
"Ayah!" Ujar Husna melangkahkan kakinya, memeluk erat tubuh sang Ayah yang sudah menunggunya sejak tadi diparkiran.
"Kesayangan Ayah, Uh! Manja banget deh!" Ujar Ayah Hardiyanto membalas pelukan sang putri.
"Hehehe......."Ujar Husna tersenyum dengan senang.
"Sudah semua kan?" Tanya Ayah Hardi pada putrinya.
"Tentu, beres koamandan." Jawabnya dengan semangat.
"Pacar elu yang muda tadi kemana?" Tanya Christian yang tiba-tiba muncul entah darimana, membuat Husna yang akan melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil terhenti dan seketika menoleh ke arah sumber suara.
"Maaf pak? apa anda berbicara dengan saya?" Tanya Husna memastikan dengan sopan. Bagaimana pun penampilan Christian kali ini mengenakan kemeja dengan berbalut jas yang rapi, membuatnya sangat tampan dan berwibawa, persis seperti seorang pemimpin. Meskipun kenyataanya dirinya adalah pemimpin perusahaan Gemilang. Eh, masih calon.
Cukup membuat Husna tak bisa mengenali sama sekali pada pemuda yang dahulu pernah ia tolong dengan keadaan yang cukup mengenaskan.
"Iya lah, gue tadi lihat elu sama cowok didalam dan sekarang elu disini sama laki-laki yang usianya jauh leih tua.Bahkan dia adalah bawahan bokap gue." Nadanya begitu sombong dan sangat conggak.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya pak? dan apa anda pantas menilai saya sejelek itu pak?" Sindirnya dengan begitu sopan, karena bagaimanapun pertanyaan Christian memang sudah menjorok keranah privasi dan cukup menganggu untuk kategori seseorang yang hanya bertemu sekali.
Tak bisakah tuan muda ini berterimakasih? tanpa memperdulikan apa yang dilakukan Husna, toh tak pernah menganggu kehidupannya yang tenang bukan?
Mengapa anda harus serepot ini mengkritik tuan muda?
"Sayang ada apa?" Tanya Ayah Hardi keluar dari dalam mobil karena putri kesayangannya tak kunjung masuk kedalam.
"Sebentar Ayah." Jawabnya dengan sopan dan tersenyum.
MAMP*S APA KATANYA? AYAH? Otaknya seketika berfikir dan berusaha menerka, ia cukup merutuki kebodohannya, ya meskipun sedikit sih.
"Mohon maaf sebelumnya pak, saya tidak tau mengapa anda seperti ini kepada saya dengan bertanya yang kurang sopan kepada saya. Jika sebelumnya kita pernah bertemu dan saya membuat kesalahan terhadap anda, saya minta maaf tuan! dan seseorang yang ada didalam mobil tersebut adalah Ayah kandung saya sendiri sedangkan pria yang mungkin tadi anda lihat didalam hanya sebatas teman sekolah, tak lebih. Jelasnya membuat Christian seketika terdiam.
"Jika mungkin kehadiran saya mengaanggu anda, saya mohon maaf sekali lagi, tapi bukan berarti seseorang pria dan wanita berjalan keluar bersama itu berpacaran bukan? bisa saja hanya sebatas teman tak sengaja bertemu atau bahkan kakak adik. Saya permisi tuan." Ujar Husna sopan masuk kedalam mobil, peduli apa dengan Christian yang menurutnya pemuda yang sangat tidak memiliki sopan santun.
__ADS_1
"Kamu kenal dengan pria yang tadi sayang?" Tanya Ayah Hardi pada putrinya, kala sudah masuk kedalam mobil dan melaju berjalan pulang.
"Hanya bertanya soal arah jalan Ayah, kemungkinan ia tersesat." Jawab Husna, tak mungkin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi bukan? ini hanya masalah sepele., lagian Husna juga tak berencana pergi dengan Bagas sebelumnya, dirinya hanya tak sengaja bertemu bahkan dengan Rama juga kan?
"Oh!" Jawab Ayah Hardi, Entahlah pria tua ini memang tak memperhatikan atau bagaimana? harusnya dia tau siapa pria yang baru saja menegur putrinya bukan? tapi Ayah Hardi memang tak benar-benar bisa mengingat wajah seeorang secara mendetail jika tak ada kepentingan dengan dirinya dan hanya sekilas.
