
Jarum jam akan selalu berputar tanpa mau mengerti bahkan sedikitpun peduli pada permasalahan maupun kebahagiaan setiap individu bernama manusia.
Malam adalah waktu yang pas untuk dirinya menghabiskan waktu sendiri, dan tak terasa esok adalah hari yang mengharuskan ia pergi untuk menuntut pendidikannya.
"Hah........ Gue gak mau pergi rasanya!" Gumam Bagas sulit untuk memejamkan matanya.
"Belum pergi aja gue udah kangen berat begini sama elu Na!" Ujarnya memegang sebuah boneka, pemberian Husna. katanya sebagai hadiah dirinya telah lulus masa putih abu-abu dan selamat atas beasiswa yang diterima.
Esoknya, pesawat itu telah mengudara dengan sempurna. Inggris menjadi negara yang dituju untuk dirinya menempuh pendidikan ini. "Gue pasti kembali Na! Pasti." Keyakinannya masih menggebu dalam dirinya "Tunggu Na!" Ujarnya kembali.
"Tumben disini sendirian sayang?" tegur Bunda Sulis kala melihat putrinya tengah duduk ditaman rumah dengan menggenggam sebuah kotak musiknya ditangannya,
"Apa Husna boleh menceritakan dan meminta pendapat Mama?" Ragunya bertanya, ini kali pertama dirinya menceritakan sosok laki-laki pada sang ibu, mumpung Ayah Hardi belum pulang dari bekerja.
"Tentu, apapun! Husna harus cerita sama Bunda dong. Gimana sayang?"
"Hem... tapi ini tentang laki-laki?"
"eh?" Bunda Sulis cukup kaget dengan apa yang dikatakan oleh putrinya.
"Husna sudah punya pacar kah?" tebaknya sedikit ws-was.
"Bunda...... gak boleh pacar-pacaran bukan? itu perbuatan." Jawabnya tanpa ragu.
"Hehehe.... Oke maaf, lalu?" Tanya nya kembali.
"Hem, ada cowok yang suka dengan Husna. laki-laki itu memberikan kotak musik ini pada Husna!" Ujarnya memperlihatkan kotak musik yang dirinya genggam.
"Husna suka pada laki-laki itu?" Tanya Bunda sulis, gelengen kepala ragu dilayangkannya.
"Husna gak tau rasa suka itu seperti apa Bunda, Husna menerima alat musik pemberiannya sebagai bentuk kenang-kenangan saja!"
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Dia kakak kelas Husna, namanya Bagas. Dia sudah lulus sekolah dan sekarang dia sedang melanjuttkan pendidikannya diluar negeri, katanya mendapatkan beasiswa! jadi memberikan kotak musik ini sebagai hadiah perpisahan." jelasnya.
"Oh Bagas namanya, lalu? apa yang dia katakan pada putri mama ini?"
"Katanya Husna harus menunggu dia pulang, perkiraannya 5 tahunan Bunda. Dia juga tak mau mengikat Husna dalam hubungan yang bernama pacaran, katanya cinta tidak cukup meminang Husna, jadi dia ingin menjadi laki-laki yang sukses dan bisa membahagiakan Husna di masa depan kelak."
"Husna mau menunggu Bagas selama itu?"
"Husna tidak menolak juga tidak menerimanya Bunda, Husna berikan jawban bahwa kemungkinan diwaktu 5 tahun Husna juga masih sibuk sekolah agar bisa membahagiakan Ayah dan Bunda. Jika dalam masa itu Bagas berpaling dan dia tidak suka dengan Husna ya tidak apa-apa. Husna memasrahkan semuanya, jodoh rezeki dan mati sudah ada yang mengatur bukan?"
"Good, anak Bunda memang yang terbaik. Apa yang sudah Husna katakan pada Bagas adalah jawaban yang terbaik, Bunda bangga. Sebagai orang tua, Bunda dan Ayah akan selalu mendoakan yang terbaik bagi Husna, semoga berjodoh dengan Bagas ya!" Goda Bunda Sulis diakhir.
"Bunda tak marah jika ada pria yang mendekati bahkan menyukai Husna?"
"Tentu tidak, buat apa Bunda harus marah pada Husna? Rasa suka dan sayang adalah hak masing-masing setiap manusia bukan? Asalkan masih dalam batas wajar dan tidak memaksakan ingin memiliki."
"Begitu rupanya."
"Yaa sayang..........." Ujar Bunda Sulis mengelus puncak kepala putrinya..
"Argh Ayah sudah pulang ternayata. Assalamualaikum Ayah, hehehe maaf ya kalau Husna dan Bunda keasyikan mengobrol."
"Tidak apa apa sayang, Ayah ikut bahagia jika kalian juga bahagia!" Harmonisnya keluarga kecil pak Hardi, membuat iri saja.
*************************************
"Hallo Assalamualaikum Husna, Bagaimana kabarnya?" Tanya Bagas diujung saluran telfon sana.
"Alhamdulilah kabar baik kak, kenapa menelfon sepagi ini kak?" Tanyanya begitu ramah.
"Hehehe... Raindu saja!" Godanya dnegan tawa renyah.
"Ya sudah Husna matikan saja telfonnya ya."
__ADS_1
"Eh, eh eh........ hanya ingin mengabari kalau aku sudah sampai di hotel."
"Selamat istirahat."
"Na..... Jaga diri baik-baik ya disana. maaf aku hanya bisa jaga kamu dari jauh."
"Husna bisa jaga diri husna sendiri kak, tak perlu khawatir.
"Ah.. iyaa sudahlah..."
"Assalamualaikum, Ujar Husna menutup telfonnya. Bagas adalah sosok laki-laki baik yang akan selalu bertanya Bagaimana kabarmu, Jaga diri baik baik Na. Semoga Tuhan mengizinkan kalian bersatu. Aamiin.
Dilain sisi, suasana perusahaan Gemilang cukup kondusif. Berjalan sesuai dengan semestinya, akhir bulan adalah hari sibuk bagi sebagian staff perusahaan. Adanya pelaporan yang harus dilaporkan guna mengevalusi untuk meningkatkan kinerja pada bulan berikutnya.
"Semua operasional berjalan dengan baik pak!" Ujar Sebastian menyampaikan hasil yang ada dalam dokumen tersebut.. Kata "Pak!" adalah hal yang wajib dirinya pergunakan untuk memangil Christian di area kantor, meskipun kedua adalah sahabat tapi harus adanya batasan pemisah antara kapan waktunya bekerja dengan profesional, dan kapan waktunya menganggap Christian atasan atau seorang sahabat bagi dirinya.
Dokumen berkas itu diterima Christian, masih membuka lembaran untuk memastikannya kembali.
"Ahhhhh, akhirnya......." Ujarnya, Helaan nafas bercampur lelah atas segala tanggung jawab. Setidaknya sampai detik ini masih berjalan dengan semestinya.
"Oke, besok kita adakan rapat guna mengevalusi kinerja. Beritahu staff yang lainnya." Ujar Christian memberikan perintah.
"Baik Pak."
"Kamu boleh pergi."
"Terimakasih pak, saya permisi. Jika bapak ada sesuatu yang dibutuhkan, bisa panggil saya. Permisi!" Ujarnya membungkuk dengan hormat.
**************************
HAPPY READING!!!!!!!
Maaf jika ada salah kata dalam penulisan, hehehe....
__ADS_1
Dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim...
Salam toleransi, hihihihi..........