Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!

Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!
Kian memburuk


__ADS_3

RUMAH SAKIT


Wanita paruh baya itu datang tergesa-gesa kala diberitahu oleh putra bungsunya bahwa sang suami berada dirumah sakit.


"Bagaimana bisa terjadi seperti ini Christian, kenakalan apa yang sudah kamu perbuat hingga Papamu...." Suaranya sudah terdengar parau ingin terisak-isak.


"Ma, tenanglah Ma! Christian tidak melakukan tindakan seperti yang Mama tuduhkan." Ujarnya dengan lembut, menuntun sang Mama untuk duduk di bangku tunggu.


Christian pun menceritakan masalah yang tengah terjadi diperusahaan. "Oh Astaga!" Mama Anggita semakin melengguh sakit memegang kepala usai mengetahui apa yang tengah terjadi.


"Ma, Christian titip Papa disini ya! Setelah kakak sampai, Christian rencananya akan segera ke perusahaan mengurus ini semua." Ujarnya meminta izin.


"Pergilah sekarang, Mama tak apa-apa. Kau tangani saja perusahaan Papamu Chris, jangan sampai merugi besar karena itu hasil kerja keras Papamu merintis dari nol." Mama Anggita berusaha menyakinkan sang putra bahwa dirinya sudah baik-baik saja.


"Tidak Ma, Christian akan tetap menunggu kakak dulu tiba disini. Sebentar lagi Ma, diperusahaan sudah ada Sebastian yang menanggani terlebih dahulu." Jelasnya pada sang Mama agar tidak khawatir.


"Kau yakin?" Tanya Mama sekali lagi memastikan.


"Tentu Ma." Ujarnya berusaha tersenyum setenang mungkin, meski hatinya resah akan bagaimana solusi masalah yang sedang dirinya hadapi saat ini.


**************************************


PT GEMILANG


Beberapa staf inti sudah menerima informasi terkait masalah serius yang tengah dihadapi oleh Perusahaan Gemilang. Semua berbisik akan siapa orang yang menyebabkan masalah ini, pasti ada oknum yang telah berkhianat diperusahaan. Begitu bisik-bisik beberapa karyawan.


"Bagaimana?" Tanya Christian yang sudah tiba diperusahaan saat ini.


"Semua staf inti sudah saya infokan terkait masalahnya, 10 menit lagi ruang rapatĀ  sudah siap beserta staf untuk membicarakan masalah ini bos." Jawab Sebastian begitu lugas memberikan informasi.


"Apakah kita bisa mengadakan pertemuan dengan perusahaan pesaing?" Tanya Christian.

__ADS_1


"Belum bisa bos, saya sudah menyuruh salah satu staf kita untuk membeli produk yang mereka pasarkan dan dibandingkan dengan produk yang akan kita luncurkan untuk membandingkan apakah produk kita masih bisa diubah." Ujarnya, harapan masih ada meski hanya setitik rembulan.


"Hah........" Ujar Christian menghela nafasnya dengan berat.


Tok


Tok


Tok


Salah satu staf masuk membawa berkas kemudian menyerahkannya pada Sebastian "Ini pak berkas yang anda minta, kami sudah meneliti keseluruhannya dan ini hasilnya." Ujarnya.


"Kau boleh pergi." Ujar Sebastian, tanganya segera membuka hasil tersebut dengan cermat dan teliti.


"Bagaimana?" Tanya Christian, gelengan lemah diberikan Sebastian "Ini sangat tidak mungkin, tapi kemiripannya menyentuh angka 90% bos." Ujarnya memberikan hasil itu.


"Hah..........." Helaan nafasnya begitu panjang, kala amarah rasa sabar semuanya diuji begitu hebat.


"Thanks bro!" Ucapnya menerima minuman tersebut.


Ruang rapat kali ini begitu mencekam tidak seperti kemarin saat semuanya sudah siap meluncurkan produk terbarunya dengan penuh rasa bahagia.


"Ada yang bisa menjelaskan kepada saya?" Cukup tenang dalam penyampaian tiap bait kata, namun entah kenapa terdengar sangat mengerikan dimata staf yang mendengarnya.


