Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!

Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!
Pendahuluan


__ADS_3

Husna Ayu Hardiyanto, putri tunggal Ayah Hardiyanto dan sang istri yang bernama Sulistyani.


Penantian 10 tahun nampaknya terbayar lunas atas hadirnya sang putri yang cantik nan jelita, tak sedikit biaya yang kedua pasangan suami istri ini keluarkan agar Husna hadir sebagai pelengkap kebahagiaan pasangan suami istri itu.


Mereka hidup dalam keluarga bahagia, sederhana dan cukup! Ayah Hardi bekerja di salah satu staf keuangan sebuah perusahaan. Sedangkan bunda Sulis hanya ibu rumah tangga. Sesekali dirinya diundang untuk acara berdakwah ibu ibu komplek pengajian.


"Husna sayang ayo berangkat sama bunda!" Ujarnya, sebuah kotak bekal makanan kecil dimasukkan dalam tas ransel kecil putrinya.


Meski usianya menginjak 15 tahun, bagi sang Bunda ia masih menjadi gadis kecil cantiknya.


"Thanks you bunda! Alhamdulilah Husna sudah selesai sarapannya!" Gadis kecil itu mengelap mulutnya guna membersihkan sisa makanan yang tertinggal.


"Alhamdulilah. Gimana Husna siap?"


"Tentu dong bunda, anak kesayangan bunda.... Hehhee... Ayah kemana bunda?" Tanyanya menelisik kala ia sadari tas kerja sang Ayah tak terdapat di meja makan itu.


"Ayah berangkat lebih dulu, ada meeting. Kan ini sudah akhir tahun bukan?"


"Ah iya.... Husna lupa bunda!"Kekehannya itu begitu lucu tuk didengar.


Akhir tahun merupakan penghujung yang dinanti bagi setiap keluarga. Momen langka yang memang harus dimanfaatkan untuk fokus kepada keluarga kecilnya. Me time katanya seperti itu.


Sebelum itu, para pencari nafkah harus merampungkan pekerjaan nya bukan?


List sudah tertera, Husna sudah mengumumkan kemana ia akan berlibur kali ini.


Ayah Hardi? Laki laki ini selalu menuruti apa kemauan dari putri semata wayangnya. sebagai tanda maaf atas ketidakhadiran dirinya dalam pengumuman kelulusan. Yeah, Husna memaklumi itu, mau bagaimana lagi. Namanya bekerja bergantunh pada orang bukan? Tapi Ayah Hardi adalah laki laki sempurna ia benar membuktikan bahwa dirinya adalah cinta pertama bagi putrinya, Husna.


"Selamat ya sayang!" Ujar Bunda, Ia berhasil menjadi lulusan terbaik satu angkatan kala pengumuman nilai kelulusan di bangku sekolah menengah pertama.


"Berkat doa dan bantuan bunda!" Senyumnya tulus, kembali memeluk sang bunda


Sungguh membuat iri? Tuhan nampaknya amat menyayangi Husna kali ini. Bagaimana tidak? Keluarga yang lengkap dengan segala keutuhan dan kasih sayang.


"Ayah........" Teriaknya memekik, kehadiran sang Ayah menjadi pelengkap kebahagiaan dalam dunianya, sangat sempurna.


...****************...


Mahasiswa abadi nampaknya patut disandang oleh tuan muda Christian Pradipta Herlambang, Chris nama panggilannya.


Ini gila, harta nampaknya sangat memanjakan pemuda ini dari kecil hingga beranjak dewasa sekarang yang dia ketahui hanya bermain kesana kemari dan bersenang-senang. katanya hidup sekali dan kita harus menikmati masa muda.


"Ma.... Chris masih mengantuk!" Geliatnya dengan tak sopan kepada sang Mama, Anggita yang tak lain dan tak bukan adalah ibu kandung dari Chris sendiri.


"Bangun atau semua kartu debit kamu mama bekukan!" Putusnya.


"Mama selalu seperti itu!" Ujar Chris, tak bisa terbayang bagaimana jadinya jika kartu debit miliknya di bekukan oleh sang Mama.

__ADS_1


Hufttt, bagaimana dia menafkahi dan berlagak sok kaya didepan para gadis, meski kenyataannya dirinya memang kaya.


Langkahnya begitu lunglai masuk kedalam kamar mandi dan menghilang untuk mandi tentunya, Bisa gawat jika ia tak menuruti titah mama Anggita sebagai penguasa rumah ini.


Herlambang, nama sang papa yang selalu memanjakan nya. Beda dengan sang mama yang lebih tegas dan tak mau mengalah.


"Hai Pa!" Pemuda itu tampak menuruni tangga dengan cengirannya.


"Jangan kau turuti keinginan bocah nakal satu ini!" Peringatan ibu negara adalah perintah yang tak boleh dibantah.


"MAMA ih...."


"Tidak boleh ditawar atau Papa tidur di luar!" Putusnya galak.


"Ma... dia kan..." Tuan Herlambang masih saja berlaku baik pada putra bungsunya itu.


"Nah Papa aja ngerti Ma, aku tu anak kesayangannya." Tak tau diri memang, bukan seperti itu konsepnya bocah nakal.


"Chris, kau tak boleh seperti itu!" Ujar Papa Herlambang menengahi.


"Pa boleh ya Chris minta mobil baru itu loh!" Ujarnya mengeluarkan beberapa brosur terkait mobil yang ingin ia miliki.