Tuan Herlambang juga belum memperkenalkan secara resmi Christian dihadapan jajaran para dewan direksi dan pemegang saham perusahaan Gemilang bukan? pemuda itu hanya berada diruangan sang Papa dengan memperlajari beberapa dokumen terkait dengan operasional Perusahaan Gemilang.
******************
"Hai...." Ujar Christian menyapa, cukup membuat Husna terkejut akan kehadiran pemuda ini, Bagaimana bisa pemuda ini tau dimana dirinya bersekolah? Otak kecilnya bertanya-tanya.
"Ikut gue!" Ujarnya langsung menarik tangan Husna untuk mengikutinya.
Etdah, sabar tuan muda Christian janganlangsung menarik anak gadis seseorang seperti itu.
"Astaqfirulloh lepasin." Ujar Husna terpekik kaget kala tangannya dipegang secara tiba-tiba dan dipaksa oleh Christian untuk masuk kedalam mobilnya.
"Anda mau apa lagi tuan?" Ujar Husna, matanya sudah mengembun. Dirinya sudah masuk kedalam mobil dan bergerak melaju.
"Gue ini atasan bokap elu dikantor, gue cuman mau ngomong ke elu doang dicafe depan dan setelah itu udah kok! Gue cuman mau minta maaf ke elu karena menuduh elu yang enggak-enggak kemaren! Oh ya satu lagi, jangan panggil gue bapak atau tuan, gue bukan bapak bapak dan gue masih muda!" Ujarnya, cukup membuat Husna sedikit lega tapi dirinya juga harus tetap waspada bukan?
"Buruan turun deh dan elu mau pesen apa? gue traktir." Gaya sedikit songgong
Minimal minta maaf dulu deh karena udah narik Husna, lagian kalaupun engga ditraktir, Husna masih mampu beli sendiri kok tuan muda.
"Saya sudah memaafkan anda pak,jadi anda tidak perlu......"
"Elu emang sengaja pengen gue pegang dan gandeng buat masuk kedalam atau bagaimana?" Ujarnya menggoda.
"Oke, saya akan mengikuti anda masuk kedalam." Putus Husna final.
Duduk berdua di kursi dengan beberapa makanan yang sudah tersaji, keduanya sangat bertolak belakang dengan Christian yang tidak tahu dirinya menikmati setiap makanan, megunyah dan menelannya..
__ADS_1
Kan dirinya memang lapar.
Husna hanya mampu meminum beberapa tengguk jus yang tersaji, itupun sangat pelan.
"Makantuh, jangan sok jaim-jaim mumpung gue traktir nih, jadi manfaatin gitu!" Ujar Christian kembali.
"Jadi ada apa ya?" Tak menanggapi apa yang diperintahkan oleh Christian, ia hanya ingin segera pulang dan menjauh dari laki-laki sialan didepannya.
"Buru-buru anat ealah!" Ujar Christian.
"Saya tidak punya waktu banyak, takut Ayah menunggu danmencari saya!"
"Formal bener logat lu!"
"Jadi......"
"Hah...." Ujarnya menghentikan aktifitas makannya. "Ini buat elu!" menyerahkan uang dengan nonimal 100 ribuan berjumlah 10 lembar.
"Maksudnya?" Tanya Husna tak mengerti.
"Lu mungkin gak inget kalau lu pernah nolongin gue dan ya anggap ini sebagai uang permintaan maaf gue karena nuduh elu yang aneh-aneh kemarin!" Ujarnya dengan enteng, seolah semua permasalahan bisa diselesaikan dengan selembar kertas itu.
"Saya menolong anda dengan ikhlas dan lebih baik uang itu disumbangkan kepada pihak yang lebih membutuhkan misalnya anak yatimpiatu!"
"Eh, duit lu ini. Gue baru tau ada cewek yang nollak duit? atau kurang?" Ujarnya kembali mengeluarkan dompet dan menambah uang nya.
"Saya permisi dan saya memaafkan semua kesalahan anda!" Ujar Husna cepat dengan langkah seribu untuk segera pergi dari hadapan pemuda menjengkelkan.
HUH!!!!!!!!! Tak cukupkah sosok Bagas yang menganggu Husna?
Tolonglah, dia hanya ingin belajar dengan tenang tanpa ada gangguan mahluk-mahluk yang mengesalkan.
***********************
__ADS_1
HAPPY READING!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!