Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!

Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!
Hukuman Mama


__ADS_3

"APA!!!!" Teriakan itu begitu menggema, Mama Anggita tak habis fikir dengan perbuatan sang anak.


"Chris minta maaf Ma!" ujarnya sedikit menunduk, bagus! setidaknya ada rasa sedikit malu di hatimu tuan muda.


"Kau sudah keterlaluan Chris!!!" Ujar Mama Anggita, tanggannya mengelus perlahan dada miliknya. Sesak? Tentang kesalahan atau perbuatan di masa lalu apa yang dirinya lakukan hingga ia gagal mendidik putranya.


"Ma...." Ujar Chris, hatinya memandang sedih keadaan Mama.


"Silahkan kau atur sendiri hidupmu Chris!!! Mulai hari ini Mama akan memberikan uang saku 100 ribu untukku, semua kartumu Mama akan blokir! Belajarlah untuk menghargai apa yang kau miliki!" Ujar Mama Anggita perlahan pergi.


"Mama...." Keluh Chris masih dengan nada tak rela.


"Lu gak capek dek bikin Mama sedih?" mengapa manusia menjengkelkan itu harus muncul saat ini! Keluhnya mengumpat kasar dalam hati.


"Apa si lu, dateng dateng main nyamber aja!" Ujar Chris mengalihkan pembicaraannya.


Namanya Claudya, kakak kandung dari Christian Pradipta Herlambang. umurnya 24 tahun, ya!!! mereka hanya terpaut dua tahun. Dengan kepribadian yang jauh berbeda, sisulung mampu membuktikan segala prestasinya dibidang akting dan modeling.


Semua orang di negara ini siapa yang tak mengenal artis papan atas seperti dirinya, patut diperhitungkan atas pencapaian puncak popularitas yang mempuni, bukan dari sensasi tapi prestasi.


"Lu satu satu nya kadidat yang akan meneruskan bisnis Papa, minimal lulus dan radak pinter dikit deh, jangan bego amat!" Sindir Claudya begitu menohok.


"Sialan lu. Gue itu sebenernya pinter, cuman males aja harus baca buku. Lha lagian kenapa si buku posesif banget, sok banget minta perhatian!" Ujar Christian dinilai aneh, ya memang aneh.


"Bener bener lu ye, eh buset. Gue ngomong serius!" Ujar Claudya dengan nada kesalnya.


"Lagian kenapa gak lo aja sih yang nerusin bisnis Papa?" Tanya Chris dengan dahi menyerit.


"Gue gak suka bergelut dengan banyak dokumen sialan, enakan jadi arti model gini..." Ujarnya menjulurkan lidah.


"Lah, lu kira gue mau ngeliatin dokumen menjijikan itu?" Jawab Chris tak kalah sewotnya.


"Ya lu gak ada pilihan, gue kan udah bisa buktiin ke Papa dan Mama. lagian dimana mana itu, CEO perusahaan itu cowok bukan cewek." bantah Claudya beralasan gender, percuma dong ibu kita Kartini menyetarakan derajat perempuan dan laki laki agar setara. Dasar Claudya, tau aja adiknya lemah di materi sejarah.

__ADS_1


"Yayayaa..... Bagi duit dong kak!" Pupilnya kini diubah seperti anak 5 tahun yang meminta es cream pada ibunya.


"Gak sopan bener lu jadi adik, gampang banget minta. Itungannya mah kalau pengen beli ini itu harus punya duit, dan caranya biar punya duit itu KERJA!!! bukan minta!" Nadanya sudah naik kala telinganya mendengar nada yang begitu menyebalkan, tak lupa kata KERJA ditekan, seolah memperjelas.


"Ealah pelit banget, mau minta 10 juta doang!" Ujarnya kembali tak tau diri, telinganya tuli. anggap saja tak ada kata kerja.


"10 juta itu juga duit, lu kira apan Daun? tinggal metik di halaman depan!" Ujar Claudya dengan sinisnya.


"10 juta mah kagak ada apa apanya buat artis terkenal seantero negeri ini kayak lo gini kan ya...."Ujar Chris dengan tangan memperagakan seberapa luas.


Tring!!!!!!


"Gue udah tf lu 50 juta! inget baek baek lu gunain duit itu. Jangan boros, apalagi lu sekarang gak punya mobil." Ujar Claudya memberitahu.


"Nah gitu, kan makin sayang gue sama lo. Menunjukkan banget kalau lu emang kakak idaman." Kecupan mendarat sempurna dipipi kanan sang kakak.


