Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!

Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!
Peringatan


__ADS_3

"Maaf Pak, ada perlu apa anda mencari saya?" Ujar Pak Sam bertanya dengan penuh sopan dan hormat pada Christian yang sedang duduk dikursi direktur.


"Silahkan duduk Pak Sam!" Ujar Christian mempersilahkan.


"Baik Pak!" Ujar Pak Sam duduk dan memposisikan dirinya dengan begitu nyaman.


"Anda tau bukan? bahwa saya bukan orang yang suka basa basi bahkan mentolerir sebuah kesalahan yang di perbuat oleh karyawan saya sendiri."


"Iya pak saya tau."


"Apakah anda berniat untuk mengakui kesalahan terlebih dahulu guna meringankan konsekuensi yang akan anda peroleh Pak Sam?" Tanyanya mempersilahkan, membuat sosok laki-laki paruh baya dihadapannya terdiam seribu bahasa dan berfikir keras tentang kesalahan apa yang dirinya perbuat.


"Maksud anda bagaimana ya pak?" Tanya Pak Sam masih tak mengerti dengan situasi dan kondisi saat ini, memangnya kesalahan apa? dan dirinya sedang terjebak dalam situasi macam apa ini?


"Sebelum rapat di mulai, coba presentasikan hasil laporan anda kepada saya sekarang juga!" Ujar Christian memberikan salinan dokumen itu pada pak Sam.


"Baik pak, akan saya presentasikan." Ujarnya dengan penuh kepercayaan diri.


Tiap hasil dia paparkan dengan sebaik mungkin dan sangat jelas asal muasal semua hasil yang tertera.


10 menit.


"Apa ada yang ingin anda tanyakan tuan?" Tanya nya dengan nada sedikit sombong kala dirinya berhasil melabui Christian dengan presentasi yang sempurna, menurut dirinya.


PROK!!!!!


PROKK!!!!!


PROKK!!!!


Tepukan tangan diberikan kepada Pak Sam dengan penuh kecurigaan, "Sangat bagus dalam mempresentasikan nya. Saya hampir percaya bahwa ini memang hasil dari kerja keras anda!" Ujarnya meremehkan.


"Karena memang ini hasil kerja keras saya Pak, sayalah yang menyusun dan membuat ini sebaik mungkin sesuai dengan arahan anda." Ujarnya membagakan dirinya.


"Bolehkah saya bertanya?" Ujarnya/


"Tentu pak, silahkan."


"Apa alasan anda memilih selisih 2% atas biaya perencanaan dengan biaya yang terealisasi?"

__ADS_1


"Karena itu ada angka selisih terbaik menurut saya."


"Benarkah Pak Sam?" Tanyanya sangat meragukan.


"Bahkan anda orang pertama yang menentang saya atas pemberlakuan selisih 5%, mengapa anda melakukan selisih tersebut menjadi 2%? Bukankah itu tampak aneh?"


"Awalnya saya memang kurang setuju, tapi anda disini adalah pimpinan PT Gemilang yang baru dan sebagai karyawan saya harus menaati peraturan yang anda buat."


"Hahahaha.... ya ya ya benar benar!" Ujarnya tertawa renyah. BRAK!!!!!! Tangan Christian langsung menggebrak meja, cukup keras. "Hasil ini jelas bukan anda yang mengerjakannya Pak, ini sangat berbeda dengan pelaporan yang anda buat sebelumnya, tampak sangat tidak masuk akal jika anda memilih selisih 2%, Anda bukanlah orang yang mau meminimalkan sebuah selisih. Beberapa tahun terakhir anda selalu menempatkan selisih diangka 9 dan 10% saat Papa saya memimpin. JANGAN MEMBOHONGI SAYA!" Jelasnya tampak marah.


"Tapi ini memang hasil saya pak, saya..........."


"Lihat!" Sebuah bukti dilempar dihadapan Pak Sam, mulut pria tua itu seketika bungkam terkunci rapat. "Saya paling tidak suka dibohongi, bukankah anda tau dan saya sudah menegaskan di awal. Bahkan saya memberikan anda penawaran untuk mengakui kesalahan anda. mengapa tak memanfaatkan itu dengan baik pak?"


"Tapi pak....."


"Katakan jika anda tak mampu mengerjakan tugas yang perusahaan berikan kepada anda, saya tak keberatan sama sekali kehilangan karyawan yang sangat minim kejujuran." Tegasnya meremehkan.


