Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
16. Spider Dungeon III


__ADS_3

Sepertinya kewaspadaan dan hal lainnya tidak diperlukan Ryzen, karena tidak ada satupun gangguan yang menghalanginya selama dia berada di daerah kumuh itu. Tidak terasa, fajar pun akan tenggelam ke dalam bumi dan digantikannya oleh rembulan. Suasana di daerah kumuh semakin sunyi dan mencekam, tidak ada lampu yang menerangi jalan seperti di jalanan utama.


Ngomong-ngomong, sudah sejak lama sesuatu menganggu Ryzen, yaitu tentang bintang yang terus ada di langit. Dia memandang langit, menemukan sebuah bintang yang sekarang berkilau kuning, padahal saat tadi siang bintang itu berwarna biru. Dia juga bahkan tidak habis pikir kenapa bintang tersebut bisa terus ada selama siang dan malam hari.


"Apa tujuan bintang itu terus berada di langit?"


Tidak seperti matahari ataupun bulan yang silih berganti, bintang itu, hanya satu bintang itu saja yang tetap berada disana. Saat siang hari dia melihat bintang tersebut berwarna hijau, saat malam hari bintang itu menjadi merah, lalu saat itu ketika dia bertarung dengan Leader of Wild Boar di sore hari, bintangnya berwarna biru.


"Hmm, aku tanyakan saja nanti ke Laiten...."


Ryzen melihat daftar temannya, hanya ada satu teman yang dia punya, dan itu hanya Laiten. Namanya tertulis oleh tulisan berwarna abu-abu dan tampak gelap.


"Tapi, dia tidak sedang bermain...," keluh Ryzen lalu menutup daftar temannya.


Ryzen teringat lagi akan pelelangan skill record tersebut, namun dia langsung menepisnya dan melanjutkan pencarian anak hilang yang bersembunyi ke daerah kumuh.


Malam itu, tidak ada satu suarapun yang terdengar selain suara langkah kaki yang menginjak tanah basah. Saking sunyinya, disaat suara burung hantu tiba-tiba terdengar, Ryzen langsung bangkit dan kaget, bulu kuduknya berdiri diterpa angin malam yang sunyi, sungguh perasaan yang sangat nyata walaupun dia berada di dunia virtual sekalipun.


"Kambing, kambing, sepi banget...," gumam Ryzen sambil memeluk dirinya sendiri.


Tak lama kemudian, dia melihat sesosok anak kecil sedang berdiri di tengah jalan yang disorot oleh satu-satunya lampu yang menjadi penerangan di daerah kumuh yang sepi ini. Ryzen mendekati anak tersebut, saat sudah cukup dekat, anak itu mengangkat tangannya, mengarahkannya ke depan mengisyaratkan orang yang mendekatinya untuk berhenti.


"...?"


Melihat tanda itu, Ryzen berhenti melangkah.


"Hei, sedang apa kamu disini?" tanya Ryzen.


"Justru aku yang harusnya bertanya padamu. Sedang apa kamu disini?"

__ADS_1


Isyarat tangannya berubah, jarinya membentuk sebuah pistol dan dia bergaya seolah dia menembakkan sebuah peluru dari jarinya. Beberapa detik kemudian, terdengar banyak sekali suara langkah kaki yang mendekat, Ryzen menjadi waspada dan memegang tombak di belakangnya.


"Apa maksudnya ini?"


Sekelompok orang berpakaian lusuh dan bersenjatakan kapak dan pedang karatan muncul dari balik bangunan dan atap bangunan. Samping, atas, belakang, semua jalan keluar sudah ditutup, Ryzen tidak dapat melarikan diri dari sana.


"Sekali lagi, harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa maksudmu datang kemari, apa tujuanmu?!" teriak anak kecil itu.


"Aku mencari seorang anak yang hilang ... dan kamu terlihat mirip dengannya. Kukira anak yang hilang itu adalah kamu, ternyata bukan," jelas Ryzen.


Tiba-tiba, anak itu berdecak kesal dan menghentak tanah. "Bunuh dia!"


Anak tersebut memerintahkan orang-orang kumuh disana untuk menyerang Ryzen, kemudian dia berlari meninggalkan tempat itu.


"Tunggu! Apa maksudnya?!"


