Fiance

Fiance
QTime!


__ADS_3

"Awa ayok!" aku bersemangat turun dari tangga, hari ini jam 7 aku sudah siap ingin pergi jalan dengan Kak Rara.


Sudah lama aku ga hang out sama Kak Rara jadi hari ini aku bakal Quality Time sama Kak Rara dilanjut besok.


Jadi nanti aku pulangnya kerumah Ayah sama Bunda bukan ke tempat Umi sama Abi.


"Lets gooo!" aku menggandeng Kak Rara semangat, kali ini aku bakal habisin uang di black card yang dikasih Abi.


Aku punya tabungan juga sih, yang di kasih Abi sekali sebulan, tapi black card ini berharga banget. Aku pakenya kalau mau Quality Time aja.


"Hati-hati yaa." pesan Umi yang ku angguki.


Setelah pamitan sama Umi karena Abi ga ada, kata Umi Abi pergi ke tempat temennya mengenang masa dulu.


Ini kedua kalinya aku pakai mobil sendiri dan tetap Kak Rara yang bawa, jangan remehkan kemampuan mengemudi ku.


Tapi, ya namanya males itu ga jauh-jauh dari aku hehe.


"Ya Allah aku bener-bener senang Kak, kaya dapat lotre ke Korea," ucap ku exited saat mobil sudah jalan.


"Huhu iya ya, kita kan udah lama ga ketemu. Biasanya ketemu teruss ga ada engga," aku mengangguk setuju, sekarang harus aku yang fokus sama Sekolah.


Walaupun sebelumnya aku emang sudah fokus, tapi kali ini harus extra fokus biar dapet nilai tinggi dan bisa kuliah di UI.


Soal Kak Rara mau kuliah di mana katanya dia mau kuliah di UNPAD makin susah deh ketemu.


"Gimana sama Adsel? Masih semena-mena ga dia sama kamu?" aku terdiam sebentar.


Sebenarnya kejadian yang lalu masih cukup menyakitkan bagi aku pribadi, masih sering keinget ketika tidur.


Bahkan kerap kali itu jadi ladang ketakutan aku sendiri buat makin tawakkal, tapi Bunda udah peringatin aku.


Alhamdulillah sampe sekarang aku masih memutuskan pake cadar, ga tau kedepannya bagaimana tapi semoga tetap tawakkal.


Susah kalo udah berlarut dalam kesedihan masa lalu itu.


"Ya ga lagi Kak, kayanya pukulan Ayah kemaren buat di jera," tawaku berusaha mencairkan suasana sendiri.


Inilah sebabnya aku ga mau ngungkit-ngungkit hal-hal suram di masa lalu.


"Serius Kakak kepo gimana Ayah nonjok dia," aku tertawa, Kak Rara emang tipe yang kepo apalagi kalo udah sama Ayah.


Ayah itu ibarat superhero sih bagi aku, soalnya aku tipe yang ga bisa cerita sama Abi.


Paling cuma cerita beberapa hal yang emang perlu di share sama Abi jadi ya gitu.

__ADS_1


Kalau masalah sebesar ini aku cuma berani ngeshare sama Ayah dan Bunda. Kenapa? Dulunya Abi sama Umi itu sibuk banget, walaupun aku anak yang di tunggu-tunggu.


Jadi aku banyak ngabisin waktu sama Ayah, Bunda dan Kak Rara.


~~


"Eh Kak Darel." aku tersenyum menyapa Kak Darel yang sudah dulu menyapa ku.


Just info aja kalau Kak Rara dikamar mandi.


"Lo sama siapa kesini?"


"Oh itu sama Kakak sepupu Kak lagi di kamar mandi," jelas ku yang di angguki Kak Darel.


"Ada urusan apa Kak ke mall?? Sendiri lagi," tanya ku basa-basi.


"Oo ga ada sih, cuma keliling-keliling aja bosan juga dirumah," aku mengangguk.


"Mau kuliah dimana Kak?" kapan lagi kan ada waktu ngobrol-ngobrol sama Kak Darel.


Dear Kak Rara, lama-lama aja di kamar mandi nya hehe.


"Rencana mau ke UI ngambil jurusan Kriminolgi," spontan aku membelalak kaget.


