
Sudah cukup lama sejak pertarungan dimulai. Dan akhirnya, Liass berhasil menyelesaikan mantranya.
"Ketua! Mantranya sudah siap!" seru Liass.
Mendengar seruan Liass, si penutup mata memerintahkan semuanya untuk mengunci pergerakan para ghoul dan membuat mereka agar sepenuhnya terkena dampak dari mantra Liass.
"Dengan berkahmu, saya akan hapuskan semua kejahatan di dunia ini...."
Sebuah bola cahaya emas dilepaskan dari genggamannya lalu melayang ke udara, saat bola tersebut mencapai jarak yang cukup tinggi, cahaya tersebut bersinar sangat terang.
"Agraaaaa!!!"
"Geuwaaaa!!!"
Tubuh para ghoul perlahan terbakar sampai akhirnya menjadi gundukan abu.
"Fuahh, akhirnya selesai juga..."
Rose duduk di puing-puing melepaskan rasa penatnya. Lalu, Jay berjalan menghampirinya.
"Cuma segitu aja udah lelah? Lemah sekali!" ejek Jay.
"Ya, ya, terserah. Lagipula aku hanya seorang archer."
"Cih, ga asik," Jay mengumpat.
"Ini bukan waktunya untuk istirahat, kita akan lanjut masuk ke dalam dungeon. Oka sudah masuk duluan, kita harus menyusulnya segera!"
Setelah mengatakan itu, si penutup mata berbalik dan berjalan ke arah pintu masuk dungeon yang menuju ke bawah tanah, namun dia berhenti saat baru saja empat kali melangkah.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, si pirang itu, kemana dia?"
Mereka melihat-lihat sekitar, mencari keberadaan Jesper. Lalu, si tanker menemukan sebuah potongan kain berwarna hijau.
"Bos, lihat ini!"
Mendengar panggilan dari anggota partynya, si penutup mata dan anggota yang lainnya berkumpul di sekitar si tanker.
"Bukankah warna kain ini mirip seperti warna jubah Jesper?"
Si penutup mata mengambil potongan kain yang diberikan oleh si tanker.
"Hmm, ya ini memang miliknya... Itu artinya, dia sudah masuk ke dungeon duluan."
"Mungkin dia mencemaskan Oka yang masuk sendirian?" ucap Liass.
"Bisa jadi. Ayo kita susul mereka!"
Dungeon Ancora Ruins mirip seperti sebuah labirin, dan inti Dungeon Ancora berada di tengah labirin tersebut, dengan kata lain disitulah tempat Necromancer yang disebutkan Oka berada.
Oka berlari seperti seekor hewan dengan kecepatan yang tidak biasa bagi seorang manusia, tentunya dia dapat melakukannya karena Oka adalah ras werebeast dengan sebuah class langka, The Child Of The Wolf Emperor.
The Child of The Wolf Emperor, adalah salah satu class langka yang masuk ke dalam kategori class Unique. Persyaratan utama untuk mendapatkan class tersebut adalah pemain sebagai ras werebeast.
Class itu meningkatkan keenam indra pemiliknya, selain itu juga, pemain yang memiliki class tersebut akan mendapatkan dua skill, aktif dan pasif. Skill aktif yang akan didapatkan adalah 'Transformation' lalu skill pasifnya adalah 'Wolf Emperor's Blessing.
Di gelapnya jalan labirin dungeon itu, Oka tidak perlu mengkhawatirkan akan adanya jebakan atau serangan kejutan. Karena meski dalam keadaan tempat seperti itu, karena terbantu oleh skill pasifnya yang meningkatkan indranya, berlarian di dungeon gelap itu bukanlah hal yang sulit.
Penglihatan, penciuman, dan pendengarannya menjadi semakin peka, tidak ada satupun yang dapat menghentikannya, tidak satupun kecuali....
__ADS_1
"Hmm?"
Oka berhenti berlari, lalu merubah posisinya ke posisi tempur, tangan kanannya berubah menjadi cakar serigala besar.
"Siapa disana?!"
Sekeras apapun Oka berteriak, namun balasan tidak kunjung datang. Lalu, beberapa saat kemudian, dia menurunkan kewaspadaannya kembali karena tidak lagi mencium bau yang mencurigakan dari arah depan. Tapi, satu hal yang pasti, itu adalah suatu blunder yang dilakukan oleh Oka.
Dari arah belakang Oka sedang berdiri, terlihat sebuah cahaya merah sekejap lalu cahaya merah itu tiba-tiba berada tepat di samping telinganya.
"?!!"
Krak! Setelah itu, hanya sebuah suaru kaca pecah yang terdengar di kegelapan tersebut.
Ting-ting!
Si penutup mata mendapatkan sebuah sinyal suara dari lineup partynya, sebuah tanda seru merah kecil muncul di penglihatan matanya, saat dia menekannya sebuah pesan layar mengejutkannya.
Saat dia akan bereaksi terhadap pesan tersebut, suara dari Rose mendahuluinya. "Apa?! Oka mati?!! Ini tidak mungkin, kan! Dengan class langka yang dimiliki itu, dia mati?!"
"Yah, yah, tenang dulu. Mungkin ada sesuatu yang menghalangi kemampuan indranya...." Si tanker mencoba menenangkan rekannya.
"Oh iya, ngomong-ngomong, si rambut pirang itu... Dia bagaimana?" ucap Jay sambil melihat daftar anggota party.
Lalu, saat dia berada pada paling bawah daftar, dia menemukan nama Jesper dengan kondisi bar HP miliknya berwarna merah.
"Bahaya, si pirang itu akan mati! HPnya berwarna merah!" kata Jay.
"Tunggu apalagi?! Cepat bergerak!!"
__ADS_1
Dengan perintah dari si penutup mata semua anggota partynya bergerak mencari jalan keluar dari labirin dungeon Ancora.
' Jangan mati dulu, pirang. ' batin si penutup mata.