
"Christian Pradipta Herlambang!" Ujar Papa Herlambang, hari ini putranya begitu menjengkelkan dengan segudang drama yang ia mainkan pagi ini. Malas kekantor dan memperlajari berbagai dokumen dan dengan ketidaktahuan dirinya ia hanya melamun dan membuat tulisan tak jelas di dokumen yang harus dirinya pelajari..
"Apa pa?" tanya nya dengan enteng.
"Ayolah sayang, kau putra Papa! Minggu depan pelantikanmu sebagai direktur perusahaan ini, kau harus bisa menguasai ini semuanya!" Peringatan papanya.
"Hah, pa......" Ujarnya melengguh.
"Kau pulang sekarang dan boleh bersenang-senang hari ini, ternyata memaksamu bekerja membuat Papa sangat jengkel kepadamu!"
"Oke, bye pa!" Ujarnya dengan senang.
"Lu kenapa sih selalu bikin Papa naik darah gitu?" Ujarnya bertanya, kali ini sang kakak harus mau menemani adiknya untuk bersenang-seneng. Ini perintah dari ibunegara yang disuruh oleh Tuan Herlambang, siapa tau kakaknya bisa sedikit menyadarkan Christian agar bisa menjadi anak yang lebih penurut serta sosok manusia yang lebih bertanggung jawab atas kewajiban yang dirinya emban.
"Emang ada ya kak? cewek yang gak suka dengan duit!" Terkutuklah, kau tidak menjawab pertanyaan kakakmu malah melemparkan semua pertanyaan.
"Dizaman maju kayak gini semua cewek butuh duit!" Realistis bukan? toh adiknya sendiri juga mata duitan, tapi okelah gakpapa! Claudya dan orangtuanya sangat kaya raya, jadi itu tak masalah.
"Emang aneh tu cewek!" Ujarnya bergumam.
"Lu kenapa sih? ngomong apa? jangan nyusahin gue lagi ya!" Ujar Claudya mewanti-wanti.
"Etdah sensitif amat!"
"Makanya jangan nyusahin, gue udah bela-belain ini batalin jadwal pemotretan demi elu."
"hehehe.......... makasih kakak ku yang sangat cantik!" Manjanya, "Disogok berapa duit elu sama Mama!" Tanya Christian.
"Sialan ya elu, tapi Chris! bisa gak sih, kali ini aja belajar tanggung jawab. Kalau bukan elu, siapa lagi yang bakal mimpiĀ prusahan papa!"
"Yaelah, diingetin mulu dah, Iya ya gue tau itu. udah kita kemall aja, mau ada yang gue beli!" Ujarnya memerintah.
"Sialan, sia-sia gue batalin jadwal gue demi.........."
"Sohib gue Sebastian wisuda, katanya dia ngefans sama lu makanya gue ajak lu buat ketemu sama dia!"
"Dih, ogah bener gue jadi........."
"Protes mulu deh, gue udah janji sama dia. Lagian kalau bukan karena dia mungkin gue belum lulus."
"Lu sih oon!"
"Setan ya lu kak, gue ini adik elu satu-satunya minimal jangan ngehina orang pas depan mukanya gitu, ada rasa kasihan dikit." Dengusnya dengan kesal.
"Ogah bener gue kasihan sama bentukan kayak elu, dih!"
__ADS_1
Perdebatan tak berujung antara dua kakak beradik, tenang ini adalah bukti bahwa keduanya saling menyayangi sehingga bisa berbicara layaknya sahabat.
"Happy Graduation bro!" Ujarnya memeluk Sebastian.
"Mana hadiah gue!" Jawab Sebastian tanpa basabasi.
"Sabar kenapa. ngegas amat jadi manusia!"
"Hehehehe........"
"Nih gue kasih hadiah elu!" Ujar Christian mengeluarkan merk handphone terbaru.
"Ini doang nih, mentahannya udah elu tf ke rekening gue kan?"
"Si Anj*ng ngelunjak bener lu ye!" Jawab Christian dengan sebuah jitakan, tapi Christian tetap mengirimkan sejumlah uang kedalam rekening milik sahabatnya itu.
"Udah gue tf 20jt, awas elu minta lagi. Sini handphonenya!" Ujar Christian meminta kembali Handphone yang ada ditangan sohibnya.
"Etdah, elu prhitungan banget sih! barang yang udah ditangan gue ya kagak bisa dikembaliin lagi lah!" Sewotnya dengan nada.
"Bodo amat, serah lu dah!" Putus asanya.