Ryzen yang hendak mengejarnya, harus tertahan di sana karena orang-orang kumuh menghadang jalannya.


Pemikirannya tersebut kemudian dipatahkan oleh kemunculan bar HP dan level di atas kepala orang-orang kumuh yang mengkerumuninya, kalian pasti sudah tahu apa artinya itu, ya, itu artinya mereka adalah 'mob' layaknya monster-monster yang berkeliaran di seluruh monster area—daerah selain kota yang merupakan safe area (area aman)—dan itu juga berarti bahwa 'Slums' ini adalah monster area di dalam safe area, sering disebut sebagai hidden area.


"Mereka mob? itu artinya aku bisa membunuh mereka dan mendapat exp..., tapi, level mereka di atasku," gumam Ryzen.


Orang-orang kumuh itu disebut sebagai mob, dan dinamai sebagai 'Slums [senjata yang mereka gunakan]', misalnya saja adalah orang yang membawa kapak itu bernama 'Slums Axe' dan levelnya adalah 18, semua mob tersebut berlevel 18, tiga level lebih tinggi dari Ryzen.


"Fuu, apa yang kutakutkan, hanya beda tiga level saja!" seru Ryzen, dia menerjang ke arah kelompok Slums di depannya.


Sama seperti ketika melawan para Wild Boar saat itu, serangan pembukanya adalah sebuah tebasan horizontal setengah lingkaran, namun sekarang jangkauannya lebih luas. Dalam sekali tebas, HP para Slums tersebut langsung tersisa 65%.


Pertempuran—lebih tepatnya pengeroyokan terjadi selama beberapa menit, Ryzen berhasil mengalahkan 12 Slums dan naik satu level. Tinggal tersisa beberapa Slums lagi, namun karena stamina Ryzen sudah hampir habis, dia tidak dapat gegabah kalau tidak staminanya akan kosong dan dia tidak dapat bergerak.

__ADS_1


Disaat situasinya sedang kesulitan, sebuah panah tiba-tiba tertancap di kepala salah satu Slums dan membunuhnya menjadi pecahan poligon. Ryzen melihat ke arah dimana panah tersebut datang, dan melihat sosok berjubah sedang bersiap menembakkan anak panah di atas bangunan di belakangnya.


Woosh! Crtt!


Anak panah lagi-lagi tertancap tepat di kepala Slums dan membunuhnya, Slums yang tersisa kemudian mengalihkan perhatian mereka pada pemanah itu, kemungkinan karena 'aggro' yang dibuat pemanah itu. Tentunya, Ryzen tidak akan membiarkan kebaikan pemanah misterius itu dibalas tuba, dengan tusukan yang cepat, dia membunuh tiga Slums yang tersisa dari belakang.


"Hah, untunglah."


Ryzen menghela nafas lega, saat dia melihat ke arah tempat pemanah misterius tadi, orang itu sudah tidak ada disana lagi. Lalu, malah terdengar suara langkah kaki yang mendekat, Ryzen mengangkat senjatanya dan mengarahkannya ke arah suara itu datang.


"Aku bukan musuhmu," kata suara itu.


Suara tersebut terdengar tidak asing di telinga Ryzen, dan benar saja ternyata pemilik suara tersebut adalah seorang pemain perempuan yang pernah membantunya.


"Kalau tidak salah, namamu Moon, kan?" ucap Ryzen.


Moon terlihat mengangguk pelan di balik tudung jubahnya, saat dia sudah dekat dengan Ryzen, dia membuka tudungnya dan menampakkan paras cantiknya, entah darimana dan bagaimana caranya tiba-tiba saja sinar bulan menyorotnya, sudah seperti kemunculan sosok tokoh utama dalam film-film.


"Apa ini, apa kamu menggunakan efek spesial?" tanya Ryzen.


"???" Moon memiringkan kepalanya.


"Lupakan. Tapi, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Ryzen lagi.


"Oh, aku sedang menjalankan quest mencari anak hilang, bagaimana denganmu?"


"Sama, aku juga sedang menjalankan quest itu, tapi tiba-tiba saja...."


"Ada apa?"

__ADS_1


Ryzen melihat ke panel transparan yang tiba-tiba muncul, memberitahukan sesuatu yang mengejutkan.


"Aku mendapatkan hidden quest."


__ADS_2