"Dih geli gue dengernya!" Ujar Claudya merinding.


"Udah kagak usah ganggu gue, sono lu pergi jauh jauh... mau tidur due!" Ujar Claudya mulai beranjak dengan malas.


"Pinjem mobil nya juga yaaa... bye kak dan makasih." Ujar Chris berlari menjauh kala sudah mendapatkan kunci mobil sang kakak.


"Sialan lo, itu duit!!! Woiiiii!!! Gunain yang bener..." Percuma Claudya, adik bungsumu sudah menghilang.


Dan kenapa juga dengan mu harus memberikan uang sebanyak itu padanya, kenapa harus 50 jt? kenapa tidak 5 juta saja? Astaga!!!!


"Ini juga, Astauqfirulloh!!! kenapa ngasih adiknya uang dan pinjamin mobil, Claudya!!!!" Ujar Mama Anggita yang entah datang dari mana sudah menjewer kuping milik Caludya.


"Mama, ampun ma ma!" Ujar Claudya masih merenggek dan naas!!! bukannya melemah, tapi tarikan telinga itu justru bertambah kuat. Yang sabar ya Claudya, Semangat.


...*******************...


"Astaqfirulloh, maaf saya tidak sengaja. saya buru buru kak!" Ujarnya kala Husna hampir saja bertubrukan dengan laki laki tinggi didepannya, salahkan laki laki itu! Husna sudah berjalan dengan benar namun laki laki didepannya ini yang berjalan dengan tak tau diri.

__ADS_1


"Elu, kalau jalan pake mata dong!!! Hampir aja baju mahal gue kena...." Ucapannya tertahan kala ia melihat siswa baru didepannya.


"Saya minta maaf!" Tuturnya dengan lembut, pandangannya sengaja ditundukkan untuk menghindari dosa. Husna, bukan kamu yang meminta maaf, tapi pemuda itu yang harusnya minta maaf.


"Bidadari gue....." Ujarnya terkesima.


"Saya permisi!" Peduli apa Husna dengan gombalan itu, argh lupakan. dia hanya ingin bersekolah menuntut ilmu dan membanggakan Ayah sama Bunda.


"Gue udah mati apa ya? Cantik banget bidadari surga!" Ujar Bagas masih belum sadar.


"Mata lo surga!!! Gue belum nikah belum ngerasin *** ***, enak bener bac*t loh ngomong udah mati!" Tamparan itu menyadarkan Bagas dari khayalannya.


Dua sohib semenjak masuk kelas 1, dan sekarang keduanya sudah duduk dibangku kelas 3 sma yang berarti sebentar lagi mereka akan lulus.


Bagas, dia ketua OSIS sekaligus ketua basket di SMA negeri ini. Dia cukup pintar dengan memenangkan beberapa perlombaan di bidang olahraga, taklupa dia memegang sabuk hitam ilmu beladiri.


Sohib bobrok dengan kenalan yang sama, yaitu teman sebangku semenjak masuk ke SMA, namanya Rama, tapi pemuda ini berbeda dengan sosok Bagas. Rama, sangat cuek dan terkenal dengan mulut pedasnya, beberapa gadis harus menggigit jarinya kala mengingat sikap dingin dan mulut pedas milik Rama, oh ya! Pemuda ini bahkan tak pernah memberikan secuil harapan kepada gadis manapun. Langsung menolaknya dengan mentah mentah.


"Sialan lo, ganggu gue! Tadi siswa baru siapa si? Nomor HBnya berapa ya?" Ujarnya dengan mulut tak tau sopan santun.


"Eh buset pikiran lo! Nama sama nomor handphone! harusnya dua itu yang lo tanyain dulu dan wajib punya!" Ujar Rama membenarkan.


"Gue gak butuh itu, mau nyiapin lansung seperangkat...."


"Sok lu sok..... sekolah dulu, lulus dulu, kerja. Itu anak orang mau lu kasih makan apa? Lagian jadi cowok murah bener lu, Baru aja lu ketemu sekali...."


"Tapi tu rasanya udah klop gitu kaya perangko sama kertas..." Ujarnya masih membayangkan kecantikan Husna.


"Lagak lo kayak oke aja! Jijik gue!" Ujar Rama, membatah dengan hebat, mulutnya memang pedas. tak peduli dengan Bagas, kakinya melangkah meninggalkan sohibnya, bodo amat.


...***************...


...HAPPY READINGG!!!!!...

__ADS_1


__ADS_2