Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
19. Arachne I


__ADS_3

Tempat itu sangat indah, luas, dan berkilauan. Dari dinding, terdapat bebatuan mengkilap berwarna biru, bebatuan tersebutlah yang mewarnai gelapnya tempat mirip gua itu.


Ehem!


Ya, setidaknya, seperti itulah tempat tersebut akan terlihat jika tidak ada sarang laba-laba di setiap sudutnya.


Ya! Jaring laba-laba yang menguntai di langit-langit gua, lalu beberapa sarang yang berada di sudut tempat tersebut, yang lebih parahnya adalah....


Sarang laba-laba besar, serta kepompong manusia yang terbuat dari jaring laba-laba tersebut, yang bergelantungan di atas. Banyak sekali kepompong disana, jika dihitung mungkin hampir mendekati ratusan kepompong, di ujung lain gua itu terdapat sebuah gerbang besar yang terbuat dari besi, terlihat cukup kuno dengan beberapa ukiran yang tidak jelas bentuknya, namun anehnya tidak terlihat karat sama sekali pada gerbang besi itu.


Kekaguman Ryzen saat pertama kali melihat tempat tersebut dari balik pintu seketika lenyap saat dia melewati pembatas antara tempat tersebut dan lainnya.


"Ini...."


Ryzen melihat ke sekeliling ruangan, menyisir dan memerhatikan setiap sudutnya, dimana-mana ada jaring laba-laba. Moon yang ikut melihatnya pun sampai-sampai tidak membuat ekspresi apapun, sudah seperti aturan baginya, yaitu, tetap memasang poker face ketika dia terkejut atau kehilangan kata-kata. Yah, hanya peristiwa dengan bandit saja yang membuatnya berekspresi suram, belum diketahui alasannya kenapa dia bereaksi seperti itu.


"Hei, lihat," tunjuk Moon ke salah satu kepompong.


"Hmm?" Ryzen menyipitkan matanya untuk melihat ke arah yang ditunjuk Moon.


Melihat salah satu kepompong tampak bergerak dan tali jaringnya pun bergoyang, seolah seseorang yang terjebak disana itu masih sadarkan diri, atau bisa dibilang itu adalah kepompong yang baru saja dibuat.


"Bisakah kamu memotong jaringnya?" pinta Ryzen pada Moon.


"Aku coba...."


Moon mengambil busur dan anak panahnya, dia mengarahkan busurnya ke tali jaring kepompong yang bergerak. Menarik tali busurnya hingga batasnya, lalu melepaskannya.


Swoosh!!


Dengan cepat, anak panah yang ditembakkan melesat dan memotong jaring yang terlihat keras itu, yah, alasannya karena Moon memakai skillnya. Jika dia hanya menggunakan tembakan biasa, tidak mungkin itu akan terpotong.


Skill yang digunakannya itu adalah 'Blast Arrow', sebuah skill yang membutuhkan 45 MP untuk digunakannya. Ketika skill itu diaktifkan, anak panah yang ditembakkan olehnya akan melesat cepat dan akan diselimuti oleh serpihan angin yang berputar di sekitar mata anak panahnya seperti sebuah bor, kurang lebih hampir mirip seperti Cylone Drill-nya Ryzen saat itu.


Kepompong tersebut jatuh dan menabrak tanah cukup keras, mereka harap orang itu baik-baik saja setelah jatuh dari tempat yang tinggi itu. Mmm, mmm, tentunya dia akan baik-baik saja, karena setelah Ryzen menyentuh kepompong tersebut, ternyata jaringnya itu elastis dan empuk. Ya, itu akan menguntungkan untuk orang yang berada di dalamnya, namun juga akan menyusahkan bagi orang yang akan membuka dan merobek kepompong itu. Karena sifat jaring tersebut yang elastis, benda tajam tidak mungkin dapat merobeknya, pilihan satu-satunya adalah untuk membakarnya, tetapi, Ryzen tidak skill yang berhubungan dengan elemen api.


"Moon, apa kamu punya skill dengan elemen api?" tanya Ryzen.


"Untuk apa?" tanya Moon balik.

__ADS_1


"Membakarnya," jawab Ryzen dengan santai dan tampang tak berdosa.


Ya, dari perspektif Moon, Ryzen terlihat seperti itu. Moon salah paham, dia mengira kalau Ryzen ingin membakar orang yang di dalam kepompong itu hidup-hidup. Ryzen menyadari alasan Moon terdiam, kemudian dia membenarkan perkataannya.


"Aku tidak bermaksud untuk membakar semuanya. Hanya membakar jaringnya saja, kok, sumpah!"


"Oh. Aku tidak punya skill elemen api, tapi aku punya ini," ucap Moon sambil memegang sebuah kertas dengan ukiran.


"Apa itu?" tanya Ryzen.


"Ajimat Api."