"TIDAK!" ibu negera langsung memotong perkataannya.


Enak saja mobil baru, bahkan mobil yang terparkir digarasi satu bulan lalu hari ini baru akan mendapatkan surat surat lengkap kendaraan..


"Ada syarat yang harus kau lakukan!"


"Papa apa apanan si!" Mama langsung protes atas kesanggupan sang suami, meski bersayarat.


"ma, dengarkan. Papa akan memberikannya untukmu berserta uang 100 juta. Asalkan tahun ini kau mampu merampungkan studimu!" Finalnya.


"Pa, tapi tapi..." Ujarnya keberatan, sudah banyak surat yang tak terhitung jumlahnya masuk dan ia baca atas kelakuan sang anak di area universitas. Jangan lupakan beberapa matakuliah yang harus dirinya ulang dan perbaiki, karena nilai yang dirinya dapatkan sungguh mengenaskan.


NOL BESAR! Tak ada satu perkembangan apapun yang mengarah ke gerbang kesuksesan yang masih berwarna abu abu, pewaris kekayaan Herlambang adalah pria payah dengan gaya hidup mewah.


"Mampus lo!" Ujar sang kakak yang baru sang turun dari tangga.


Namanya Claudya, gadis ini cukup bar bar namun lebih pintar dan berprestasi, tentunya berwibawa. Menolak keras atas keinginan sang Papa yang harus meneruskan bisnisnya.


Ia lebih memilih menjadi artis papan atas sekaligus model dengan bayaran fantastis. Tak menggunakan nama Herlambang sekalipun, ia benar merintisnya dari nol hingga saat ini.


Didukung dengan wajah cantik yang begitu sempurna, maklum Mamanya banyak menurunkan gen cantik tersebut pada dirinya.


SIALAN LO!!!! nadanya begitu nyalang.


"Clau sayang! Kapan kau sampai dirumah?" Mama tampak kaget atas kehadiran putri sulungnya.

__ADS_1


"Jam 2 mungkin Ma, hehehhe..." Ujarnya dengan cengiran lucu.


"Ingat sayang, kau harus mengosongkan jadwal syutingmu akhir tahun ini!" Peringat sang Mama.


"Gak janji ya ma, hehehe..." Godanya.


"Harus, jangan membantah Mama. Kita sudah lama tidak meluangkan waktu bersama bukan?"


"Hem, baiklah Ma! Claudya usahakan!" Ujarnya kembali.


Perusahaan garmen yang dimiliki keluarga Herlambang cukup besar, beberapa hasil model yang mereka keluarkan selalu laris dan ludes di pasaran. Tak hanya dalam negeri, ekspor sudah dilakukannya sejak satu tahun terakhir.


...*********************...


"Kusut banget muka lo men?" Ujar Sebastian , teman sohib yang Chris miliki. Hampir sama dengan dirinya yang suka dengan wanita dan kehidupan mewah, tapi Sebastian tak pernah lalai dalam perihal perkuliahan. Buktinya dia sudah lulus menjadi lulusan terbaik kemarin dan sekarang sedang menempuh pendidikan S2.


"Diem lu setan! Gue harus ngerampungin kuliah gue baru bisa dapat mobil. Mana banyak banget matkul yang harus gue ulang!" Selembar kertas dirinya tatap dengan penuh lekat. Beberapa matakuliah terlihat jelas bewarna merah. tandanya ia harus segera memperbaikinya.


"Hahaha... bagus dong, buruan lo kerjain noh! Gue aja udah lulus. Masa lo gak pengen lulus juga si?" Tanya berkerut.


"Sialan lo, siapa juga yang gak mau lulus si setan! ya mau lah tapi kan." Sungut Chris.


"Tapi apa!" Ujar Sebastian tak kalah kolotnya.


"Etdah, lu tu teman gue apa bukan si! Bantuin dapet ilham jawaban uas atau gimana? Atau tempat joki skripsi yang tokcer itu dimana? Udah setahun gue stuck di pendahuluan!" Keluhnya.


Latar belakang pada skripsi memang membuat mahasiswa akhir akan mengeluh berkepanjangan, contohnya Chris. Anak malas ini.


"Eh, itu mah sama aja bohong sialan, ya kalau lu selamat. Kalau udah ketahuan dosen duluan kalau lu joki? lah mampus! Apa gak makin lama lu disini?"


"Eh doa lu, sialan banget!" Ujar Chris meradang.


"Gue mah bener, gue tau lu kaya. Tapi jangan jadi donatur kampus dong!" Ejeknya, ah Sebastian tak kalah tengil rupanya, ia sangat suka mengecek Chris dalam hal ini.


"Heh, siapa yang mau jadi donatur kampus. Ogah banget."


"Nah ini elu contohnya, mahasiswa abadi yang demen kuliah dan bayar mulu." Mempertegas hinaannya.


"Ealah, lu jadi sohib ngeledekin mulu! Ogah gue temenan lagi!"


"Alhamdulilahhh....." Ucapnya menunjukkan raut senang, Argh apakah kamu menganggap Chris adalah beban untukmu sebastian?


"Lah elu kok malah seneng si kalau gak punya temen gue?"


"Terus gue harus sedih gitu? OGAH!!" Ledeknya.


...*********************...

__ADS_1


__ADS_2