Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
2. Solusi


__ADS_3

Pada akhirnya, pria kriting atau si penagih hutang itu memberinya waktu setahun lagi untuk melunasi hutangnya yang tersisa yaitu 100 juta rupiah. Mereka meninggalkan rumah sakit itu lalu menaiki mobil sedan hitam untuk pergi mengambil uang 100 juta itu di rekening Ryuei. Sesampainya di salah satu mesin ATM, Ryuei memasukkan kartunya dan mengecek kembali uangnya, yang masih tetap 160 juta. Dia menarik 100 juta dari rekeningnya lalu memberikannya pada pria kriting itu, setelah mendapatkan uangnya, mereka pergi meninggalkan Ryuei disana.


"Enam puluh juta, kurasa ini juga sudah cukup untuk kami," ucap Ryuei.


Sebenarnya, di zaman itu, uang 200 juta sekalipun sangat mudah sekali untuk didapatkan dalam tiga hingga enam bulan saja, tentunya itu untuk orang-orang dengan ekonomi tingkat menengah sampai atas. Ryuei adalah orang yang termasuk dalam golongan yang mempunyai ekonomi tingkat bawah, penghasilan terbesar golongan ini paling tidak hanya sekitar 40 juta per tahunnya.


Karena itu, Ryuei sekarang sedang berpikir keras, dia bergumam, "Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan seratus juta dalam satu tahun, tidak. Mungkin, satu miliar dalam satu tahun."


Satu miliar dalam satu tahun, untuk mendapatkan uang sebanyak itu dalam setahun, hanya orang-orang dengan ekonomi tingkat atas saja yang mungkin bisa melakukannya. Namun, meskipun Ryuei terlihat seperti orang yang tidak dapat diandalkan jika dilihat dari penampilannya, dia sebenarnya orang yang selalu bekerja keras, sama seperti ketika dia bermain game. Karena kerja kerasnya saat bermain game, karakter gamenya menjadi kuat dan pada akhirnya sampai bisa menghasilkan uang jutaan rupiah.


Saat dia sedang berjalan, dia melihat papan iklan yang terpampang di jalanan, sebuah iklan yang mempromosikan sebuah game yang beroperasi dengan teknologi VR atau Virtual-Reality.


"Fantasy Star, first anniversary launched-event?"


Itu mengiklankan sebuah perayaan satu tahun dirilisnya sebuah game Role-Playing Game atau disingkat RPG yang berbasis Virtual-Reality Full-Dive, game itu bernama Fantasy Star. Jika kalian tidak tahu apa itu Role-Playing Game, itu adalah sebuah permainan dimana pemain akan berperan atau memperankan karakter mereka yang biasanya dapat diatur penampilannya, di dalam suatu game.


"Kalau tidak salah, game ini yang sering menjadi hot-topic di channel game itu, ya."


Fantasy Star, dari sejak awal rilisnya game VRRPG satu ini, mereka sudah berhasil menggaet jutaan pemain hanya dalam satu bulan. Dikatakan, game ini mempunyai fitur yang sangat menarik untuk sebuah game RPG, seperti halnya pemandangan dunia fantasi yang disajikan dalam game itu, monster-monster lucu yang menemani pemain dan rasa atau feel di dunia virtual itu hampir terasa seperti dunia nyata, bisa dikatakan, dunia virtual Fantasy Star adalah dunia kedua bagi para gamers ataupun orang yang sekedar mencoba gamenya dan akhirnya ketagihan.


"Hmm, mungkin aku bisa menghasilkan uang dari game ini dengan menjadi penjual item atau senjata."

__ADS_1


Selain mekanisme dunia dan permainannya, mata uang game Fantasy Star juga telah menjadi salah satu cryptocurrency yang sering digunakan. Hal inilah yang membuat Fantasy Star berhasil menggaet jutaan pemain dalam satu bulan, sebuah fitur yang memungkinkan pemain untuk menukar mata uang game dengan mata uang asli seperti rupiah atau dolar.


Ryuei sempat mengetahui sedikit informasi tentang mata uang game itu yang bisa ditukarkan menjadi uang asli, ketika dia masih bermain game RPG kesukaannya, sebelum game itu tutup karena kalah saing dengan game yang berbasis VR di zaman ini.


