Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
7. Tidak Terbiasa Menjadi Lemah


__ADS_3

Ryzen dan pemain berkelaskan Thief itu, telah sampai di hutan area utara. Hutan itu adalah tempat berhuninya monster level rendah sama seperti Greenfields, namun memiliki beberapa monster langka dan satu monster mini boss yang akan muncul setelah 2 jam—real time—setiap kali mereka dikalahkan.


"Apa yang mau kamu lakukan di hutan ini, tanpa membawa senjata?"


Pemain bersenjatakan panah itu berhenti dan melihat Ryzen.


"Aku menjalani sebuah quest, untuk mengumpulkan 50 Normal Stones di hutan ini."


Iris mata pemain tersebut bergerak ke sudut kiri atas lalu ke kanan, dan kembali menatap Ryzen. Dia memegang dagunya sambil bertanya, "Apa kamu membawa pickaxe?"


Ryzen memiringkan kepalanya, sementara alisnya terangkat ke atas seolah menunjukkan wajah yang bertanya-tanya. Beberapa detik kemudian, dia tersadar akan sesuatu.


"Jangan bilang...!"


"Benar, untuk mengumpulkan Normal Stone, membutuhkan sebuah pickaxe, lebih jelasnya adalah untuk menambang," ucap pemain tersebut sambil terangguk pelan.


Melihat reaksi Ryzen, pemain tersebut hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Dia membuka inventory-nya dan mengambil sebuah item yang berupa sebuah kapak dengan mata melintang yang terbuat dari besi.


"Pakailah ini," kata pemain tersebut, menawarkan kapak dengan mata melintang pada Ryzen.


"Oh, terima kasih...."


Ryzen menerima kapak tersebut, namun saat dia akan menyentuhnya, tiba-tiba muncul sebuah panel transparan yang berwarna kemerahan.


{Tidak memenuhi persyaratan untuk menggunakan "Iron Pickaxe"!}


"Ada apa?" tanya pemain tersebut.


"Katanya, aku tidak memenuhi persyaratan untuk menggunakannya," ucap Ryzen, menarik tangannya kembali.


Pemain itu juga menarik kembali pickaxe tersebut dan menelitinya, setelah beberapa saat, dia menatap Ryzen.


"Kamu level berapa?"


"Aku baru bermain, jadi masih level nol, hahaha," jawab Ryzen sambil menggaruk kepalanya.


Pemain tersebut tidak menunjukkan reaksi, ekspresinya tetap datar seperti biasanya. Dia berbalik dan berjalan lebih jauh ke dalam hutan.


"Ikut aku," kata pemain itu dengan suara pelan, tapi masih dapat terdengar oleh Ryzen.


Dengan kebingungan, Ryzen mengikutinya karena tidak punya pilihan lain. Kemudian, mereka sampai di tempat yang dipenuhi bebatuan, mulai dari rempahannya hingga bongkahan besar.


Pemain itu berjalan ke salah satu bongkahan batu yang besarnya hampir menyamainya. Dengan sebuah beliung di tangannya, dia mengangkatnya lalu memukulkannya pada batu itu.


BAM!


Dalam satu kali cangkulan, beliung itu menancap pada bongkahan batu itu. Kemudian, bongkahan batu tersebut perlahan retak mulai dari beliung itu menancap hingga tersebar sampai ke seluruhnya dan hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Kau bisa mengambilnya," ucap pemain itu, mengembalikan pickaxe-nya ke dalam inventory.


Ryzen tidak bisa tidak terkejut melihat kejadian tadi, matanya terbuka lebar seperti bola pingpong. Setelah suara pemain perempuan itu sampai ke gendang telinganya, dia tersadarkan lalu memejamkan mata beberapa kali sebelum melihat ke pemain tersebut.


"Ah, ya, terima kasih banyak!"


Pemain itu mengangguk menjawab terima kasihnya, "Kalau begitu, aku pergi dulu."


Lalu pemain itu pergi, namun sebelum dia menghilang dari pandangan, Ryzen berseru padanya, "Tunggu, siapa namamu?"


Pemain itu berhenti dan melirik ke belakang sambil berkata, "Panggil saja aku Moon."


"Moon? baiklah, akan kuingat itu. Aku Ryzen, suatu hari, aku akan membalas bantuanmu ini," ucap Ryzen.


"Aku menantikannya," kata Moon kemudian menghilang ke dalam hutan.


Ryzen melihat batu-batu kecil yang berserakan di tanah, setelah diperiksa, itu benarlah item yang sedang dicarinya. Ryzen mulai mengumpulkan semuanya, yang ternyata berjumlah lebih dari 50 batu. Setelah 5 menit mengumpulkan, akhirnya dia selesai.