"Beneran Kak? Nanti share ya gimana rasanya. Soalnya aku juga pengen masuk sana," ucap ku semangat.


"Ngapain kamu?" aku tersenyum senang.


"Habis ngomong sama cogan." jawabku semangat.


"Eh, kamu!" aku hanya tersenyum kemudian menarik Kak Rara agar kembali berkeliling melihat baju.


"Eh kak, aku mau beli cadar baru, masuk yuk." aku mengajak Kak Rara masuk ke toko baju muslim.


Semenjak bercadar aku jadi nyaman, rasanya kaya pandangan cowo sama kita itu ga kemana-mana.


Setelah membeli beberapa cadar dan gamis baru aku kembali berkeliling dengan Kak Rara.


Sekarang kami berhenti di toko kecantikan, membeli masker dan antek-anteknya.


"Ketemu EXO yuk Kak," ajak aku kepada Kak Rara.


Yang langsung di angguki Kak Rara, buat yang nanya gimana cara ketemu EXO? Ya tinggal ke Nature Republic store aja atau ke Innisfree ehe.


Setelah membeli skincare yang aku rasa udah habis dirumah begitupun Kak Rara kami memutuskan untuk makan.

__ADS_1


"Habis ini bakal sibuk banget ya kamu? Apalagi Kakak, kita bakal jarang ketemu," kecawa Kak Rara yang ikut membuatku kesal.


Karena efek anak tunggal aku jadi sering merasa kesepian dirumah, ga ada temen.


"Pokoknya aku tamat Kakak harus kasih waktu 2 hari full sama aku," ucapku yang di angguki Kak Rara.


"Sore kita harus ketaman kota, ya." aku mengangguk setuju, sore itu waktu yang pas lihat sunset jadi di taman kota itu tempat paling asik.


"Ayo sholat zuhur dulu." ajak Kak Rara yang aku angguki setelah makanan aku habis.


Kami mencari musholla didalam mall, soalnya aku bukan tipe yang sering ke mall, kalo pun pergi ga pernah sholat di mall.


"Ada gebetan ga Kak di sekolah?" tanya ku menggandeng Kak Rara.


"Ada loh, tapi sekarang dia nggak tau dimana. Soalnya dia diatas Kakak setahun," aku ngangguk-ngangguk ngerti.


"Temennya Adsel ada yang ganteng tau Kak, pas perpisahan aku diajakin foto sama dia, malahan di post di instagram." ucap ku bercerita.


Kak Rara udah perpisahan kok, tapi aku ga datang soalnya acaranya saaman sama di sekolah.


"Iya? Mau lihat dong. Kamu follow dia ga di Instagram?" aku menggeleng pelan.


"Tapi aku inget username nya Kak pas dikasih lihat sama Adsel. Tadi dia juga ketemu disini sama aku pas Kakak ke kamar mandi," jelas ku mengeluarkan handphone.


Kemudian melihatkan post-an Kak Darel.


"Ganteng ya? Bagusan sama dia kamu dari pada sama Adsel," aku mengangguk setuju, kalau sama Kak Darel siapa ga mau sih?


Orangnya baik juga, ganteng.


"Kalo sempet nih tunangan batal aku mau deketin Kak Darel, siapa tau jodoh," ucapku kemudian tertawa.


"Ya aamiin, semoga aja. Tapi Kakak ragu tunangan kalian bakal batal." aku spontan memukul lengan Kak Rara.


"Kok malah gitu? Aku ga mau sama Adsel, bejat kaya gitu!" kesal ku.


"Ya siapa tau dia mau berubah kan? Perasaan manusia ga ada yang tau Wa." aku mengangguk pelan.


"Do'a aja gimana pun kedepannya semoga kamu dalam lindungan Allah,"


"Aamiin." kemudian aku dan Kak Rara segera mengambil wuduk.


~~


Aku menikmati sunset sama Kak Rara di taman kota, emang ya kalo lihat sunset itu bikin hati adem.

__ADS_1


Semoga kedepannya ga ada hal buruk yang menimpa aku beserta keluarga, udah cukup ujian-ujian masa lalu yang bikin aku down.


__ADS_2