Foton Hundred Percent

Foton Hundred Percent
10.Svalbard Protocol


__ADS_3

North Pole, March 3,1992.


Island Bjornova, Scathgraber Vault.


Dua puluh lima tahun yang lalu, di sebuah tanah tak bertuan, pada tebingan batu yang selalu berselimut es abadi, di sana terbenam sebuah bunker yang selalu tertutup rapat, tempat rahasia ini dulunya dibangun oleh tentara Nazi pada masa perang dunia ke-dua, untuk menguji berbagai macam persenjataan kimia, tak ada yang pernah mengira bahwa setelah hampir lima dekade terbengkalai, tempat itu secara diam-diam telah dijadikan laboratorium rahasia oleh sekelompok ilmuwan.


Itu semua terungkap setelah International Intelijen berhasil meretas data transmisi tak wajar yang berasal dari kepulauan Svalbard, yang merupakan pulau terjauh di utara dataran Eropa yang masih dihuni manusia.


Satuan unit khusus bernama Nass40, segera dikirim menyerbu Svalbard, terjadi baku tembak yang sengit melawan tentara bayaran yang menjadikan tempat itu sebagai pangkalan militer, sebelum akhirnya tempat itu berhasil diambil alih oleh Nass40, dari sanalah mereka mendapatkan fakta mengerikan bahwa Svalbard telah lama dijadikan pelabuhan transit pengiriman bahan kimia berbahaya yang diangkut menuju Bjornova.


Apa yang mereka temukan di Bjornova lebih mencengangkan lagi, malam itu juga ketika mereka tiba di sana, pintu bunker dari baja setebal satu meter telah terkulai di dinding tebing akibat dorongan ledakan dahsyat yang berasal dari bawah tanah, dari lorong bawah tanah itu tercium aroma menyengat Ammonium Nitrat, Sulfur Dioxide, beserta Aseton yang menjadi biang kerok ledakan, yang terlihat hanyalah dualisme api dan asap berpadu memercik dan terkepul dari cecelahan batu.


Butuh beberapa jam bagi mereka menunggu suhu panas akibat kebakaran di dalam bunker mereda, barulah mereka bisa menginspeksi kedalamanan ruang bawah tanah dengan kondisi yang sudah centang perenang, bau hangus daging manusia yang tercabik-cabik bercampur dengan semilir zat kimia meraja lela di sana-sini, mustahil ada yang bisa bertahan hidup dalam kondisi itu.


Bagian paling menyayat hati nurani adalah ketika Nass40 menemukan sebuah ruangan, di mana di dalamnya tersusun rapi ratusan tabung yang sepertinya terbuat dari kaca khusus, sehingga tak ada satupun yang hancur akibat ledakan di bunker itu, di dalam tabung-tabung itu terdapat ratusan bayi manusia yang di-infused dengan semacam chemical liquid, kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan ada sebagian bayi yang sudah hancur terurai, mungkin telah mati dalam waktu yang lama, tetapi dibiarkan saja dalam tabung kaca itu.

__ADS_1


Mereka dengan cepat segera mengeluarkan bayi-bayi itu dari dalam bunker, dengan hati tersayat, sambil memyumpah serapah betapa kejinya riset ini, mereka berharap masih ada bayi yang bisa diselamatkan, tetapi semuanya sudah didapati dalam kondisi tak bernyawa, akhirnya bayi-bayi tak berdosa itu dikuburkan begitu saja di bawah timbunan samudera es yang digali sedalam mungkin.


Agar tak mencederai nama baik ilmu pengetahuan, bahwa adakalanya sains menjadi pedang tajam yang mematikan dengan prektek-prakteknya yang tidak berprikemanusiaan, juga demi menjaga perasaan begitu banyak orang tua yang akan semakin bersedih seandainya mereka tahu bahwa anak-anak mereka telah ditumbalkan demi sebuah penelitian, akhirnya temuan soal bayi-bayi korban eksperimen itupun ditutup serapat-rapatnya dari dunia.


Apa yang kemudian diberitakan kepada publik dunia, hanyalah soal penggerebekan pengembangan senjata biologis oleh sekumpulan ilmuwan gila, begitulah cara mereka menyembunyikan fakta, dan begitulah selama ini manusia terus ditipu dengan pemelintiran opini di balik sejarah.


Kini, Interpol sibuk memburu sisa-sisa ilmuwan yang melarikan diri, sebagian yang tertangkap langsung di eksekusi tanpa proses peradilan, dengan tuduhan melakukan perlawanan, ada yang berhasil bersembunyi tetapi keluarga mereka dihabisi dengan alasan yang tak pasti, mungkinkah sebenarnya Interpol juga bermain mata dengan pengusaha-pengusaha kaya itu demi menutupi keterlibatan mereka. Apakah sebegitu besarnya pengaruh mereka sehingga mampu menciptakan tatanan hukum mereka sendiri. Dunia benar-benar sudah terbeli.