"Fuhh, akhirnya beres. Sekarang tinggal mengirimkan chat padanya," ucap Ryzen mengelap keringatnya, walau tidak benar-benar ada keringat yang mengucur.


Ryzen mengirimkan pesan kepada Laiten melalui fitur obrolan. Setelah itu, dia melihat pada kedua telapak tangannya sambil berenung.


"Jadi, seperti ini rasanya menjadi lemah dan dibantu oleh orang lain...," gumam Ryzen.


Bagi Ryzen, yang dulunya adalah seorang pemain teratas di game lamanya, dan selalu bekerja sendiri atau istilahnya solo player. Tentu saja, sebagai orang yang telah lama menjadi sosok kuat, lalu tiba-tiba menjadi seperti sekarang, adalah hal yang mengejutkan, walau semua itu terjadi hanya di dalam game.


———


Name: Ryzen


Level: 0


Guild: —


SP: 0


STR 3, AGI 3, INT 6, VIT 2, LUCK 4


Karma: 0


———


Semuanya masih sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah. Ryzen menekan kata yang ditulis dengan garis bawah, yang bertuliskan 'More', yang terletak di antara Status Point (SP) dan Karma. Lalu, muncul sebuah panel baru.


———


HP : 105

__ADS_1


MP : 100


Defense : 3


Resist : 5


Evasion : 1


———


Panel tersebut menampilkan data statistik lain, bisa dibilang adalah statistik kekuatannya yang lebih terdetail. Dapat terlihat dari nama-namanya seperti; HP, MP, Defense, Resist, dan Evasion.


Ryzen menutup semua panel yang ada, lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya.


"Tujuanku kesini untuk mencari uang, bukannya untuk bersenang-senang dan menjadi yang terkuat, tapi .... Aku akan mendapatkannya!"


Semangatnya kembali, Ryzen pergi dari hutan itu dengan wajah yang cerah dan penuh semangat.


Sesampainya di tempat pertemuannya dengan Laiten, yaitu di sebuah rumah pandai besi kecil yang dipenuhi oleh aroma timah dan sebagainya. Ryzen memasuki rumah tersebut, dan melihat Laiten dan seorang pria tua yang tidak memiliki kursor, sedang menempa sebuah pedang.


Ryzen tidak mau mengganggunya, jadi dia memutuskan untuk beristirahat di bangku kayu panjang yang tidak jauh dari tempat kerja pandai besi itu. Sambil menunggu, Ryzen sedang melihat-lihat forum FSO yang tidak sengaja dia temukan saat memeriksa panel 'Social'.


Di forum, dia menemukan banyak sekali topik yang bermanfaat bagi pemula. Tapi, dia tidak membuka topik tentang seperti itu, Ryzen lebih memilih untuk memeriksa Forum Mall, tempat dimana pemain dapat menjual atau membeli item dari pemain lainnya. Tujuan dia membuka Forum Mall adalah untuk mencari kebutuhan pasar, seperti barang apa yang dibutuhkan dan banyak diminati oleh pemain, lalu barang seperti apa yang termasuk ke dalam kategori langka, yang dijual dengan harga mahal.


Setelah sekitar 10 menit menyelam di Forum Mall, Laiten yang sudah selesai dengan pekerjaannya duduk di sebelah Ryzen, ikut melihat apa yang dilihatnya. Tapi, sepertinya Ryzen tidak menyadarinya karena terlalu fokus pada panel itu.


"Hee, kamu tertarik membeli sesuatu disana?" tanya Laiten.


"Hmm, tidak juga. Aku lagi mengecek kebutuhan pemain saja," balas Ryzen spontan.


"Hee...."


5 menit kemudian, setelah merasakan sentuhan di bagian tangannya, Ryzen akhirnya menyadari Laiten. Dia melihat pada rambut berwarna oren di sudut pandangannya.


"Sejak kapan kamu disini?" tanya Ryzen.


"Daritadi," jawab Laiten.


Lalu Laiten berdiri dan memandang Ryzen dengan senyuman lebar sambil memejamkan matanya.


"A-ada apa? ngomong-ngomong, aku sudah mengumpulkan bahan yang kau mau."


Ryzen menutup panel Forum dan membuka inventory-nya. Kemudian, Laiten memegangi bahunya, membuat Ryzen sedikit terkejut.


"Apa kau tertarik menjadi partner-ku?" tanya Laiten antusias.


Dan ditambah dengan kalimat selanjutnya, itu menambah keterkejutannya.

__ADS_1


__ADS_2