"Maaf pak!"


"Mempertimbangkan semua jasa yang pernah anda berikan kepada perusahaan, saya tidak akan memecat anda , tapi akan saya pindah tugaskan pada bagian lapangan!"


"Pilihannya mengundurkan diri secara hormat atau menjadi staff lapangan. Pikirkan dengan baik-baik dan silahkan anda keluar dari ruangan saya."


"Pak saya mohon...."


"KELUARRR!!!!!!!!!!!"


1 Jam sebelum Christian memangil Pak Sam untuk masuk kedalam ruangannya.


"Silahkan diminum Husna!" Ujar Christian mempersilahkan, sepanjang jalan dirinya sudah memperkenalkan diri pada Husna namun gadis itu hanya menjawab sesingkat mungkin, seolah tak ingin terlibat percakapan apapun.


"Jadi kenapa sepagi ini kamu berada di kantor saya?" Tanyanya langsung ke inti.


"Bukan pagi, ini sudah menjelang siang dan saya sudah menunggu 1 jam!" Tuturnya dengan ketus.


"Menunggu saya?"


"Bukan." ujarnya Husna langsung menepis, "Ah sudahlah... saya ingin pulang sekarang." Ujar Husna tanpa mau basa basi dan berlama lama disini.

__ADS_1


"Saya rasa kamu masih menyimpan dendam pada saya dilihat dari nada bicara kamu yang sama sekali...." Tuduhnya penuh curiga.


"Hah... oke, maaf." Ujar Husna mengela nafasnya "Maaf jika ada perkataan saya yang menyinggung anda pak, saya disini ingin bertanya? Apa perusahaan ini sedang bermasalah atau sedang memiliki sebuah proyek yang sangat besar? mengapa setiap 1 bulan terakhir Ayah saya selalu pulang larut malam, ini tak seperti biasanya." Paparnya.


"Perusahaan sedang dalam kondisi sangat baik. Bahkan jika ada tugas yang sulit pun, Papamu tak akan keberatan karena beliau sudah berpengalaman dan bekerja disini beberapa tahun bukan?" Tanyanya menatap aneh.


"Saya juga tidak mengerti tentang operasional perusahaan ini bagaimana peraturannya, tapi saya mohon keringanan dari anda agar Ayah saya tidak lembur setiap hari, sesekali anda boleh memintanya lembur tapi jangan seperti ini. Dan oh ya hari ini saya meminta izin agar ketidak hadiran Ayah saya!" Ujarnya meminta dengan begitu sopan dan tulus. "Maaf kalau ini sedikit kurang ajar dan membuat anda kurang nyaman." Ujarnya kembali bersuara.


"Ya, saya izinkan." Ujar Christian, "Lalu untuk apa kamu kesini menemui Pak Sam selaku staff perusahaan?"


"Anda tau?" Pertanyaan bodoh, memangnya perusahaan sebesar itu tidak mempunyai cctv? Dan guna Christian mengajakmu duduk mengobrol hanya untuk mengulur waktumu Husna.


"Jelas saya tau semua aktivitas di perusahaan ini, apalagi kamu orang asing yang masuk kesini. Jadi saya harus waspada."


"Hanya mengantarkan berkas pada Pak Sam, saya juga tidak ada niatan mau mencuri disini." Ketusnya sebal.


"Saya tidak menuduhmu...."


Tringgg!!!!


Dering telfon milik Husna membuat laju kata Christian terhenti,


"Maaf pak, saya angkat dulu. ini dari Bunda, takutnya penting." ujarnya dengan begitu sopan.


"Hallo, Assalamualaikum Bunda."Jawabnya mengangkat telfon.


"Apa bunda? Ayah dirawat? baik Husna kesana sekarang. Husna tutup telfonnya ya. Assalamualaikum." Ujarnya menutup.


"Maaf pak saya harus pulang, Ayah saya masuk rumah sakit." Gugupnya khawatir meminta izin.


"Sebastian, sekretaris saya akan mengantar kamu. Jangan ditolak, saya akan urus masalah Ayah kamu." Ujarnya tersenyum ramah.


"Makasih pak makasih saya pergi." Pamitnya.


Gadis baik, sangat berani untuk mengungkap kan sesuatu yang membuat orang terkasihnya tidak nyaman.


...***************************************...


HAPPY READING GUYSSSS 💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2