
Arachne, namanya yang berarti laba-laba dalam bahasa Yunani, adalah seorang wanita cantik yang memiliki bakat besar dalam menenun. Semua orang kagum pada pekerjaannya dan suatu hari, Arachne mendorong bahwa dia memiliki bakat yang lebih besar daripada dewi Athena sendiri. Ini merupakan pelanggaran terhadap para dewa, yang merupakan dosa yang sangat serius dan bahkan mematikan bagi orang Yunani kuno. Itulah sebabnya dewi Athena mengubahnya menjadi laba-laba untuk melambai sepanjang hidupnya.
Ya, setidaknya itulah latar belakang Arachne, makhluk setengah manusia setengah laba-laba itu secara garis besarnya. Seperti yang dikatakan oleh legenda, Arachne awalnya hanya seorang wanita Lydia, yang dianggap beberapa orang sebagai seorang putri, yang sangat berbakat dalam seni menenun.
Akibat kesombongan atas keahliannya dalam menenun, dia berani menantang Dewi Athena, Dewi Tenun dalam kontes menenun. Tentunya, saat hasil akhir ditampilkan dan meskipun Dewi Athena menganggap keahlian Arachne sangat hebat, namun karena kemarahannya atas Arachne yang berani mempertanyakan supremasi para dewa. Dewi Athena dengan marahnya, mengubah Arachne menjadi makhluk serangga yang menjijikkan. Dia mengubahnya menjadi laba-laba, dan menyatakan Arachne dan semua keturunannya akan mulai hidup menggantung dari benang selamanya.
Itulah sedikit cerita mengenai Arachne, yang dikutip dari sumber yang ada.
"Kenapa anak kecil sepertimu bisa tahu banyak tentang itu?" tanya Ryzen.
"Aku memiliki punya banyak pengetahuan tentang hal semacamnya, karena itu akan menjadi bekalku sebelum aku benar-benar akan menjadi seorang petualang."
"...."
Ryzen mengalihkan pandangannya ke pintu besi besar yang terletak jauh di depannya. Menghela nafasnya lalu berdiri sambil memegang tombak di tangannya.
"Aku tidak punya banyak waktu, lebih baik menyelesaikannya dengan cepat."
__ADS_1
Pernyataannya itu direspon dengan anggukan pelan oleh Moon yang berjalan setelahnya, dia mengatakan, "Aku juga."
Lucius menatapi mereka berdua dari belakang, merasa bingung dengan mereka, tiba-tiba ingin cepat-cepat untuk membereskan semua hal, padahal Arachne bukanlah monster yang bisa dianggap remeh. Menepis kebingungannya, dia juga ikut berjalan bersama mereka setelah Moon berhenti berjalan dan melirik tajam kepadanya.
'Kuharap kamu masih selamat, ayah,' batin Lucius.
Ayah Lucius adalah ketua dari komplotan bandit tadi, dia dan ayahnya pergi ke tempat ini sementara semua anak buahnya menjaga pintu masuk yang harusnya tidak akan pernah ada orang yang bisa datang. Jika Lucius bersama ayahnya, lantas kemana ayahnya?
Ini adalah singkatan cerita beberapa waktu lalu, sebelum Ryzen dan Moon berhasil menerobos ke tempat ini....
Setelah sampai di tempat bandit itu berkumpul, Lucius pergi menghadap ayahnya, sang ketua bandit. Mereka sedikit berbincang sebelum akhirnya mereka berdua pergi ke balik pintu yang dijaga tersebut, ya, itu adalah pintu yang sama yang menjadi pembatas antara tempat mirip goa yang dipenuhi batu kristal dan tempat lainnya. Sesampainya mereka di tempat tersebut, lalu melihat pintu besi besar yang berdiri kokoh, mereka mendekat ke pintu tersebut dan mencoba membukanya.
Setelah berhasil membunuhnya, dia berusaha untuk memotong jaring kepompong Lucius namun selalu gagal, jaringnya terlalu keras. Lalu dia teringat, sebuah artefak kuno yang dapat menebas dan membelah apa saja, bahkan logam adamantine sekalipun. Namun, meski kebetulan, entah baik atau buruk, artefak tersebut dijaga oleh penguasa tempat ini, yaitu Arachne. Singkatnya, untuk mendapatkan artefak tersebut, dia harus pergi ke balik pintu besar dan bertarung melawan Arachne demi mendapatkan artefak tersebut, yah, dia tidak keberatan juga karena awalnya, tujuannya pergi kesana adalah untuk membunuh Arachne dan mengambil telur atau bayi-bayinya untuk dijual.
Setelah dia masuk ke pintu besar itu, tidak ada yang tahu seperti apa nasibnya sekarang.
Ryzen, Moon, dan Lucius berdiri di depan pintu besar tersebut. Dalam jarak dekat, tinggi mereka bahkan tidak menyampai seperempatnya dari tinggi pintu tersebut.
__ADS_1
Ryzen mengamati pintu tersebut, mencari cara untuk membukanya. Lalu, Lucius tiba-tiba berjalan lebih dekat dan menempalkan tangannya pada pintu itu. Setelah kulitnya bersentuhan, tanah di sekitar mereka bergetar dan pintu perlahan terbuka.
"G.. Gila!" sentak Ryzen.
Dia tidak habis pikir cara untuk membukanya cukup dengan menempelkan tangan saja.
"Tidak perlu pusing berpikir, karena yang membuatnya saja sudah tidak ada ide atau kata lainnya malas," ucap Lucius.
"Hmm, benar juga," balas Ryzen.
"???" Moon melihat mereka berdua dengan bingung.
Di balik pintu besar yang sepenuhnya terbuka tersebut. Terdapat banyak sekali jaring laba-laba dan telur yang berukuran besar, di depan mereka juga tengah berdiri seekor monster—yang memiliki bagian atas tubuh manusia, seorang perempuan dan bagian bawahnya adalah tubuh laba-laba dengan delapan kaki besar.
"Jadi itu Arachne... Bukankah dia terlalu...."
Hanya satu hal yang mengganjal pikiran Ryzen ketika melihat Arachne. Ya, apalagi kalau bukan penampilan tubuh manusianya, bagaimana bilangnya ya, pokoknya...
__ADS_1
"Ero...tis?"
Ya, tubuh manusia milik Arachne terlihat sangat erotis, bagaimana tidak? tubuhnya itu hampir seperti telanjang loh, untungnya warna kulitnya biru agak gelap seperti wanita-wanita yang biasanya adalah ras iblis.