Ajimat, berbentuk dalam sebuah kertas dengan ukiran yang masing-masing mencirikan kekuatan yang terkandung di dalamnya. Misalnya Ajimat Api, ukirannya terlihat seperti sebuah api, jika ajimat itu diaktifkan maka orang yang mengaktifkannya bisa membuat api untuk sekali.


Moon berjalan mendekat ke tempat Ryzen dan kepompong itu, dia berlutut dan memegang ajimat itu dengan dua jarinya di depan wajahnya. Kemudian, Moon mengucapkan sebuah mantra untuk mengaktifkan ajimat itu, kalimat yang diucapkannya itu tidak dapat dipahami oleh Ryzen.


Namun, arti dari mantra yang dia ucapkan berbunyi seperti ini: Wahai api yang bersemayam di dalam jimat ini, yang menantikan kebebasannya, kali ini aku akan membebaskanmu, Fire Seal!


Setelah selesai mengucapkan mantra, ajimat di tangannya itu terbakar dan muncul sebuah cahaya merah di telunjuk Moon.


"Hmm, ajimat itu lumayan berguna," gumam Ryzen.


Moon mengarahkan telunjuknya dan mendekatkannya ke kepompong itu, lalu setelah cukup dekat, dia melepas mantra untuk kedua kalinya, "Burn!"


"Aaa, aaa, panas! panas! air! tolong padamkan!!" teriak suara anak kecil.


Setelah mendengar suara jaring yang terbakar dan terputus, Moon langsung membatalkan apinya, "Perish Fire!". Dan api pun menghilang, kepompong laba-laba terbakar sebagian, menampakan kain hitam di dalamnya, dalam sekali lihat pun Ryzen dapat mengenali kain itu. Ryzen menyobek jaring yang sudah terbakar dan membukakan sedikit lagi celah bagi orang itu untuk keluar, karena tubuh orang itu kecil, maka mudah baginya untuk keluar dari lubang kecil itu pula.


"Fuu, terimakasih, ek?!"


Anak tersebut terkejut ketika melihat orang yang menyelamatkannya, ternyata adalah orang yang mengejarnya, dia tidak habis pikir orang itu dapat mengalahkan semua orang yang menghalanginya. Anak itu mencoba kabur, namun Moon dengan keras menginjak tubuh anak itu.


"Ack!!"


"He-hei, Moon, tenang, kamu terlalu keras padanya, dia hanya anak kecil," ucap Ryzen.


"Kalau tidak begini, anak ini tidak akan mengerti."


Ryzen melihat wajah Moon menjadi suram, seperti ketika dia melihat pemandangan saat itu dengan para bandit, namun tidak sesuram sebelumnya.

__ADS_1


'Apa dia marah?' batin Ryzen.


"A-ampuni aku! sakit, aw, aw! Aku minta maaf!" teriak anak itu dengan keras.


Ryzen memegangi anak itu, "Aku sudah menahannya, lihat? bisakah kamu tidak menginjaknya seperti itu, Moon?"


Moon menghela nafas lalu memindahkan kakinya, dia berdiri diam menatap anak kecil itu. Ryzen dan anak itu pun ikut menghela nafas lega, Ryzen yang tidak ingin misinya gagal sementara anak itu yang selamat dari cidera.


"Jadi, siapa namamu?" tanya Ryzen.


"Haa?! Untuk apa aku memberita—hii?!"


Tak!


Moon menghentakkan kakinya ke tanah, membuat anak tersebut terkejut dan kejang-kejang.


"A-aku, a-anu. Aku, namaku. Anu. Itu..., Lucius...."


Namanya tepat seperti yang disebutkan dalam detail hidden quest yang didapatkan Ryzen. Kemudian, mengikuti objektif dari questnya, Ryzen menanyakan tentang artefak kuno kepada Lucius.


"Bagaimana kamu bisa tahu tentang artefak itu?!!" teriak Lucius.


Reaksi Lucius sangat terkejut, wajahnya kembali waspada, dia perlahan mundur namun punggungnya menabrak kaki Moon yang menghalanginya disana.


"Aku hanya kebetulan tahu saja," ucap Ryzen.


Lucius sampai menggigit lidah mendengar alasan Ryzen, tapi dia tidak punya pilihan lain selain memberitahukannya atau tidak, dia takut perempuan pemanah di belakangnya mulai menginjaknya lagi.


Setelah Lucius mengungkapkan semuanya. Kemudian, muncul suara sistem, "{Anda telah menyelesaikan quest!}". Lalu muncul sebuah panel di pandangannya, panel yang memberitahukannya kelanjutan dari hidden quest tersebut.


———


Quest: Ancient Artifact


Hidden Quest: Origin


Story: Dikatakan bahwa artefak kuno tersebut dijaga oleh siluman laba-laba yang menguasai tanah ini, Arachne


Objective: Kalahkan Arachne dan rebut artefak kuno

__ADS_1


Reward: Exp +6000, Riil 2000


———


__ADS_2