Foton Hundred Percent

Foton Hundred Percent
9.The Flying Penguin


__ADS_3

Di bawah terik surya yang perkasa tengah hari itu, di puncak menara Evenergy, Frederick Moffin terlihat sesekali mengelap keringat di dahinya yang bercucuran, matanya yang nanar kemerahan disembunyikannya di balik kacamata hitamnya, dia seperti tak sabaran, menunggu kedatangan seseorang.


Barulah ia berhenti menggerutu, ketika dari kejauhan tampak jelas sebuah Helikopter terbang kian mendekat, tak lama Helikopter itu pun mendarat tepat pada helipad di puncak gedung tersebut.


Rotor baling-baling masih berdengung ketika seorang pria tua turun dari capung besi itu, rambut putihnya nampak berserakan diterpa angin, Frederick Moffin segera menyambutnya.


"Profesor Hades!" ucapnya ketika menjabat tangan pria tua itu.


"Ah! Mister Frederick, maaf membuat Anda lama menunggu, maklumlah orang tua seperti saya memang sudah payah kalau bepergian jauh."


"Haha, saya bisa mengerti, ayo mari!" katanya sambil merangkul pria tua itu, membawanya ke sebuah tempat, ruang pertemuan tertutup.


Tak lama, mereka telah duduk berhadap-hadapan dengan meja melingkar dan beberapa kursi yang juga disusun teratur melingkari meja tersebut.


"Bagaimana perkembangan project Dark Matter kita?" Frederick membuka percakapan.


"Luar biasa menggembirakan, kita mengalami banyak kemajuan," katanya, "namun saya minta anda bersabar sedikit lagi."


"Ah, rasanya saya adalah orang yang paling bersabar di dunia ini, tapi jujur saya harus katakan Profesor, ini sudah molor terlalu lama dari waktu yang Anda janjikan." Raut wajah Frederick merengut kecewa.


"Saya mengerti, mengerti sekali keadaan Anda sekarang, perdagangan minyak bumi memang jeblok sekali belakangan ini, beberapa perusahan sudah banyak yang gulung tikar, sulit sekali memang, mendapatkan ladang sumur yang baru,"


"Itulah Profesor, mengapa saya ... Ah, bagaimana ya, saya harus menjelaskannya?"


"Ya! Ya! Saya minta maaf, maaf yang sebesar-besarnya, mohon pengertian Anda sekali lagi, ada banyak sekali kesulitan, tapi sejauh ini kita telah berhasil mengatasinya, sedikit lagi. Ya, tinggal sedikit lagi."


"Saya pikir ini wajar Prof, kalau saya sedikit cemas, takut sekali, kalau-kalau Anda akan gagal, padahal Anda tau sendiri, saya sudah berkorban banyak demi membantu Anda," sindir Frederick.


"Jangan khawatir Mister, Anda bisa pegang kata-kata saya, Anda tau sendirilah, setelah selama 25 tahun ini saya terus hidup dalam pelarian, karena Interpol tak pernah berhenti memburu saya, selama itu pula saya terus menyimpan dendam saya pada orang-orang kaya yang kejam itu, mereka telah membunuh keluarga saya demi menghilangkan saksi dan bukti dari penelitian terkutuk itu, tak ada lagi yang tersisa, kecuali impian saya soal Dark Matter ini, yang mana, ini hanya bisa terwujud dengan bantuan Anda, jadi sesuai kesepakatan kita, saya harap Anda tetap fokus pada tujuan Anda membantu saya membalas orang-orang kaya itu, dan saya sendiri pun akan tetap fokus pada riset Dark Matter ini, saya rasa inilah bayaran setimpal yang akan saya berikan untuk Anda."


"Entahlah, terkadang saya berpikir bahwa Anda hanya sedang memperalat saya saja Profesor," kata Frederick.


"Haha! Seandainya memang ada kemungkinan seperti itu. Wah, bukankah bisa juga malah terjadi sebaliknya, misal Anda melaporkan saya pada Interpol atau membunuh saya setelah saya menyerahkan hasil riset saya, bisa saja begitu, kan? Jadi untuk sekarang tidak ada gunanya bila kita saling mencurigai."

__ADS_1


"Yah, terus sekarang bagaimana Prof? Apakah ada kepastian yang bisa membuat saya setidaknya percaya pada keseriusan Anda?"


"Datanglah ke Palmerston tiga hari lagi, dan Anda akan menyaksikan mahakarya hebat ini," jawab Hades.


"Saya berharap Anda tak akan mengecewakan saya kali ini," timpal Frederick.


"Ya! Saya berjanji!" pungkas Hades, lalu menyeruput kopinya.


"Oh iya, omong-omong bagaimana dengan Nolan? Sepertinya rencana Anda soal penculikan kemarin tak berjalan mulus," selidik Hades tiba-tiba.


"Ah, saya mohon maaf soal itu, ternyata dia jauh lebih waspada dari bayangan kita."


"Apa yang terjadi sebenarnya?"


"Anak gadis Nolan itu, liar sekali, bahkan orang-orang kita yang menyamar sebagai pengawalnya, sudah dibuat kerepotan di awal rencana."


"Liar?" ulang Hades tak paham.


Hades terbahak, "Konyol sekali, terus bagaimana?"


