Fiance

Fiance
04


__ADS_3


Bae Jaemin adek nya Irene


Jaemin memeluk Irene dengan senang sementara Mino sudah memasang tatapan yang mematikan pada Jaemin .


jika orang orang akan takut pada tatapan mematikan itu , lain hal nya dengan Jaemin , dia akan senang karena baginya menjaili calon kakak ipar nya ini adalah sebuah hal yang menyenangkan


" kak Irene minep ? " tanya Jaemin dengan tatapan penuh harap


" enggak " sahut Mino , membuat Jaemin mengangkat sebelah alis nya


" perasaan Jae nanya kak Irene deh " ucap Jaemin


" Gak bisa Jaemin , sore nanti kakak ada acara " ucap Irene


" yah " raut wajah Jaemin langsung muram


" ada apa nih " tanya Yoona datang dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan .


" kakak gak minep ma " adu Jaemin


" ya gak bisa lah Jae , kan mereka udah punya rumah sendiri " ucap Yoona , muka Jaemin pun nambah muram .


Mino yang sedari diam dalam hati nya sudah bersorak kemenangan , dia senang karena hari ini dia yang menang padahal dia cuman mengeluarkan 1 kata .


mereka pun ngobrol dengan Yoona , hingga Makan siang tiba , mereka Makan siang sambil mengobrol dengan Yoona dan Jaemin yang masih sedikit tak rela kakak nya tidak menginap .


" kapan kalian kasih mama cucu ? " tanya Yoona


uhukk


Irene tersedak saat mendengar ucapan dari Yoona , dengan cepat Mino mengambil kan minum untuk Irene .


" tar lah mah Irene sama Mino kan belum lulus kuliah , belum nikah juga " ucap Irene dengan wajah masih merah akibat tersedak tadi .


" Tapi bisa kali nyicil " ucap Yoona


" iya bisa mah , tar Mino sama Irene nyicil setiap malem " ucap Mino membuat Yoona tersenyum senang sedangkan Irene muka nya tambah merah , Jaemin yang sedari diam hanya menggeleng kan kepala nya , Rip telinga polos Jaemin .


.

__ADS_1


.


.


"mah kita pulang dulu ya , salam buat papa " ucap Irene pamit pada Yoona .


" iya sayang hati-hati aja di jalan , Mino bawa mobilnya hati-hati ya " ucap Yoona


" siap mah kita pulang dulu ya " ucap mino


mereka pun memasuki mobil dan meninggalkan pekarangan rumah Yoona , sepanjang perjalanan hanya ada suara musik yang mengisi keheningan mobil tersebut .


" mau makan malam di mana ? " tanya Mino


" makan di rumah aja gimana ? biar aku yang masak " ucap Irene


" bahan makanan emang masih ada ? " tanya Mino


"masih ada aku kan kita baru belanja beberapa hari yang lalu " ucap Irene .


saat mereka berbincang tiba-tiba ada sebuah motor yang menghadang mobil mereka , dengan reflek minum menginjak rem hingga ban mobil berdecit .


Mino menatap tajam orang yang memberhentikan motor dan mobilnya , orang itu pun membuka helmnya , Irene terkejut mengetahui siapa orang itu .


" pinggirin motor lu , lu nutupin jalan gue " ucap Mino


" nggak bisa gua mau ketemu Irene " ucap orang itu


" Irene nggak mau ketemu sama lu mending lu pergi dari sini sebelum gue bikin muka lu " ucap Mino dengan penuh peringatan .


" aku ada urusan sama Irene bukan sama lu mending lu pergi dari hadapan gua gue mau ketemunya sama Irene " ucap nya


Irene yang sedari tadi hanya menonton dalam mobil pun dengan rasa penasaran nya dia keluar dari mobil tersebut dan menghampiri dua orang yang sedang saling menatap tajam .


" mau ngapain lu urusan kita udah nggak ada lagi " ucap Irene dengan wajah dingin nya


" gua nggak terima diputusin sama lu secara sepihak gua nggak setuju " ucap dia


" bisa nggak lu lupain ? itu kejadiannya udah lama jadi kita udah nggak ada hubungan lagi Suho " ucap Irene


Mino sedari tadi hanya diam sambil merangkul Irene yang sudah mulai emosi , Mino membiarkan Irene meluapkan emosinya pada Suho .

__ADS_1


" kasih kesempatan gue kedua Irene " ucap Suho , yang dapat tawaan dari Mino .


"bro lu itu lelaki harta lu banyak muka lu cakep kenapa lu masih ngejar-ngejar Irene yang jelas-jelas udah punya tunangan , ingat harga diri boy " ucap Mino


" sorry gue cintanya sama Irene " ucap Suho


" tapi gua udah nggak cinta sama lu " ucap Irene dan lagi lagi tawa Mino pecah sedangkan Suho muka nya sudah memerah , harga diri nya benar benar sudah jatuh .


" sekarang lu pinggirin motor lu sebelum gua tendang muka lu " ucap Irene dengan kasar nya , dia benar benar sudah muak .


dengan berat hati Suho meminggirkan motornya dan memberikan jalan agar mobil yang ditumpangi Irene dan Mino lewat .


.


.


.


seperti yang dikatakan Irene di jalan ini dia sibuk di dapur , sedangkan Mino membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat .


setelah berkutat di dapur selama 30 menit akhirnya menu yang Irene masak pun selesai, Irene pun menyajikan makanan tersebut di meja makan saat sedang menaruh naruh piring makanan tersebut ia kaget saat Mino memeluknya dari belakang .


" astaga kaget aku " ucap Irene , ia pun memutar tubuh nya agar menghadap Mino dengan reflek Irene memukul bahu Mino .


" aduh sakit , kenapa dipukul sih " ucap Mino sambil mengelus tangan nya yang di pukul Irene .


" kebiasaan selalu enggak makai baju , udah tahu udah musim hujan ntar kalau kena flu gimana ? " omel Irene karena Mino hanya memakai boxer nya .


" alah alasan bilang aja mau megang " ucap Mino , lalu membawa tangan Irene memegang perut six pack .


Irene tersenyum dan mengelus perut sixpack nya Mino namun tak lama kemudian dia mencubit root tersebut .


lagi lagi minum memegangi perutnya dengan muka-muka kesakitan .


" kalau dicubit si sakit tau " ucap Mino masih mengelus perut nya .


" udah sana cepet pakai baju habis itu ke sini lagi dan makan , udah masuk jam makan malam ini cepet " omel Irene lagi , mau tidak mau Mino menuruti kata-kata Irene .


sedangkan Irene menyusun makanan makanan di meja makan sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Mino yang masih seperti anak kecil .


Mino benar-benar berbeda saat di depan orang lain dan di depan Irene , jika di depan orang lain dia akan mengeluarkan aura dingin dan tidak tersentuh tapi lain halnya jika di depan Irene ia akan menjadi di seperti anak kecil .

__ADS_1



__ADS_2