Fantasy Star Online

Fantasy Star Online
15. Spider Dungeon II


__ADS_3

"Sayap kanan! Tahan!"


Trang! Trang! Dug!


Di sebuah tempat seperti di dalam gua, sekelompok pemain berisikan 16 orang tengah bertarung melawan laba-laba yang ukurannya lebih besar dari mereka. Mereka terkepung oleh laba-laba disana, mencoba mempertahankan formasi dan menembus ke area yang lebih dalam.


"Hindari jaringnya!"


Seekor laba-laba berbintik merah terlihat akan menembakkan jaring dari mulutnya, jaring tersebut ditembakkan ke udara lalu membentang, dan dengan segara jaring tersebut jatuh ke bawah, membuat 16 pemain itu terjebak di dalam jaring.


"Sial, jaringnya terlalu keras!"


"Hah, kurasa dungeon ini terlalu awal untuk kita."


"Hahaha, benar, kalau begitu. Sampai jumpa di altar kalian semua."


Dengan ucapan perpisahan dan tawa sebelum kekalahan mereka, suara gelak tawa berdengung di gua itu, dan akhirnya sang laba-laba berbintik merah dan kawanannya membunuh mereka semua.


***


Di lobby Class Center, terlihat seorang pemain yang membawa tombak di punggungnya—Ryzen—sedang berdiri di antara kerumunan pemain lain yang hendak mengambil quest dari papan quest.


"Kurasa yang ini lumayan mudah dan hadiahnya pun cukup besar."


Ryzen mencabut kertas yang tertempel pada papan tersebut, lalu membaca ulang isinya sebelum mengajukannya pada NPC yang menangani penerimaan dan penyerahan quest.


———


Quest: Searching For Lost Child


From: Quest Center


Objective Quest: Find a lost child in a Town Of Beginning


Lost Child (0/1)


Reward: 1000 Riil


Talk to Deia at Quest Center to accept this quest


———

__ADS_1


"Seribu Riil itu hadiah yang lumayan, jika dibelikan potion HP, aku bisa dapat sepuluh potion. Dan jika kukumpulkan sampai sepuluh ribu Riil, aku bisa menukarkannya menjadi uang..., setelah kupikir-pikir, apa jumlah minimal untuk penarikannya tidak terlalu kecil?"


Ryzen berpikir, jika jumlah minimal untuk penarikan atau pertukaran jumlah Riil ke Rupiah itu terlalu kecil angkanya, pemain dapat mulai menukarkan dengan jumlah minimal yaitu sepuluh ribu Riil yang jika ke rupiahkan sekitar seratus ribu rupiah.


'Bayangkan saja, jika ratusan bahkan ribuan pemain menukarkan Riil mereka secara bersamaan, kurang lebih perusahaan harus membayarkan sekitar sepuluh hingga ratusan juta,' pikir Ryzen.


Ryzen benar-benar salah paham dengan sistem cryptocurrency dari Fantasy Star Online. Selain hanya untuk menukarkan mata uang dari Riil menjadi dollar atau rupiah, karena perusahaan pengembang game FSO telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain, Riil juga sebenarnya bisa dipakai untuk membeli produk dari perusahaan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan pengembang FSO, sejak awal kemunculan game tersebut juga, sudah banyak sekali perusahaan yang menginvestasikan kekayaan mereka untuk perkembangan game itu, karena menurutnya akan menguntungkan. Jadi, sebanyak apapun pemain yang menukarkan Riil dengan uang, tidak mungkin bagi perusahaan tersebut untuk bangkrut, singkatnya, kehadiran mereka itu absolut, dalam setahun saja mungkin perusahaan tersebutlah yang sekarang mengendalikan pasar dunia.


Ryzen berjalan keluar dari kerumunan tersebut, menuju ke arah pintu keluar bangunan Class Center. Disaat hendak keluar, tiba-tiba pintu terdorong dan terbuka lebar, di baliknya terdapat belasan orang yang sedang berbincang sambil tertawa kecil.


"Oh, siapa kamu?"


Salah satu dari mereka menyadari keberadaan Ryzen yang sedang berdiri di depan mereka semua. Suara miliknya bagaikan magnet, itu menarik perhatian semua pemain bahkan NPC yang berada disana.


"Aku?" tanya Ryzen sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu."


"Woi, woi, ada apa ni— oh, cuma seekor nyamuk?" ejek satu pemain dengan karakter tanpa rambut.


"Sudahlah, Jack, kamu jangan membuat keributan disini. Apa kamu ingin dihukum?"


'Dihukum? ah, mungkin maksudnya adalah hukuman terhadap pemain yang bertarung ilegal di kota,' pikir Ryzen.


Pemain itu mengumpat dan berjalan melewati Ryzen. "Lain kali aku melihatmu di luar kota, aku akan memburumu."


Kemudian pemain lainnya mengikutinya, pemain yang pertama kali bertanya kepada Ryzen, memiliki penampilan yang besar dan tinggi memakai baju besi berat keabuan serta membawa pedang dan tameng besar di belakangnya. Dia menepuk bahu Ryzen dan merendahkan dirinya untuk berbisik.


"Lain kali kamu harus hati-hati, seperti yang dikatakan oleh pria tadi, jangan sampai kami melihatmu berada di luar kota," bisiknya, kemudian berjalan melewatinya.


Setelahnya, bisikan dari pemain yang berada disana pun mulai terdengar.


