Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!

Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!
Bertemu kembali


__ADS_3

3 hari menjadi waktu yang paling menyengsarakan bagi seorang Christian, oke! Tak ada cara lain selain mewujudkan impian sang Papa bukan?


“LULUS!” setidaknya ia tak memiliki tanggungan maupun tuntutan belajar jika telah menyelesaikan studi sarjananya, bonus mendapatkan sebuah mobil dan uang tunai sebagai hadiah kelulusan. Soal bekerja? Nanti dulu saja, Papanya masih cukup sehat dan handal untuk memimpin perusahaan tersebut.


Bukankah putra bungsu cukup menikmati harta kekayaan orang tua? sangat menyenangkan sekali terlahir dari keluarga yang berada bukan?


“Sial banget, gue harus pulang pake angkutan umum lagi!” Gerutunya, uang miliknya hanya bernominalkan 10 ribu rupiah. Turut prihatin akan dirimu Christian.


HAHAHAHAHA…….


“Kak, sedekahnya kak!” Ujar sosok anak kecil yang tak sengaja menghampiri Christian yang tengah duduk dihalte untuk menunggu angkutan umum.


“Sedekah apanya dek, gue aja miskin kayak gini. Punya uang cuman 10 ribu doang! Inipun buat ongkos pulang!” Ujarnya membandingkan nasib.


“Saya belum makan kak!” Pengemis itu mengiba, berharap Christian mau memberikannya sejumlah uang.


“Ya sama dek, gue juga belum makan dari tadi siang lagi! gue juga laper, dikira lu doang disini yang laper? gue juga!” Sinisnya mengudara, memang pemuda tak punya sopan santun sekali.


“Ini…..”Sepotong roti di berikan Hunsa kepada anak kecil itu dengan menyodorkan 2 lembar uang 100 ribuan.


“Makasih kak makasih kak….” Pengemis itu menerima pemberian Husna dengan suka cita dan bergegas pergi.


“Eh buset, elu kalau sedekah gak harus 200 ribu juga! kasih 10 ribu doang juga gakpapa.” Chris memprotes atas tindakan Husna yang dengan santainya memberikan uang 200 ribu kepada sosok pengemis yang bahkan tidak dikenal, bisa saja pengimis itu berpura-pura bukan? Sekarang banyak oknum yang mengaku miskin demi mendapatkan uang dengan mudah tanpa harus bersusah payah bekerja.


“Heh, gue ngomong sama elu ya!” Ujar Christian memperhatikan Husna yang juga duduk tak jauh dari dirinya, hanya diam dan membuka lembar perlembar buku ditangannya.


“Saya?” Dahi Husna menyerit, pandangannya kesana kemari, sedang mencari siapa kiranya orang yang pemuda di sebrang sana maksud.


“Iyaiyalah, masak pengemis yang tadi? Noh dia udah jauh kesana, kesenengan karena elu kasih uang 200 ribu ,lagian……” Protesnya, kamu tidak memberi tapi giliran ada orang yang memberi kamu tak terima. Maumu apa Christian!!!


“Nih buat kamu!” Omelan Chris tertahan tak mampu melanjutkan katanya, saat Husna dengan santainya menyodorkan nominal uang yang sama dengan pengemis kecil kehadapan Christian.


“Eh buset, gue bukan pengemis ya! Lagian gue itu pewaris tunggal perusahaan besar!” Ujar Christian dengan nada sombongnya, memang siapa yang akan percaya perkataanmu dengan keadaan seperti ini Christian.

__ADS_1


Arah bola mata Husna menjelaskan sangat ketidakmungkinan jika pria yang ada dihadapannya ini adalah calon pewaris tunggal sebuah perusahaan yang besar.


“Gak percayaan banget sih elu!” Ujar Christian dengan sewotnya kala melihat pandangan Husna yang menatapnya dengan rasa ketidakpercayaan. dasar tuan muda tak tau diri.


“Hah, membantu sesama manusia adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, terlepas pengemis yang tadi, kamu atau siapaun berbohong biarlah menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Yang terpenting kita ikhlas dalam


hal berbagi!” Ujar Husna menutup bukunya, kakinya melangkah masuk kedalam bus karena sudah ada satu bus yang berhenti didepan keduanya.


“Sorry gue duduk sini!” Ujar Christian duduk disamping Husna.


