
Aku menatap ngeri kearah meja didekat genk terong-terongan main ps, bener-bener berantakan.
Sampah dimana-mana.
"Loh Kak, ini siapa?" aku tersenyum menatap Mama Kak Darel kemudian bersalaman.
"Mama ga inget? Ini loh cewek yang ketemu sama Mama waktu Darel lulus SMA." jelas Kak Darel yang membuat Mama Kak Darel terkejut.
"Loh Wafaa! Ya Allah udah lama banget kita ga ketemu, apa kabar sayang?"
"Baik tante, tante gimana?" tanyaku tersenyum menatap Mama Kak Darel.
"Wafaa cari muka aja tuh didepan Bunda! Padahal aslinya kayak macan Bun!" aku menatap Kak Lucas tajam.
"Loh, kenal sama Wafaa kalian?" tanya Mama Kak Darel menatap genk terong-terongan.
Aku ga tau sih gimana aku bisa manggil genk Kak Darel dengan nama genk terong-terongan. Tapi, mereka mau-mau aja dipanggil kaya gitu.
"Kenal Bunda, dia adik tingkat paling ga ada akhlak!" Kak Riko ikut memancing.
"Diam deh anak dajjal!" kesalku menatap Kak Riko dan Kak Lucas bergantian.
"Nah tuh Bun! Kayak macan kan!!" aku menatap Kak Mark, kok malah ikutan!
"Sama kalian aja ya! Habisnya bentukan kalian kaya anak dajjal semua!" ucapku menatap mereka satu persatu kecuali Kak Dylan.
Udah di tegur duluan aku jadi takut.
"Udah-udah, ayo Wafaa temenin Bunda masak aja, mereka belum makan. Kaya anak terlantar semua." aku melambaikan tangan dengan songong kearah mereka.
"Songong lo!" aku hanya mengedikkan bahu, akrab banget mereka sama Mama Kak Darel, btw Mama Kak Darel manggil diri sendiri ke aku Bunda ya tadi?
"Kamu bisa masak kan?" aku mengangguk semangat, yakali aku ga bisa masak.
"Yaudah yuk kita masak, sebelum itu kamu manggilnya Bunda aja ga usah tante, samain kaya genk mereka." aku kembali mengangguk.
Dapet orang tua baru lagi kan aku hehe, baik juga.
"Oh iya Bunda baru inget, Darel pernah cerita sama Bunda kalo kamu tunangan sama Adsel, bener ya?" aku menatap Bunda sebentar.
Habis ini aku bakal nendang Kak Darel habis-habisan.
"Iya Bunda, tapi udah putus baru beberapa hari yang lalu," ucapku.
"Kenapa bisa?" tanya Bunda menatapku kasihan.
Setelah itu Bunda mengajak ku duduk di meja makan, membiarkan bibi yang melanjutkan masak.
"Adselnya ga baik buat aku Bunda, makanya putus." jawabku kalem.
"Ga baik gimana?"
__ADS_1
"Aku tunangan sama Adsel bukan dari diri kita masing-masing Bunda, awalnya aku nolak tapi Adsel mau dengan alasan dia kasihan sama Mama, yaudah lanjut pas SMA Adsel punya pacar disana aku berantem sama pacarnya,"
"Itu bukan salah aku, karena dia cuma cemburu sama aku karena aku deket sama Adsel, Adsel ikutan marah dia sampe narik cadar aku Bun,"
"Aku ga bahas itu sama Abi karena kasihan sama Mama, eh kemaren pacarnya ga tau bilang apa sama Adsel, Adsel marah-marah sama aku sampe ngeluarin kata-kata yang ga pantas, yaudah aku putusin aja,"
Ini ngebuat Adsel buruk dimata orang, tapi memang itu kenyataannya.
"Assalamulaikum Bunda." aku menatap Adsel, ya Allah kenapa dia bisa ada disini juga?
"Loh Adsel, udah lama ga kesini. Ini siapa?" tanya Bunda menatap ya kalian tau lah ya.
"Oh, pacar Adsel Bun." aku hanya diam, dimana ada Adsel disana ada Riri.
"Cantik ya pacar kamu."
"Oh pasti Bunda!" aku hanya mendelik.
"Eh anak dajjal!" aku menatap Kak Lucas kesal, enak aja dipanggil anak Dajjal.
"Apa lo?!" sautku.
"Ngegas banget, sini main ps bareng!"