"Oh ya ituu........"
"Bidadari gue!" Gumam Sebastian.
Pertemuan secara nyata membuat jantung Sebastian ingin keluar dari tempatnya, kecantikan sosok kakak sahabatnya ini diluar ekspekatasinya. Aslinya sangat cantik sekali, banyak foto yang dirinya ambil bersama kakak sahabatnya itu, tentu Christian lah yang berperan besar membantu mengambil momen itu.
Kata Sebastian "Mumpung orangnya ada disini jadi manfaatkan sebaik mungkin!" Begitu kira-kiranya.
****************************
"Sedih banget hari ini!" Celetuknya tiba-tiba memecahkan keheningan yang sejak tadi Husna lakukan, kini arah matanya mengarah ke pemuda didepannya ini.
"Sedih kenapa?" Tanya Husna.
"Belum disapa dan diucapin selamat pagi dari ayang Husna!" Bagas, demi apapun ini sangat menggelikan sekali.
"Terserah kakak!" Ujar Husna kembali membaca bukunya.
"Makin sedih nih jadinya, aku di cuekin lagi!" Tuturnya di buat buat.
Husna, kalau ingin muntah dan menampol wajah tampan didepanmu maka lakukanlah saja.
"Maaf kalau aku sering menganggumu Husna!" Nadanya sudah cukup serius kali ini, namun Husna tetap meneruskan membaca bukunya tanpa ingin menanggapi lelaki didepannya itu.
__ADS_1
"Husna Ayu Hardiyanto, Bagas mencintaimu. Maukah kau menjadi istriku dimasa depan kelak?" nadanya sangat lembut sekali, membuat Husna cukup terkejut dan menjatuhkan buku yang ada ditangannya.
"Aku mencintaimu!" Jujurnya kembali mengulang, ini adalah keseriusan paling mutlak yang ditunjukkan oleh Bagas wanita.
"Kakak?" Panggil Husna.
"Bukan sekarang Husna, saya tau kamu bukan wanita yang mau menjalin hubungan bernama pacaran bukan?" Jelasnya kembali. "Izinkan saya mengutarakan semuanya Husna, dengarkanlah dahulu!" Begitu tulus.
"Bulan depan saya tidak bisa menganggu mu kembali Husna, saya harus menuntut ilmu dinegara xxx, Alhamdulilah saya menerima beasiswa dan orangtua saya setuju."
"Husna ikut senang mendengarknya!" Tuturnya tersenyum.
"Tapi saya sangat berat meninggalkanmu disini." Sendunya.
"Kita masih remaja, mungkin rasa yang kakak ungkapkan akan memudar seiring berjalannya waktu!"
"Saya pastikan itu tidak Husna!" Jawabnya dengan cepat penuh dengan ketegasan. "Husna, saya mencintai anda, tapi cinta saja tak cukup untuk meminangmu menjadi milikku bukan? Bolehkah saya memohon sesuatu?"
"Tentang?"
"Tunggulah saya 5 tahun, saya akan datang untuk memenuhi janji saya."Ujar Bagas, menyerahkan sebuah kotak padanya.
"Ini?" tanya Husna
"Bukalah nanti dirumah Husna, Apa kamu bisa memenuhi permintaanku?" Tanyanya harap cemas.
"Aku tidak bisa menjanjikan itu kak, namun 5 tahun kedepan mungkin aku masih tidak memikirkan soal pernikahan karena aku masih sekolah. Jika Tuhan mentakdirkan kita berjodoh, Insyaallah akan ada jalannya. Namun jika ditengah perjalanan kakak menemukan sosok wanita......"
"Tidak! saya hanya mencintai Husna Ayu Hardiyanto!"
"Baiklah, semoga dilancarkan segalanya. kapan kakak berangkat?"
"2 minggu lagi, hehehe... Kan kangen kamu jadinya. Tuhkan belum pergi sudah rindu!" kenapa kembali ke setelan Bagas yang menjengkelkan.
"Jangan menggoda Husna kak, itu tidak baik!"
"Hehehe.... Jika kamu ada kesulitan dan masalah kau bisa mengirimkanku pesan atau email apapun Husna, aku akan selalu ada membantumu meski kita berjauhan!"
"Insyaallah Husna bisa mengatasi sendiri, kakak fokuslah pada pendidikanmu."
"Tentu, dan tunggu aku bidadari tercantik setelah ibuku! Hehehe!"
************************************
HAPPY READING!!!!!!!!!!!!!!!!!!
__ADS_1