"Kalau tidak salah, game ini menggunakan mata uang berupa koin perak, dan satu keping koin itu jika dikonversikan ke dalam rupiah adalah sekitar sepuluh rupiah. Lalu, untuk melakukan penarikan uang, setidaknya harus memiliki sepuluh ribu koin yang seharga seratus ribu rupiah."


Ryuei kembali merenungkan tentang hal ini, tentang apakah dia harus bermain game ini untuk menghasilkan uang atau lebih baik mencari pekerjaan yang bisa memberinya sejumlah uang di atas lima juta dalam sekali gaji. Untuk pastinya, tidak ada pekerjaan di dunia nyata yang cocok untuknya, karena fisiknya itu, yang telah lama mengurung diri dan tidak melatihnya, staminanya sangatlah terbatas, maka tidak mungkin baginya untuk melakukan pekerjaan berat.


"Sebelum itu...."


Ryuei membuka smartphone-nya lalu mencari tahu tentang harga sebuah alat VR-Gear yang dapat untuk memainkan Fantasy Star. Setelah menemukannya, dan mengetahui harganya yang cukup untuk membuatnya jantungan, VR-Gear itu dijual dengan harga 27 juta rupiah. Untuk orang golongan bawah sepertinya, harga itu setara dengan kerja kerasnya selama setengah tahun bekerja mencari uang, itu pun jika benar-benar bekerja dengan baik.


"Du-dua puluh tujuh ju-ju-juta!"


"Te-tenang!"


Disaat dirinya sedang sudah tenang, smartphone-nya yang sedang digenggam itu bergetar, setelah dilihat, ternyata dia mendapatkan pesan masuk dari seseorang. Ryuei membuka pesan itu dan membacanya, pesan tersebut berbunyi seperti ini, "Yo! Apa kabarmu, bung? Sehat-sehat saja, kan?"


"Ada apa? Katakan urusanmu?" Ryuei membalasnya.


"Cih, kau terlalu kaku, bung!" setelah pesan tersebut, lalu disusul dengan sebuah stiker, dan pesan selanjutnya, "Ngomong-ngomong, apa kamu tertarik bermain Fantasy Star? Itu loh, game VR yang populer itu."

__ADS_1


"Aku tahu, aku baru saja memikirkan untuk memainkannya. Tapi harganya...."


"HAHAHA!! Kenapa dengan harganya?! Aku kan sudah mentransfer uang ke rekeningmu!"


"Uang itu sudah kugunakan untuk membayar hutang orang tuaku sebanyak 100 juta, sisanya untuk perawatan ibuku dan biaya hidupku dan adikku."


"Berarti uang yang kukirim hanya tersisa 60 juta? Itu masih banyak, bung! Harga VR cuma setengahnya, dan itu masih tersisa sekitar 30 juta untuk biaya rawat ibumu 🙄"


Saat Ryuei hendak mengirim pesan selanjutnya, orang yang sedang chatting dengannya itu mengatakan sesuatu yang mengejutkan.


"Begini saja, aku akan memberimu VR-Gear, sebagai gantinya, kau akan bergabung ke dalam timku, bagaimana? Kalau tertarik, datang saja ke gedung timku, oke?"


Ryuei mengernyitkan alisnya, kemudian membalas pesan itu.


"Oke."


Orang itu mengirimkan stiker, sebelum Ryuei mematikan smartphone-nya lalu menyimpannya ke dalam kantung jaketnya. Ryuei berjalan menuju rumah sakit, jaraknya tidak terlalu jauh, hanya beberapa ratus meter saja. Tapi, yah, untuk Ryuei, jarak seperti itu sudah cukup jauh. Sesampainya di kamar ibunya dirawat, raut wajah Ryuei berubah menjadi gelap dengan nafas yang terengah-engah.


"Kakak habis ngapain, sampai seperti itu?" ucap Nina.


"A-aku, capek...."

__ADS_1


Ibunya tertawa melihat putranya itu, sementara Nina terlihat terganggu oleh kakaknya yang sedang dalam situasi buruk itu.


__ADS_2