"Bukankan mereka dari kelompok Dungeon Raider?"


"Maksudmu yang terkenal karena menyelesaikan dungeon dalam waktu yang cepat? tapi kenapa mereka berada disini, katanya mereka sedang menyerang Spider Dungeon yang baru keluar?"


"Anggota mereka rata-rata di atas level 100, sedang apa mereka di kota awal?"


"Siapa Spearsman itu?"


"Entahlah, tapi kurasa dia sudah membuat masalah dengan mereka. Aku mengasihaninya...."

__ADS_1


Ryzen menghiraukan perkataan mereka dan keluar dari Class Center menuju ke Quest Center yang berada tepat di samping bangunan tersebut. Dibandingkan dengan Class Center yang memiliki interior yang megah dan terlihat modern, Quest Center lebih terlihat tradisional, banyak sekali benda yang terbuat dari kayu seperti meja, kursi, dan lain-lain.


Ryzen berjalan ke meja resepsionis di ujung, lalu mengajukan permintaan quest yang dia bawa pada NPC tersebut.


Ryzen melirik pada nametag yang menempel di pakaian resepsionis perempuan itu dan mengetahui namanya ternyata sama seperti yang disebut di quest tab, yaitu Deia.


Setelah Ryzen menyerahkan kertas quest tersebut, Deia segera memeriksanya. Setelah beberapa detik membacanya, dia melihat Ryzen.


"Anda akan menerima quest ini, apa anda yakin?" tanya Deia.


"Ya, selain mudah, hadiahnya juga lumayan bagi orang sepertiku," balas Ryzen tersenyum kecil.


"Hmm, baiklah...."


Deia melihat kembali ke kertas di tangannya lalu mencapnya, setelah kertas itu di cap, tampak seperti cahaya kecil menyeruak keluar dari cap pada kertas.


"Terimakasih sudah mau menerima quest ini. Ngomong-ngomong, menurut pemberi quest atau ibu dari anak yang hilang ini, anaknya terakhir hilang di sekitar area utara kota, kamu bisa mencarinya di sekitar sana, dan untuk ciri-cirinya sebagai berikut...."


Anak tersebut berkelamin laki-laki dan memiliki rambut hitam panjang berantakan yang tak terurus, sekilas karena rambutnya itu dia terlihat seperti seorang anak gadis. Matanya berwarna abu-abu berkilau, dan tingginya sekitar 132 cm, dia memakai pakaian berwarna hitam sebelum menghilang.


Setelah mengetahui ciri-ciri anak tersebut, Ryzen langsung pergi mencarinya, ke daerah utara kota.


Mungkin kalian akan bertanya, kenapa hal seperti itu saja harus diserahkan kepada para petualang atau mungkin volunteer untuk mencari anak yang hilang, dan bukannya pihak dari Quest Center sendiri yang mencarinya, kan? sebenarnya, sebelum quest tersebut disebarkan, pihak mereka sudah mencarinya di seluruh area kota, namun tidak dapat menemukannya. Lalu mereka berpikir, dengan meminta bantuan orang lain, mungkin akan lebih mudah, kenapa? menurut ibunya, anaknya itu sangat ingin berpetualang dan membunuh monster, mungkin saja jika seorang petualang atau pemain yang mencarinya, anak tersebut akan keluar dengan sendirinya di kota yang luas itu.


Ryzen sudah sampai di daerah utara, butuh waktu sekitar 15 menit baginya untuk sampai kesana dengan jalan kaki, dan untungnya lagi baru saja dia tiba disana, dia sudah menemukan anak kecil yang sesuai seperti ciri-cirinya. Saat Ryzen akan mendekatinya, tubuh anak itu terlihat seperti melompat dan akhirnya berlari menjauh dari Ryzen.


"Tunggu!"


Ryzen mengejarnya dan tanpa ia sadari, setelah beberapa menit mengejar anak kecil yang larinya cepat itu, dia berada di sebuah kawasan rumah yang kumuh.


"... Aku tidak menduga akan ada tempat seperti ini, kalau di game RPG yang sering kumainkan, tempat ini dipanggil Slums."


Slums disebut juga dengan pemukiman kumuh atau lingkungan yang tidak teratur dan kotor, biasanya orang yang hidup di sini itu tidak beradab dan sering bertindak semena-mena. Bahkan pembunuhan dan pencurian di daerah ini sudah sangat sering terjadi, itu karena penjaga kota tidak bertugas di daerah sini.


Mengetahui hal ini, Ryzen berasumsi liar, "Kalau tempat ini tidak terpantau oleh penjaga kota, apa itu artinya pemain yang melakukan PK disini juga tidak akan dikenakan hukuman?" gumamnya.


Baru saja dia berkata seperti itu, sebuah panel merah tiba-tiba muncul di penglihatannya.


"{Warning! This is a red area! PK are allowed here!}"


Artinya, Peringatan! Ini adalah area merah! PK diperbolehkan disini!

__ADS_1


"Sudah pasti, sih."


Ryzen berjalan sambil meningkatkan kewaspadaannya terhadap pemain yang melakukan PK dan juga penghuni daerah sini yang mungkin kapan saja akan menyerang dan mencuri sesuatu darinya, yah meski mencuri adalah suatu hal yang tidak mungkin karena para pemain dapat menyimpan barang mereka di inventory pribadi.


__ADS_2