"Lalu rencana berubah, kami memutuskan mencegatnya saja saat pulang dari pesta itu, gadis itu mungkin masih tak curiga, ketika tau mobil orang-orang kita mengikutinya, karena dia masih menganggap bahwa mereka itu pengawal sewaan Nolan, dan setelah itu saya tak tahu lagi apa yang terjadi, tetapi di antara mereka ada yang sempat mengirim pesan darurat bahwa iring-iringan mereka telah dicegat oleh seseorang misterius memakai topeng Penguin, sebelum akhirnya mereka semua tewas terbunuh."


"Topeng Penguin?" ulang Hades, sambil dia memainkan kumisnya, Frederick angkat bahu, dia sendiri pun tak yakin.


"Apa mungkin itu benar? Maksudku soal orang bertopeng Penguin ini, apakah itu dia?"


"Saya tak mengerti maksud Anda?"


"Apakah Anda tidak pernah mendengar rumor orang bertopeng Penguin ini?" Hades balik bertanya, Frederick menggeleng.


"Terlepas apakah itu benar atau tidak, sebenarnya saya pun telah lama tertarik dengan orang bertopeng Penguin ini."


Frederick memusatkan pandangannya pada Hades, terbawa rasa ingin tau.

__ADS_1


"Mungkin Anda pernah mendengar soal pasukan siluman bernama Calamity Seven, secara otoritas pasukan tak kasat mata ini berada langsung di bawah wewenang United Nations yang memberikan independensi kepada mereka untuk bertindak sebebasnya dalam menyelesaikan misi-misi mereka, pasukan misterius yang hanya beranggotakan tujuh orang pilihan ini memang kalah populer kalau kita bandingkan dengan pasukan elit dunia yang lain seperti Nass40, Cerebrian, atau Blue Alogo, tetapi jika kita membicarakan mereka dari sisi kelam dunia bawah tanah maka Calamity Seven adalah entitas yang paling menakutkan."


"Terus apa hubungannya Calamity Seven dengan orang bertopeng Penguin ini?" kejar Frederick.


"Orang ini adalah pemimpin mereka, yang nomor satu, dan yang paling kuat. Kuat yang saya maksud di sini adalah kuat dalam artian sebenarnya tentang ukuran pyshical strength suatu objek bernyawa, sosoknya yang menakutkan seperti malaikat dari kegelapan terus melekat pada gambaran visual seorang pria adidaya yang mengenakan topeng Penguin ini, orang-orang dari dunia bawah menyebutnya Si Penguin Terbang." Hades membeberkan panjang lebar.


Mendengar itu, entah mengapa Frederick terlihat menelan ludahnya, ngeri.


"Anda sepertinya tau banyak tentang orang ini?" sindir Frederick.


"Tidak juga, karena sayapun sebenarnya masih meragukan apakah orang ini benar-benar ada atau hanya bualan belaka untuk menakut-nakuti penjahat, satu-satunya yang membuat saya tertarik hanyalah kemampuan istimewanya jika benar seperti yang digosipkan orang."


"Kemampuan yang bagaimana?"


"Yah, jika cerita tentang orang ini tidak dilebih-lebihkan, maka saya tidak keberatan menyebut orang ini adalah Superhuman, salah satu kemampuannya yang istimewa itu adalah kemampuan untuk berpindah-pindah tempat dengan sangat cepat, seolah-olah dia berada di mana-mana. Memang, teori soal teleportasi masih diperdebatkan sejauh ini, bahkan sains modern masih menolaknya, tetapi jawaban paling rasional soal kemampuan orang ini adalah, itu semua hanya memungkinkan jika dia memiliki kecepatan yang sangat luar biasa, mungkin seperti kecepatan cahaya, atau bisa jadi dia adalah cahaya itu sendiri."


"Maksud Anda orang ini adalah Manusia Foton?" tebak Frederick.


"Exactly, walaupun itu semua masih sekedar hipotesa saya saja."


"Kalau begitu, mungkinkah ini ada hubungannya dengan riset Fotonistic Anda, 25 tahun yang lalu?"


"Itulah yang selama ini saya pikirkan tentang orang berjuluk Penguin Terbang ini, apalagi setelah pembunuhan tim penculik kita kemarin, kalau kita coba hubungkan dengan Nolan yang merupakan putra dari Gregor Alessander, salah satu donatur kami dulu, maka itu semua menjadi masuk akal, bukan? Terlepas itu benar ada hubungannya atau tidak, tentu persoalan ini akan sangat runyam jika kita sudah berurusan dengan Calamity Seven," papar Hades.


"Lalu, bagaimana langkah yang harus saya ambil ke depan Profesor? Apa sebaiknya saya hentikan saja semua ini?" Frederick nampak risau.


"Yah, saya rasa memang, kita perlu menahan diri sejenak, kita akan mengurus Nolan setelah situasi aman terkendali, lagipula sekarang ini kehadiran Calamity Seven tidak akan mempengaruhi apa-apa lagi, karena project kita ini telah hampir rampung."


"Ah, ternyata Anda bisa juga membesarkan hati."


"Kita main aman saja dulu Mister, sambil mengawasi perkembangan, karena tidak akan ada satu hal pun yang akan berakhir baik, bila kita telah berurusan dengan Calamity Seven." Hades menutup pembicaraan dengan seteguk kopi yang mulai dingin.


***

__ADS_1


__ADS_2