Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!

Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!
Mulai peduli


__ADS_3

Apakah itu menjadi kali terakhir Pak Sam menyuruh Pak Hardi mengerjakan beberapa tugas yang tak seharusnya dirinya kerjakan? faktanya adalah TIDAK!!!!!! Ini terus berlanjut akibat dari beberapa tuntutan tugas yang diberikan Christian.


Laki-laki itu menuntut agar semuanya sempurna, semua itu berbuah dengan manis seiring dengan lonjakan tingkat laba yang diperoleh PT Gemilang bulan ini, sangat signifikan.


Bukan menekan dengan berat dan berarti, harusnya setiap staff miliknya mampu memaksimalkan kemampuan yang mereka miliki dengan waktu yang ditentukan. Christian fikir itu tak menuntut dan pas sesuai porsi masing masing staff bukan?


"Ayah!" Ujar Husna melambaikan tangannya, gadis kecil ini datang ke perusahaan tempat Ayahnya bekerja dan menunggunya diluar, sudah sebulan terakhir Ayahnya selalu pulang terlambat dan sangat larut.


"Husna?" Terkejutnya sedikit tak percaya bahwa gadis kesayangan miliknya ada disini dengan suaranya melemah.


"Ayah!" Ujar Husna langsung mendekat, terlihat letih dan lelah yang begitu mendera, "Ayah gakpapa?" Tanyanya sedikit khawatir.


"Hanya kelelahan saja, Ayah Gakpapa Husna." Jawabnya dengan suara lemah.


"Husna saja yang menyetir, Ayah duduk disini sebentar dan minum jahe anget ini ya." Tuturnya menuntun sang Ayah duduk dibangku taman dan memberikan minuman itu.


"Hati-hati sayang!" Ujarnya.


Kaki kecil itu melangkah menuju parkiran mobil Ayahnya, Husna memang belum waktunya untuk menyetir. Tapi keadaan yang memaksanya untuk itu. Sesekali bukan masalah yang besar bukan?


"Ngapain kamu disini?" Tegur Christian saat melihat Husna ada di area parkiran.


"Maaf saya tidak punya waktu untuk berdebat dengan anda, Ayah saya sedang menunggu." Ujarnya tanpa basa basi, peduli apa dirinya dengan Christian yang dianggap sebagai bos yang menyiksa karyawannya.


"Hey! Kamu......" Ujarnya terhenti, Husna sudah masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya itu pergi.


"Maaf Ayah kalau Husna lama!" Ujarnya mendekati sang Ayah menuntun nya masuk kedalam.


"Tak apa, Ayah masih bisa berjalan dengan baik Husna. Nanti kamu repot?" Katanya tak ingin merepotkan sang putri.


"Husna tidak merasa direpotkan Ayah, ayo masuk!" Ujarnya menuntun.


Dari kejauhan Christian memantau pergerakan yang dilakukan oleh Husna pada Ayahnya, terlihat jelas bahwa Pak Hardi memang sangat kelelahan.


"Apakah tugas yang diberikan perusahaan padanya sebegitu beratnya?" Ujar Christian yang bertanya pada Sebastian selaku asistennya.


"Gue rasa enggak, apalagi dengan kemampuan beliau yang selalu cepat tanggap dalam menyelesaikan semua perkerjaan."


"Tapi kenapa Pak Hardi terlihat sangat kelelahan." Ujarnya kembali bertanya.


"Gue gak tau."

__ADS_1


"Ya cari taulah bego!"


"Iye iye, bawel amat!" Ujar Sebastian sewot.


"Inget ya kalau elu itu........"


"Baik bapak Christian."


...***********************...


"Sebaiknya Ayah izin dulu hari ini, kondisi Ayah tidak memungkinkan untuk datang ke perusahaan." Ujar Bunda Sulis menasehati suaminya.


Pasalnya semalaman tubuh sang suami demam tinggi, jika dipaksakan untuk bekerja pada hari ini akan memperburuk kondisinya.


"Apa yang dikatakan Bunda ada benarnya Ayah, ini Husna bawakan bubur dan teh hangat." Meletakkan mangkuk bubur dan secangkir teh di atas meja.


