
Author POV
pagi ini seperti pagi sebelumnya , Irene tengah bersiap menuju kampus nya , dia merapihkan pakaian nya di depan cermin.
dan seperti biasa memainkan ponselnya sambil menunggu Irene yang masih merapihkan penampilan nya
" rene ayo cepet " teriak Mino dari ruang tamu
Pintu kamar terbuka dan menampilkan Irene yang sudah rapih , dan untuk kesekian kalinya Mino lagi lagi jatuh dalam pesona tunangan nya itu .
(abaikan latar nya ya gaes )
" dandan nya gak usah cantik cantik kali " ucap Mino
" paan sih orang dandan natural gini " ucap Irene lalu berjalan mengambil sneaker shoes nya .
" maksud aku , kamu itu udah cantik jadi gak usah dandan lagi " ucap Mino lalu berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.
"ck bawel , udah ayo berangkat " ucap Irene lalu berjalan mendahului Mino , sedangkan Mino hanya menggeleng kan kepala nya.
.
.
.
__ADS_1
.
Kini mereka berjalan di koridor dengan posisi Mino merangkul bahu nya Irene , dan Irene sibuk dengan handphone nya .
tiba tiba ada yang menabrak Irene dari belakang hingga Irene terjatuh dan handphone nya ikut terbanting , Irene langsung di tolong oleh Mino .
" astaga , maaf ya maaf gue gak liat " ucap perempuan itu membuat Irene yang sudah berdiri pun menoleh kearah nya .
Mino mengambil handphone Irene yang sudah retak dan mati , ia pun ikut menoleh kearah yang sama dengan Irene .
" Ya gapapa " ucap Irene lalu mengambil handphone yang ada di tangan Mino .
" eh itu rusak rene " ucap Mino saat Irene mengambil handphone dari tangan nya .
tanpa di sangka sangka handphone bermerk iPhone itu di lempar kan ke tong sampah , dan pergi meninggalkan Mino dengan perempuan itu .
" Aduh , gue gak enak banget sama cewek lu Mino " ucap perempuan itu .
" Mino ..." ucap perempuan itu dengan tatapan memelas.
" Lepas nancy " desis Mino dengan tatapan tajam nya.
" Gue cuma mau ngasih tau perasaan gue , gue suka sama lu " ucap nancy , tanpa di sadari Irene nontonin mereka
" gue gak peduli , lepas " dengan kesal mino menyentak tangan nya hingga terlepas dari pegangan nancy .
" denger ini ya , mau sampe lu memohon sama gue tentang perasaan lu itu , gue gak peduli , di hati gue cuman ada Irene " ucap Mino lalu pergi
__ADS_1
saat Mino akan melewati tangga tiba tiba terdengar suara yang sangat ia hafal .
" cie di tembak " ucap Irene
" ck , kamu buat aku khawatir tau gak " ucap Mino lalu memeluk pinggang Irene .
mereka pun pergi menuju kantin , kini mood Mino benar benar tidak bagus , ya karena si nancy sialan itu .
.
.
.
Irene sedari tadi hanya memainkan ponsel milik Mino , sedangkan Mino ikut melihat apa yang sedang Irene tonton .
" ekhm " suara deheman itu membuat mereka berdua mengalihkan perhatian nya .
" kenapa ? " tanya Mino saat melihat adik tingkat di depan mereka .
" kak Irene di panggil pak bogum ke ruangan nya" ucapnya
" iya tar gue ke sana " ucap Irene
adik tingkat itu pun mengangguk lalu pergi dari sana .
" aku ikut ya ? " ucap Mino
__ADS_1
" tapi di luar aja ya , tar kalo ada apa apa aku teriak kok " ucap Irene , lalu di sambut anggulan antusias dari mino