"Engga, jelas-jelas gue kaya gini diajakin main ps," kesalku menatap Kak Lucas
"Ayo! Pada jarak aman kok!" kemudian aku mengangguk dan duduk didepan tv sedangkan mereka mulai menjauh.
Aku lawan Kak Dylan main, padahal ga bisa main.
"Lo kan cowo masa ga bisa main ps!" aku mendengus.
"Bunda! Kak Lucas bilang Bunda cowo!" aduku menatap Kak Lucas.
Permainannya udah selesai kok, aku kalah.
"Eh!!" aku menatap Kak Lucas kesal.
"Sampah lo buang ke tong sampah dong! Masa ke gue!" ucapku kesal.
"Mau ngadu kan lo sama Dylan, dasar pengadu!" aku mendelik, ngapain ini semua pada ikutan bully aku sih.
"Diem deh berisik banget, ada tamu ga disambut." ucapku menatap Adsel dan Riri.
"Itu mah ga perlu disambut lagi, buang tenaga kalo nyambut mereka." jawab Kak Riko.
"Aduuh so sweet banget sih kamu." ucapku kemudian tertawa.
"Wa sini deh bentar mau ngomong," aku menatap Kak Dylan, duh jadi takut.
Kak Dylan ini ibarat Abi banget.
__ADS_1
"Disini aja Kak," ucapku menatap Kak Dylan.
"Haha, lo takut kan!! Ketauan!" aku menatap Kak Mark kesal.
"Ga ada yang takut ya!" aku kemudian berjalan kearah Kak Dylan.
"Jangan deket-deketin Adsel lagi, nanti duduknya juahan sama Adsel kalau bisa disamping lo Bunda!" aku mengangguk.
Kaya ditegur bapak sendiri.
"Hayoloh, lo ngomong apa sama Dylan!" aku menatap Kak Lucas tajam.
"Ayok makan makan!" aku segera berjalan kearah Bunda, bantuin buta nata makanan diatas meja.
"Bunda aku duduk disamping Bunda ya," pesanku menatap Bunda.
"Oh pasti, kamu harus jaga jarak sama cowok." aku tertawa senang.
Aku tersenyum menatap semua orang, posisi yang sangat enak pemirsa, sebelah kanan Bunda sesuai permintaan sebelah kiri Riri Ya Allah!
"Aw!! Lo!!!" aku menatap kearah Riri heran, kenapa lagi nih kembaran dajjal?
"Lo ada masalah apa sih sama gue? Lo ga terima gue pacaran sama Adsel?" aku hanya menatap Riri heran.
Sedangkan yang lain menatap kearah ku meminta penjelasan.
"Lo ngapain?" tanyaku lugu menatap Riri.
"LO NGINJAK KAKI GUE!" aku mengerjapkan mata sebentar.
"Lo kali nginjak kaki lo sendiri, orang kaki gue dari tadi deketan sama Bunda." ucapku santai.
"Bi, lihat tuh mantan kamu!" aku mendelik, ngadu teroooss ngaduuu.
"Kak lihat tuh pacar temen lo! Alaynya minta ampun, queen dramanya udah sampe ke DNA heran gue," ucapku menatap Kak Darel.
"Kak Lucas gue injek kaki lo tau!! Sakit ya?" tanyaku menatap Kak Lucas.
"Aduh sakit bangeet!!" ejek Kak Lucas, nah ini yang aku suka.
Kalo masalah ngeremehin orang emang Kak Lucas yang berani.
"Gue kalau ga jaga hijab gue ga bakalan duduk disamping lo sumpah, kalo lo mau jatuhin gue didepan orang banyak setidaknya jangan deket orang yang kenal gue dong." ucapku menatap Riri.
"Lan, kaki gue kenapa lo injeek!!" aku tertawa bersamaan dengan Bunda karena ulah Kak Riko.
"Sel, pacar lo bawa pulang dulu lagi butuh istirahat kayanya," ucap Kak Darel.
Senangnya punya pacar banyaak, becanda kook.
**BTW GAES THANK YOU FOR 1K VIEWS!! MAKASIH SUPPORTNYA😍😍
__ADS_1
Aku juga mau nanya, perlu ga bagi kalian aku nunjukin visual si Adsel? Khusus Adsel aja dulu nantinya kalo aku lihatin semua kalian malah kecewa soalnya ga pas sama ekspetasi.
Dijawab yaa**!!