
Bae Irene perempuan dengan sejuta pesona yang mampu membuat kaum adam berlutut di depan nya .
Banyak kaum adam yang berlomba lomba untuk mengambil hati Irene tapi usaha mereka tak akan pernah membuah kan hasil karena Irene sudah memiliki pacar ahh tidak lebih tepat nya tunangan nya .
" Gak usah cantik cantik kenapa sih kalo dandan " ucap seseorang saat Irene keluar dari kamar .
" Aku gak dandan , Mino " ucap Irene lalu mengambil flatshoes dan memakai nya .
" masa sih ?? " ucap Mino lalu mendekati Irene dan menatap lekat wajah nya .
" Tapi kok kamu makin cantik sih " ucap mino lalu menjauhkan wajah nya lagi .
" iyalah aku kan makin hari makin cantik " ucap Irene mengibaskan rambutnya lalu berjalan keluar dari apartemen milik mereka berdua .
.
.
.
" sana masuk , tar kasih tau kalo udah gak ada matkul " ucap Mino sambil mengusak kepala Irene .
" iya bawel , hush sana " usir Irene sambil mengibaskan tangannya
" yaudah aku ke kelas dulu ya " ucap Mino , sebelum pergi Mino menyempatkan diri untuk mengambil ciuman di pipi gadis itu .
memang dasar raja modus Mino ini , sempat sempat nya dia mencium Irene di keadaan yang ramai seperti ini . Irene pun masuk ke dalam kelas nya , dia pun duduk di samping seorang perempuan yang bernama Jennie .
" baru dateng rene ? " tanya jennie tanpa mengalihkan pandangan nya dari kuku nya yang sedang ia cat .
__ADS_1
" ya menurut lu gimana jen ? " dengus Irene , Jennie ini ada ada aja nanya nya .
" ya kan kirain " ucap jennie enteng .
mereka pun tidak melanjutkan obralan nya , mereka sibuk dengan kegiatan masing masing , hingga suara bariton memberhentikan kegiatan mereka .
suara itu membuat perempuan di kelas tersebut menatap berbinar pada laki laki yang sedang berdiri di depan kelas . namun tidak pada Irene , dia justru tidak suka dengan dosen muda ini .
menurut nya dosen nya ini bertingkah berlebihan pada diri nya , mengapa begitu ? ya dosen muda ini bisa dibilang tertarik pada Irene saat dia memasuki kelas ini .
" baik semua nya , kalian langsung aja ya presentasi " ucap dosen itu
" iya pak " ucap para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kelas itu .
" kelompok siapa yang duluan ? " tanya dosen itu . namun tidak ada yang mau duluan hingga seorang mahasiswi yang nyeletuk .
" pak bogum , gimana kelompok Jennie duluan " ucap mahasiswi itu , Irene dan Jennie langsung menatap tajam orang itu , ya Jennie dan Irene tuh satu kelompok sedangkan mahasiswi itu sudah ciut duluan nyali nya .
mereka pun memulai presentasi nya , Irene masih setia dengan tatapan dingin nya terlebih lagi dia berdiri dekat meja dosen muda itu .
mungkin para perempuan disana berebutan berdiri di dekat meja itu , agar dekat dengan sang dosen muda itu , bagi Irene dia lebih senang berdekatan dengan tunangan nya siapa lagi kalau bukan Mino .
padahal Irene tunangan dengan Mino bukan kemauan diri nya atau kemauan Mino , tapi kemauan orang tua mereka lah , ya bisa di bilang mereka sudah dijodohkan dari kecil malah .
awalnya dia cukup terkejut tiba tiba orang tua nya bilang kalau dia akan bertunangan secara resmi dengan seorang laki laki , dia juga sempat tidak terima kalau dia di jodohkan , what the hell ?? ini tuh zaman modern bukan zaman nya Siti Nurbaya .
namun seiring berjalan nya waktu Irene pun bisa menerima perjodohan itu , dan Bahkan mereka sudah tinggal di rumah yang sama , di kamar yang sama pula .
.
.
__ADS_1
.
Irene memakan makan siang nya bersama Jennie , kemana Mino ? jawaban nya dia masih ada matkul .
dia kurang menikmati makanan nya , karena sedari tadi Jennie sibuk ngeluh tentang hubungan nya dengan cowok yang bernama Joongin atau biasa di panggil Kai . bukan hanya karena Jennie ngeluh tapi karena tatapan orang yang berada di sekitar mereka .
bagaimana tidak di tatap , siapa sih yang mau menyia-nyiakan kecantikan 2 perempuan itu .
" Jennie " panggil seseorang
" apa ? sana jauh jauh gue lagi ngambek sama lu " ucap Jennie mendorong tubuh orang itu.
" Jen , Kai , gue duluan ya " ucap Irene lalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan panggilan melengking dari Jennie .
'kampret emang Irene ' batin Jennie
Irene berjalan di koridor kampus , hingga dia merasakan sebuah tangan merangkul bahu nya , siapa lagi kalau bukan Mino .
" udah kelar ? " tanya Irene sambil menyerahkan tas nya pada Mino , sudah jadi kebiasaan nya Mino membawakan tas Irene walaupun isi nya hanya liptint , dia tidak ingin gadis nya kecapean , ya seterah Mino lah ya .
" udah dong " ucap Mino
" yaudah mau langsung pulang atau mau kemana dulu ? " tanya Irene .
" pulang aja , aku punya film bagus buat kita tonton " ucap Mino sambil membuka kan pintu mobil untuk Irene .
sepanjang perjalanan mereka hanya sibuk dengan kegiatan nya masing masing , Mino sibuk menyetir sedangkan Irene sibuk menatap luar jendela hingga tak lama ia pun tertidur , Mino yang sadar kalau Irene tidur pun perlahan membawa kepala Irene ke bahu nya .
Romantis banget Mino ini yang membuat para perempuan diluaran sana iri dengan posisi nya Irene , rasanya ingin mereka menikung Irene namun mereka sadar bahwa mereka hanya serpihan kaca berbeda dengan Irene yang bagaikan sebuah berlian yang di poles sangat apik
__ADS_1