“Its okey, lagian tidak ada tempat duduk lagi dan ini juga kendaraan umum bukan?” Ucap Husna.


“Oh ya, gue orang yang pernah lu kasih bekal sama uang saat itu. Thanks buat bantuan lo saat itu!”


“Syukur Alhamdulilah!” Jawab Husna singkat.


“Lo enggak curiga atau berfikir buruk tentang gue gitu, kan tadi gue….”


“Hah, semua orang berhak menilai manusia lain atas tindakan yang dilakukan, dan sebagai manusia baik kita harus menghargai apapun penilaian itu.” Ujar Husna, “Selain itu, tetap menjadi diri sendiri saja yang sederhana,


“Ah, Ya lu bener!”


“Assalamualaikum! Hati-hati dijalan, saya duluan!” Ujar Husna melangkah turun.


Adab baik yang mampu Christain tangkap, jarang siswa sepertinya tau berlaku sopan kepada orang asing seperti dirinya yang bahkan terlihat mirip seperti preman. SEMPURNA!


...**********************...


“Untung lo temen gue, kalau enggak udah gue…….” Kedatangan Sebastian dengan membawa beberapa bungkus makanan pesanan sahabatnya, Christian.


Menaruh dengan kasar diatas meja tak jauh dari tempatnya berdiri.


“Apa, apa?” Ujar Christian duduk mengambil beberapa makanan yang dibawakan Sebastian untuk dirinya.

__ADS_1


“Lu  ngapain si nyuruh gue kesini?”Tanya Sebastian dengan sebal, pasalnya ini hari yang begitu melelahkan dan dirinya sedang tidak ingin berdebat perkara apapun dengan sahabatnya.


“Bantuin kerjain skripsi gue kali ah, minggu ini harus kelar! Biar minggu depan gue bisa sidang!” Permohonan yang jarang sekali Sebastian dengar dari mulut sohibnya


“Eh tumben, ada angin apa elu mau kerjaain skripsi.” Sebastian menatap heran.


“Gue males, elu nyalahin! Giliran gue rajin elu protes. Mau lu apa sih?”


“Gue heran aja, tumben tumben seoarang tuan muda Christian Pradipta Herlambang yang terhormat mau mengerjakan skripsinya.” Kekehan Sebastian terus mengolok-olok sohibnya.


“Gak ada cara lain lagi, gue gak mau tiap hari harus naik taksi, ojek online, atau angkutan umum kayak tadi!” Sebalnya, sangat jelas raut wajah itu tercipta.


“Oke oke, iya deh gue bantuin!” Ujar Sebastian, tangannya mengambil potongan kentang goreng kemudian menyuapkannya kedalam mulut.


“Oke, gue udah ngumpulin semua bahannya. Kita kerjain dan elu nginep disini aja malam ini!” Ucap Christian, nadanya sudah memohon.


“Iyaya, gue bantuin sampai selesai,Oke. Nah tugas elu kerjain bab 1-3 dan dengarin arahan gue, biar bab 4 dan 5 gue kerjain!” Ucap Sebastian agar segera selesai.


“Iye gue dengerin, gue bisa lu andelin kalau hal ini. Gak bego-bego banget gue!”Ucap Christian.


“Iya deh, elu mah sohib gue paling pinter dan jago! Cuman males aja!” Sindirnya kembali.


The real SKS yaitu sistem kebut semalaman. Ini sudah menunjukkan pukul 3 dini hari pagi dan keduanya masih berkutat di area skripsi yang mereka kerjakan sesuai dengan bab yang telah ditentukan.


“Kelar juga!” Helaan nafas keduanya, punggung disenderkan dalam sandaran kursi.


“Sialan lu, iya bener sih minta tolong dan nyuruh gue nginep tapi gak gini juga kali!” Keluhan Sebastian begitu lemah tak bertenaga, matanya saja sudah terpejam.


Tunda dulu untuk memberikan ceramah pada sohib yang tak tau diri itu, yang terpenting dirinya ingin tidur dahulu.


BODOH AMAT harus tidur dikasur dan beranjak, kakinya sudah malas melangkah kemanapun. Untung saja ruang keluarga milik keluarga Herlambang beralaskan karpet berbulu lebat.


Good morning dan selamat istirahat.

__ADS_1


...*******************...


...HAPPY READING!!!...


__ADS_2