***


Island Bjornova, June 10, 1997


Penguin Russel itu hewan nomad, mereka tidak teritorial, mereka sulit ditemukan karena tempat tinggal mereka yang tak pasti, tergantung ketersedian pasokan ikan di laut, terutama pada musim-musim kawin, mereka akan bermigrasi mencari pulau yang hangat dengan stok ikan berlimpah, itu semua demi menetaskan telur dan memastikan ketersediaan makanan yang cukup untuk bayi-bayi Penguin yang nantinya akan menetas.


Tahun itu, pulau Bjornova, termasuk dalam rute migrasi mereka, pulau itu cukup kering pada pertengahan tahun, ditambah pemanasan global yang kian menjadi-jadi, membuat lapisan es yang menyelimuti permukaan kian menipis, terkadang di beberapa tempat di pulau itu, terlihat lapisan bebatuan basalt purba muncul kepermukaan.

__ADS_1


Bunker Scatchgraber memang sudah disegel sejak lima tahun yang lalu oleh Nass40, kini melalui teraktat multilateral pulau Bjornova dinyatakan sebagi hazard zone, yang artinya tak boleh didekati, karena paparan radioaktif sisa eksperimen dianggap membahayakan kesehatan, tetapi tentu larangan itu hanya berlaku bagi manusia, tidak bagi Penguin.


Hamparan es dari samudera beku yang mengepung Bjornova, adalah tempat bermain yang nyaman bagi puluhan koloni Penguin Russel, burung unik yang selalu berjalan tegak dengan dada terbusung, mereka suka berhimpit-himpitan saling hangat-menghangatkan satu sama lain, berkikik-kikik lalu menyelam ke dasar lautan dan muncul kembali membawa ikan di paruh mereka.


Burung-burung lucu itu, tiba-tiba berkumpul membentuk lingkaran, mengamati lapisan es di bawah kaki mereka, es mulai rengkah, sepertinya ada sesuatu yang sedang mencoba keluar dari lapisan bawah. Krtk! Krtk! Krtk! Begitu suara retakannya terdengar, seperti cangkang telur yang coba dipecahkan dari dalam.


Bum! Kerumunan Penguin itu langsung bubar terkocar-kacir, saat satu ledakan kecil telah melontarkan seorang anak laki-laki berumur lima tahun ke permukaan, dia sangat lucu, rambutnya panjang, telanjang bulat, dan matanya yang bundar bergerak ke sana-sini, mengamati Penguin-Penguin yang menjauh ketakutan. Siapa sebenarnya anak ajaib ini?


Coba kita ingat-ingat lagi peristiwa lima tahun yang lalu saat pasukan Nass40 menguburkan mayat-mayat bayi korban eksperimen ke dalam laut beku, mungkin mereka tidak menyadari bahwa tidak semua bayi itu benar-benar mati, masih ada satu yang ternyata hidup walau dengan kondisi mati suri.


Kalau begitu, berarti anak ini telah tertidur sangat lama bertahun-tahun dalam lapisan es yang membekukannya, bagaimana dia bertahan hidup dan terus tumbuh menjadi bocah berumur lima tahunan tanpa makan dan minum? Jawaban itu mungkin karena ada sesuatu yang tidak normal pada tubuhnya, pasti Foton itu, ya Foton, itulah dugaan kita.


Kita tahu bahwa hukum kekekalan Foton selalu patuh pada mekanika kuantum, bahwa ia mesti mempertahankan dirinya dengan menyerap energi apa saja yang ada di sekitarnya. Apakah es yang dingin itu? Ya! Lapisan es itulah yang secara ajaib telah memberinya kehidupan.


Dalam kondisi diam atau statis, Foton adalah partikel elementar yang selalu bergerak kinetis hingga menimbulkan panas di inti atomnya, kemudian panas itu bertubrukan dengan suhu dingin dari es, perbedaan suhu ini kemudian menciptakan energi listrik statis, maka Foton itu bekerja seperti kuanta-kuanta daur ulang penyerap dan penghasil energi, itulah yang terus menerus di-sintesis Foton di tubuh bocah itu, dengan kata lain ia mampu terus bertahan hidup dan tumbuh normal, dengan cara 'memakan' energi listrik statis.

__ADS_1


Kini setelah lama ia berhibernasi dengan Foton di tubuhnya, terlelap begitu lama dalam lapisan es yang melindunginya seperti kulit Kerang yang menyimpan mutiara, secara tak sengaja ia telah terbangun oleh sekawanan penguin yang berisik, dan dari sinilah semua cerita ini berasal.


***


__ADS_2