"Tapi.... Uhuk Uhuk Uhuk... Ada berkas berkas penting yang harus dipresentasikan hari ini dan berkas tersebut Ayah yang membawanya." Tuturnya dengan nada lemah.


"Biar Husna saja yang mengantarkannya yah, kebetulan hari ini masih libur sekolah, Husna akan masuk minggu depan." Ujarnya.


"Tapi......"


Usaha saja dulu, urusan hasil kita serahkan pada yang diatas bukan?


"Husnaaa....." Bunda Sulis juga khawatir jika Husna harus mengantarkan berkas itu sendirian.


"Tak apa bunda ayah, Husna bisa dan sebaiknya hari ini Ayah periksa kerumah sakit setelah sarapan." Ujar Husna.


Ayah dan Bunda adalah hal paling berharga didunia ini bagi dirinya tidak akan Husna biarkan kebahagiaan yang dirinya sakit dan kesusahaan seperti ini


"Baiklah hati hati berkasnya ada dilaci meja kerja Ayah ya, dan berikan ini kepada Pak Sam. Ayah sudah mengirimkan fotonya pak Sam lewat whatshap ya."


"Baik Ayah, Husna siap siap dulu!" Tuturnya.


...****************************...


Dirinya yang terlalu cepat atau bagiaman ya? ini Sudah 1 jam lamanya dirinya menunggu di area lobi perusahaan bagian tamu tapi sosok Pak Sam yang seperti ada di foto tidak juga muncul. Husna sudah datang sejak jam 8 kurang sebelum perusahaan ini beroperasi.


Jangankan pak Sam, Christian saja yang katanya pemimpin juga belum datang.


"Apakah pemimpin perusahaan dan staff tinggi selalu datang terlambat jika pergi bekerja." Gumamnya bermonolog pada dirinya sendiri, padahal sang Ayah selalu berangkat pagi setiap harinya.

__ADS_1


"Itu bukan ya? sama kayaknya." Ujar Husna melangkah dengan cepat kala melihat Pak Sam yang sedang berjalan.


"Maaf sebelumnya apakah benar anda Pak Sam?" tanya Husna dengan sopan.


"Iya benar, kamu siapa ya?"


"Alhamdulilah, saya putri dari Pak Hardi rekan kerja anda pak."


"Lalu?"


"Ayah saya tidak bisa bekerja hari ini karena beliau sakit, dan saya membawakan dokumen ini untuk anda." Ujarnya dengan sopan menyerahkan dokumen yang ada ditangannya.


"Oh makasih, bilang dengan Ayah anda! Lain kali jangan tidak masuk bekerja seenaknya tanpa izin, memangnya perusahaan ini milik nenek moyangnya." Ujar Pak Sam ketus langsung mengambil dokumen tersebut dari tangan Husna dengan begitu kasar, kakinya melangkah masuk dengan sombong dan keangkuhan.


"Astaqfirulloh!" Ujar Husna melengelus dadanya, kala mendapatkan jawaban sekasar itu "Apakah Ayah bekerja dengan baik disini?" Ujarnya bermonolog dengan dirinya snediri.


BRUK!!!!!!!!!!!


Tubuhnya tak sengaja bertabrakan dengan Christian yang baru masuk kedalam perusahan.


"Anda tak apa apa pak?" Tanya Sebastian.


"Husna? Kau tak apa?" Bukan menjawab asistennya, pria itu malah bertanya pada Husna yang tersungkur dilantai tak lupa tangannya dia ulurkan untuk membantu gadis kecil itu berdiri.


"Ya, tak apa apa!" Ujarnya berdiri tanpa mau menerima bantuan dari Christian.


"Sedang apa?"


"Eeeemmm itu......" Gugupnya.


"Ayo keruangan saya sekarang!"


"Gak mau...."


"Haruskah saya menggandeng tanganmu untuk masuk?" Ujarnya setengah berbisik.


"Menyebalkan, yaaa." Ujar Husna pasrah mengikuti derap langkah kaki milik Christian.


...*******************...


...HAPPY READING!!!!!...

__ADS_1


__ADS_2