"Bagian pembelian dan pengadaan produk? Apa kalian ada sanggahan untuk penyelesaiannya?" Suara Christian kembali mengudara.


"Bagian produksi?" Kembali suaranya bertanya, namun masih tetap saja yang dirinya dapatkan hanyalah kebungkaman mulut para karyawannya.


BRAK!!!!!!!!!!!!!!!


Gebrakan meja mampu mengangetkan seluruh staf yang tadinya tertunduk.

__ADS_1


"Maaf pak, izin bersuara." Salah satu mengintruksi. "Saya perwakilan dari bagian pembelian dan pengadaan produk, kita hanya mencari dan membeli komponen yang diperlukan terkait produk baru yang akan segera diluncurkan dengan mencari produk yang berkulitas dan harga terjangkau dari beberapa supplier. Kami tidak tau menahu jika ada kebocoran desain produk baru. Terkait pembuatan, bagian produksi yang seharusnya lebih tau mendetail." Ucapan membela diri untuk lari atas segala tuduhan yang dilayangkan oleh pimpinan mereka.


"Silahkan beri tanggapan!" kali ini Sebastianlah yang mengintruksi.


"Izin menyanggah pak, memang bagian kami yang lebih tau mendetail bagaimana membuat dan merancang suatu produk mentah dari bagian pembelian dan pengadaan menjadi produk baru yang di siap edarkan kepada masyarakat. Namun kami hanya membuat sesuai intruksi yang telah di tetapkan oleh bagian perencanaan dan informasi terkait peluncuran produk baru. Bagian kami tidak tau menahu siapa yang membuat desain dan melakukan kebocoran informasi produk."


"Bukankah kalian juga harusnya tau dan saling membutuhkan satu sama lain dengan devisi kami." Salah satu staf bagian perencanaan dan informasi membuka suaranya, menyanggah atas tuduhan yang diberikan.


Suasana menjadi ricuh kala seluruh staf yang dimilikinya hanya saling menuduh satu sama lain tanpa ada kata ingin memperbaiki dan mencari jalan keluar dari masalah yang tengah dihadapi.


BRAK!!!!!!!!!!!!!!


Kedua kalinya Christian menggebrak meja dengan lantang dan berujar "Kenapa kalian semua disini saling menjatuhkan satu sama lain, kita disini merupakan satu orang yang berkelompok menjadi satu organisasi untuk mencapai tujuan yang sama. Tidak adakah dari kalian ingin memperbaiki kesalahan dan memberikan solusi atas masalah ini?." Cukup pusing harus memecahkan masalah sebesar ini.


"Kita akan tetap merugi pak, jika situasinya seperti ini. Saya sudah memperhitungkan perkiraan kerugian yang akan kita dapatkan jika menjual dengan harga yang tinggi dan tingkat kemiripan hampir 90%." Staf Keuangan berbicara sesuai prediksi yang telah dirinya lihat tentang situasi ini.


"Berapa presentase kerugian yang kita tanggung?" Tanya Christian.


"Lebih dari 80% pak." Jawabnya dengan lugas, dirinya juga menjelaskan tentang hasil perhitungan tersebut.


"Peerusaan tidak bisa merugi hingga sebesar ini! Saham perusahaan akan jatuh dan kita akan ada diiambang kebangkrutan." Ujar Christian memegang kepalanya yang sudah pusing.


"Solusi yang bisa saya berikan, Kita harus meminta izin perusahaan pesaing untuk memasarkan produk kita dengan tingkat kemiripan 90%, mengganti dan meperbaharui agar tampak beda itu akan melampaui batas waktu yang sudah kita tentukan dan akan mengeluarkan biaya lebih. Jika kita sudah menggantongi izin dari perusahaan pesaing dan menurunkan harga. kita tidak akan rugi dan untung, hanya akan berada di titik impas pak." Menerangkan.


"Saya butuh jalan keluar lainnya." Ujar Christian, kita masih bisa mencari jalan keluar kan? Kenyakinan itu bertanya pada hatinya sendiri.


Semua bungkam atas kalimat terakhir yang Christian lontarkan, tak ada yang berani mengusulkan apapun. Bukankah prediksi bagian keuangan itu adalah jalan keluar yang hanya bisa dipilih?


**************************


HAPPY READING!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2