Fiance

Fiance
Marahnya Adsel


__ADS_3

Sedikit cerita tentang dunia perkuliahan aku selama 1 bulan di UI.


Ya semuanya berjalan lancar, walaupun aku tidak mempunyai teman dekat, tapi teman-teman kuliah ku lebih menghargai aku.


Mata kuliahnya juga tidak terlalu sulit, lebih santai dan ya aku suka semua.


Akhirnya setelah 11 tahun dengan semua pelajaran yang banyak, aku bisa fokus sekarang.


Aku SD cuma 5 tahun, mungkin dulu waktu SD aku pintar jadi bisa loncat kelas.


"Jauhin Adsel!" aku terkejut saat jalanku dihadang oleh Riri.


Apakah akan terjadi prristiwa dulu lagi? Aku di bully sampai punya trauma? Atau hanya sebatas tarikan cadar?


Semuanya udah aku lalui, kecuali sampe masuk RS, atau Riri yang bakalan bikin aku masuk RS?


"Iya," jawabku singkat, harus berani tahan hati tahan jiwa buat ga ngelawan.


"Sekali gue lihat lo deket sama Adsel, lo lihat permainan apa yang bakal gue kasih sama lo." aku mengangguk, kemudian Riri pergi dari hadapanku.


Setidaknya Riri lumayan berani, dia ga bawa temen, dia cuma sendiri.


Aku lantas berjalan setelah Riri pergi, aku masih ada mata kuliah satu lagi baru deh pulang.


Tapi kayanya ga langsung pulang, akhir-akhir ini alhamdulillah pembicaraan aku sama Kak Darel ga terlalu aneh.


Lebih serius, dan ya kalau aku ada kesusahan dalam mendalami materi pasti dibantuin sama temen-temennya.


Jadi di kantin itu ada meja yang muat buat 10 orang, jadi kita make meja itu biar jarak aku sama Kak Darel dan teman-teman itu jauh.


Soalnya jurusan ini lebih banyak make teori dari pada hitungan, itu juga sih yang bikin aku mau masuk Kriminologi.


~~


Mata kuliah aku udah abis hari ini, jadi aku langsung ke kantin, Kak Darel udah bilang dia di kantin dari tadi.


Katanya dia cuma punya 1 mata kuliah, jadi udah dari tadi nongkrong dikantin.


"Nah ini nih bintang nya udah datang!" aku tertawa kecil saat Kak Riko menyambutku.


Mereka lucu, bersahabat lagi jadi ga terlalu canggung kalau ngomong sama mereka, awalnya aku emang canggung.


Pake banget, tapi mereka open banget sama aku, ngajak ngomong, nanya-nanya yang bikin aku ga canggung lagi.

__ADS_1


"Tadi Riri anak fakultas sebelah nyariin lo." aku menatap Kak Dylan.


Oh iya, sebelum keheranan jadi genk Kak Darel ini ada 5 orang termasuk Kak Darel.


Pertama itu Kak Darel, ada Kak Riko, Kak Dylan, Kak Lucas, dan terakhir Kak Mark.


Mereka humble semua kok apalagi Kak Lucas, yang paling pendiem dan sering nerangin materi sama aku Kak Dylan.


Soalnya ya, dia orang yang paling bisa serius diantara mereka.


"Ngapain? Tapi tadi udah ketemu sih." jawabku.


Punya genk cowo kaya gini enak, serasa dijadiin ratu, minuman aja udah dibeliin sebelum dateng.


"Ini belum ada yang minum kan?" tanyaku menatap mereka semua.


"Belum." jawab mereka serentak, ya Allah lucu banget.


"Ga tau sih, tapi hati-hati aja lo sama dia. Walaupun dia sendiri tapi jiwa bullynya tinggi." jelas Kak Lucas.


"Iya? Perasaan 3 tahun terakhir hidup gue ga jauh-jauh ya dari queen bully." tawaku.


"Berarti yang paling ngeri yang lo sampe trauma ya?" aku mengangguk.


"Wa." aku menoleh bersamaan dengan Kak Darel dan yang lain.


"Apa?" tanyaku menatap Adsel, iya Adsel.


