Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
27. Cowardly Clown I


__ADS_3

"Hati-hati, disini banyak perangkap. Jangan sampai mengaktifkan satupun perangkap yang terpasang di sepanjang jalan!"


"Siap!"


"Terutama kamu, Jesper...."


"O-oke..!!"


Sekelompok pemain sedang menyusuri sebuah dungeon labirin yang besar. Di jalan yang sempit dan gelap tersebut, dimana penerangan hanya bergantung pada obor dan cahaya redup dari lampu yang menggantung di setiap beberapa meter.


Jesper, pemain yang menggunakan perlengkapan yang terlihat berat, karena dia adalah seorang tanker. Armor dan senjatanya terlihat mewah dan berkilau, orang yang melihatnya pasti akan menganggapnya sebagai salah seorang top ranker dalam kelasnya.


Yah, tapi, kebanyakan pemain sudah mengenal nama Jesper. Karena dia terkenal di kalangan pemain dengan sebutan 'Si Badut Pengecut'.


Ada alasannya kenapa dia bisa sampai mendapatkan sebutan tersebut oleh para pemain, itu berawal sejak saat Ryzen masih belum bermain FSO....


....


"Hei kau! Pemain berambut pirang dengan armor yang berkilau seperti berlian!"


Pemain yang memiliki ciri-ciri yang sama seperti yang disebutkan oleh pemain dengan penutup mata seperti bajak laut itu, berbalik untuk mencari orang yang memanggilnya.


Mata biru sapphire milik si rambut pirang berwajah tampan itu bertemu dengan orang yang memanggilnya 'Rambut purang dengan armor yang berkilau seperti berlian!'.


Dia menunjuk dirinya sendiri sambil sedikit memiringkan kepalanya. "Aku?"


"Ya, kamu, kemari. Kamu seorang tanker, bukan?"


Pemain berambut pirang itu berjalan mendekati si penutup mata dan kelompoknya yang berjumlah sekitar 14 orang.


"Bisa dibilang begitu..." ucap si rambut pirang.


Si penutup mata meletakkan tangannya ke zirah bagian pundak si pirang. "Bagus. Apa kamu sendiri? Kami membutuhkan satu lagi tanker di party kami untuk raid. Mau bergabung?"


Si pirang itu melihat wajah-wajah pemain di dalam kelompok si penutup mata, lalu dia tersenyum.


"Boleh, tapi—"


"Bagus! Ya, kami tahu, bagianmu akan lebih besar jika kamu dapat menahan boss-nya sementara kami menyerangnya bergantian!"


Si penutup mata menarik si pirang, lalu mereka pergi ke tempat tujuan mereka melakukan raid, Ancora Ruins.

__ADS_1


"Yap, kita sudah sampai!"


Mereka telah tiba di depan gerbang yang sudah runtuh dan tidak memiliki tembok yang kokoh, yang tersisa hanyalah puing-puing reruntuhan yang berlumut.


"Ancora Ruins... Dahulu kala, ada sebuah kerajaan negeri elf yang makmur. Lalu, kerajaan tersebut tiba-tiba menghilang selama beberapa dekade. Kemudian, sepuluh tahun yang lalu ada seorang penjelajah yang menemukan reruntuhan ini, disaat para peneliti dari bangsa manusia mengambil alih reruntuhan ini, mereka berhasil menemukan sebuah bukti kalau reruntuhan ini sebelumnya adalah kerajaan elf yang dulu hilang, Ancora. Maka dari itu, tempat ini dinamakan Ancora Ruins."


Salah satu anggota perempuan dengan kelas Archer menjelaskan sejarah reruntuhan tersebut, tentunya dia tahu itu dari ensiklopedia yang menjadi salah satu fitur dari game.


"Heh... Tapi, kenapa kerajaan elf bisa ditemukan di wilayah kerajaan manusia?"


"Entahlah, mungkin terjadi perang perebutan wilayah dan kebetulan pihak manusia memenangkan wilayah ini? Siapa yang tahu, ensiklopedia milikku yang sudah menyimpan lebih dari 300 sejarah saja hanya mengisi sekitar 10 persen dari total sejarah tempat dan 4 persen dari total sejarah yang ada termasuk dari monster, item, dan lainnya."


"300 sejarah tempat dan masih 10 persen?! Kalau kuhitung, kurang lebih ada 3000 sejarah tempat yang ada disini. Lalu 4 persen dari total sejarah di dunia ini?!"


