang akan Laiten lakukan dengan pedang-pedang rusak tersebut.


"Oh, mungkin bahan quest ini juga berkaitan dengan apa yang dilakukannya? mungkin, dia akan memperbaiki pedang itu, tapi kenapa, ketiga pedang itu juga tidak terlalu bagus," gumam Ryzen.


Ryzen tidak jadi membeli senjata, lalu pergi meninggalkan toko itu. Dia menoleh ke segala arah pandangannya, lalu mendesah.


"[Command: Auto UI!]


Itu adalah sebuah perintah yang membuat UI (User Interface) atau antarmuka pengguna, seperti ikon-ikon yang ada di pandangannya itu, akan menghilang jika tidak dibutuhkan, dan akan muncul jika dibutuhkan.

__ADS_1


"Begini lebih baik!"


Ryzen mulai berjalan, mengikuti arah yang ditunjukkan pada petanya.


__ADS_2