"Ngomong bentar." aku menatap aneh Adsel, ada apa dengan raut wajah orang didepanku ini.


"Mau ngomong apa? Disini aja?" itu bukan aku ya, tapi Kak Mark.


"Ga usah ikut campur, ini urusan gue sama Wafaa." setelah itu tangan aku ditarik paksa oleh Adsel.


"Eh!!" aku spontan memelintir tangan Adsel yang dengan seenaknya menarik tanganku.


"Sopan dikit napa lo?" tanya ku menatap Adsel kesal, suasana kantin sepi pake banget.


Cuma ada kami ber-tujuh.


Sesepi itu kalo hari sabtu, hanya dosen-dosen ajaib yang ngambil mata kuliah hari sabtu.


"Lo yang seharusnya sopan, lo apain lagi Riri? Kemaren Tasya!" aku mengerutkan alis heran.

__ADS_1


"Gue apain Riri lo? Lo mau ngungkit yang Tasya yang nyatanya pacar lo sendiri yang salah, ah bukan mantan." jawabku santai.


Memutuskan untuk mundur 2 langkah, takut nya nanti dia malah narik cadar aku lagi.


"Lo ngapain lagi si Sel?" aku menatap Kak Darel yang sudah berdiri disampingku.


"Ga usah ikut campur, cewe yang kalian puja-puja ini busuk!" aku menatap Adsel tidak percaya.


Bukankah selama ini baik-baik saja? Apa yang dikatakan Riri kepada Adsel?


"Gue tadi pagi mandi ya!" jawaban bodoh? Anggap aja.


"Lo ga usah ngalihin pembicaraan!! Nyesel gue nerima pertunangan bodoh ini!"


Aku menatap Adsel kesal, siapa juga yang mau tunangan sama dia.


"Lo kira gue ga nyesel ha?! Sampe gue harus ngintilin dimana lo sekolah! Sampe gue harus kena bully, harga diri gue hilang gara-gara lo narik cadar gue! Disini gue yang paling nyesel lo tau itu!! Lo cuma nyesel gara-gara perkataan ga bermakna pacar lo! Ga ada otak!"


Ucapku menggebu-gebu menatap Adsel.


"Bahkan gue ga bilang sama Abi masalah itu dan lo tau!! Lo gila!? Disini gue yang lebih ga mau!!"


Siapa wanita yang mau jadi tunangan seorang Adsel yang gila akan wanita ini?! Ga ada.


"Apa yang dibilang pacar lo? Gue apain dia? Gue ngancem dia? Ga usah deket-deket lo lagi atau dia bilang matahin tangan dia?"


Tanyaku kepada Adsel, sementara Kak Darel mau nenangin aku tapi ga bisa.


"Lo lihat buktinya? Mana buktinya? Mau lo itu apasih? Mau gue ngalah terus minta maaf sama dia?"


"Ini orang yang mau Mama nikahin sama gue? Bagus gue nikah sama Riri!!"


"Yaudah lo nikah sana sama Riri ban*sat! Gue juga ga mau nikah sama lo!" teriakku kesal.


Air mata ku udah jatuh dari tadi.


"Lo nikah sana sama Riri, lo belain dia terus! Tuntun dia! Itu kan yang lo mau iya kan?!! Hidup bahagia sama Riri?! Iya kan!!" teriakku menatap Adsel.


"Lo! Ga tau gimana tersiksanya gue selama ini gara-gara tunangan sama lo! Sementara lo! Lo cuma nyalahin gue aja!"


"Iya! Gue bar-bar, gue pake cadar tapi ga bisa ngontrol kata-kata, tapi lo tau?! Itu semua bisanya sama lo! Karena lo emang ga patut buat di lembutin lagi, otak lo itu udah ga ada!"


"Otak lo itu ga layak pake! Gue jadi bingung gimana cara lo masuk sini dengan otak bodoh lo itu!" aku menatap Adsel yang telah menahan amarah.

__ADS_1


Terserah dia mau ngomong apa selanjutnya, yang jelas sekarang aku udah ngeluarin uneg-uneg ku.


__ADS_2