Pemain bertubuh besar dengan zirah berat beserta pedang besar dan tameng ikut menimbrung ke dalam pembicaraan rekannya. "Mau taruhan? Butuh berapa lama kita semua dapat sepenuhnya menjelajah dunia ini?"


Pemain dengan kelas Archer dan Assassin yang sedang bicara tadi, membalas pernyataan rekannya yang seorang Tanker.


"Kalau menebak benar, dapat apa?"


"Hmm, apa ya? Ah, kita bisa memikirkannya lain kali, kan."


Pemain kelas Archer memberikan tebakannya sambil membuka telapak tangannya menunjukkan tanda untuk lima jari.


"5 tahun? Bukankah itu terlalu cepat?"


"Ya terserah aku lah. Lalu, berapa tebakanmu?"


"Heh, tebakanku pasti 12 tahun! Jika aku menghitung menggunakan informasi yang kamu miliki, jika setengah tahun bermain baru terisi 4 persen, maka kupikir memerlukan 12 tahun lagi untuk mengisi 96 persen sisanya! Bagaimana, aku jenius, kan!?"


"Wow, aku tidak menyangka...."


Pemain kelas Archer dan Warrior-Tanker memasang wajah terkejut.


"Hehe, gini-gini sebenarnya aku sangat jenius!"


"Tidak, maksudku. Aku tidak menyangka kamu begitu bodoh, Jay."


Pemain Warrior-Tanker mengangguk setuju dengan pernyataan rekan Archer-nya.


"Ap-?! Bodoh?! Kenapa?!"

__ADS_1


"Yah, entahlah. Tapi, aku merasa kamu adalah orang terbodoh di dunia, Jay."


"Apa?! Aku tusuk kau!"


Pemain kelas Assassin yang dikenal sebagai Jay terprovokasi oleh rekan Archer-nya.


"Mereka memang selalu begitu, bukankah mereka sangat akrab?"


Si penutup mata bertanya ketika menyadari si pirang yang berjalan di sebelahnya terus memerhatikan ketiga orang tersebut sejak mereka mulai mengobrol.


"Oh, begitu... ya, mereka sangat akrab...."


Si pirang mengatakannya dengan nada rendah sambil menatap ke bawah.


Krusuk krusuk!


Sebuah suara bebatuan kecil yang terjatuh maupun seperti terinjak tiba-tiba terdengar oleh kelompok 16 orang itu.


Sekali mendengar sebuah suara yang mencurigakan, kelompok tersebut langsung bersiaga dan membentuk formasi. Terkecuali untuk si pirang, karena dia masih baru bergabung ke dalam kelompok mereka, dia tidak tahu harus melakukan apa. Namun, akhirnya, dia ikut ke dalam formasi dan menjalankan tugasnya sebagai seorang Tanker tim.


Tanker adalah sebutan untuk seseorang yang bertugas untuk menahan dan menarik aggro lawan agar tidak menyerang rekannya yang berada di belakang seperti healer, penyihir, dan buffer. Sebenarnya tidak hanya menjaga lini belakang, tetapi menjaga semua rekannya dan bertahan hidup adalah tugas sebenarnya seorang Tanker.


Dari balik puing-puing reruntuhan batu, muncul makhluk hitam dengan bola mata merah menyala di balik rambut panjang yang menutupi wajah mereka, walau tidak yakin juga apa mereka memiliki wajah atau tidak, karena semuanya tampak hitam kecuali mata merah menyalanya.


"Ghoul!?"


"Ghoul, monster berwujud manusia atau Humanoid Monster. Mereka berjalan seperti seekor binatang berkaki empat, dan suka memakan daging manusia. Mereka biasanya aktif di malam hari, yang paling penting adalah mereka seperti abadi, tidak dapat dibunuh dengan cara biasa. Yang bisa membunuhnya adalah kekuatan cahaya dari seorang Pendeta...." jelas pemain kelas Archer.


"Rose, ini bukan waktunya untuk menjelaskan makhluk seperti apa mereka itu, aduh," Jay membalasnya.


Si penutup mata melihat ke arah salah satu anggotanya. Seorang pemain perempuan dengan tongkat pendek dan berpakaian seperti orang suci.


"Liass, tolong bantuannya sementara kami menahannya!"


"Baik, ketua!"


Perempuan itu membalas perkataan ketuanya dengan tegas lalu mulai merapalkan kata-kata dengan memegang tongkat pendek di tangannya yang diarahkan ke depan.


"Semuanya, tahan dan lindungi Liass selagi dia menyiapkan mantra!"


"Baik!!"

__ADS_1


__ADS_2