Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!

Gadis Muslim, Milik Tuan Arogan!!!
Rapat


__ADS_3

"Baik semuanya karena seluruh staff sudah ada diruang rapat ini, saya persilahkan untuk mempresentasikan kelaporan pertanggungjawabannya masing-maasing!" Ujar Christian selaku direktur utama memimpin rapat ini.


Satu persatu mempresentasikan hasil laporannya, semuanya menyimak dengan jelas dan menyesuaikan antara anggaran perencanaan dengan biaya terealisasi yang dipergunakan untuk pengelolaan operasional.


10 menit


20 menit


30 menit.


"Maaf pak, laporan yang anda buat sangat tidak ssesuai dengan biaya yang terealisasi. beberapa biaya mengalami pembengkakan yang sangat merugikan bagi perusahaan, saya harap anda memperbaikinya dengan segera. Meskipun anda karyawan lama diisini dan telah membantu banyak atas perkembangan perusahaan tapi saya tidak mentoleransi apapun kesalahannya." Bijaknya, karena bisnis harus terpisahkan antara rasa balas budi tanda jasa.


"Tapi pak, kelebihan dana atas prediksi dari hasil rencana ini masih termasuk dalam saldo yang sangat wajar dan normal yakni tidak lebih dari 10% sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh Tuan Herlambang." Ujarnya Pak Sam membela diri.


"Bagi saya tidak, disini saya sudah resmi menjabat sebagai pemimpin menggantikan Pak Herlambang, saya harap kalian semua yang ada disini menaati semua peraturan yang baru saja saya buat. Kelebihan atau kekurangan biaya yang terealisasi dengan perencanan harus tak lebih dari 5% bukan lagi 10% seperti yang Pak Herlambang berikan." Putusnya final tanpa mau dibantah oleh siapapun.


Beberapa orang berbisik atas disahkan nya peraturan baru tersebut.


"Jika ada yang tidak setuju dengan aturan baru yang saya buat silahkan angkat tangan dan langsung menjabarkan atas ketidaksetujuan dengan alasan yang cukup valid." Ujarnya kala melihat gerak gerik beberapa staf, argh sangat ketara jika ada beberapa yang tak sejutu.


Semuanya langsung bungkam atas yang apa yang disampaikan oleh pemimpin barunya.


"Baik saya anggap setuju semua atas peraturan yang saya buat dan untuk Pak Sam saya tunggu laporannya malam ini, silahkan emailkan ke saya."


"Maaf pak, tapi....."


"Anda tidak sanggup Pak Sam? Jika tidak katakan saja, saya akan mengganti posisi anda dengan orang lain." Tegasnya.


"Baik Tuan." Ujar Pak Sam pasrah.


"Ini berlaku untuk semua staff yang hadir maupun tak hadir, Pak Hardi segera infokan semuanya kebeberapa unit staff setelah rapat selesai.


"Baik pak!" Ujar Pak Hardi sopan.

__ADS_1


"Rapat selesai sampai disini!" Ujar Christian, tubuhnya sudah ditegakan dengan tegap. langkahnya begitu pasti penuh wibawa melangkah keluar.


"Lu gak usah ngikutin gue ya, gue mau keluar bentar. Jaga perusahaan, kalau ada apa-apa kabari gue segera!" Ujarnya menyampikan pesan dengan cenggengesan pada Sebastian sang sahabat.


"Lu mau kemana?" Ujarnya bertanya.


"Kepo lu kayak mama gue, udah!!! gue titip bentar mau keluar, hehe!" Ujar Christian tersenyum menepuk pundak sahabatnya.


Mau kemana tuan muda? ini masih jam kantor. Diharap jangan bertingkah aneh-aneh demi kedamaian semuanya, ingat dan tetap jaga wibawa anda selama anda diluar. Sekarang anda adalah seorang pemimpin bukan lagi mahasiswa akhir dengan segala kenakalan.


**********************


BRAK!!!!!!!


Berkas ditaruh dengan kasar dimeja kerjanya, "Sialan anak bau kencur itu, kalau bukan anak dari bos udah gue pites!" Ujar Pak Sam meluapkan emosi yang membuncah, untung saja ruangan ini kedap dengan suara.


Ini merupakan penghinaan besar bagi dirinya, di bantah dengan begitu lantang saat rapat. Bahkan saar kepemimpinan Tuan Herlambang dirinya akan disegani dengan sebegitunya, tak pernah ada rancangannya yang ditolak dengan mentah dengan waktu perbaikan yang begitu singkat.


"Pak Hardi segera keruangan saya!" Ujarnya menelfon diujung sana.


"Maaf pak, anda memanggil saya? ada apa ya?" Pak Hardi masuk dan bertanya dengan sopan kepada Pak Sam.


"Saya berikan tugas ini kekamu!" Ujarnya menyerahkan berkas.


"Baik..."jawabnya dengan sopan mengambil berkas tersebut "Tapi Pak?" Bertanyanya sedikit ragu kala melihat berkas yang akan dirinya kerjakan.


"Tak sanggup?"


"Tapi ini bukan tugas saya, dan semua ini rancangan anda pak!" Jawabnya dengan sopan, tolakannya begitu halus.


"Kamu masih bawahan saya disini meskipun kita satu devisi dan kamu harus mengerjakan itu, ini perintah tanpa bantahan. dan harus selesai sore ini juga."


"Baik pak, saya akan mengusahakannya." Pasrahnya.

__ADS_1


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, dan Pak Hardi masih bergelut dengan pekerjaannya disaat beberapa staf sudah bersiap untuk pulang dan mengistirahatkan tubuh mereka masing masing.


"Bunda, kok tumben ya Ayah lembur tapi gak bilang!" Khawatir Husna kala jarum jam dirumhanya sudah menunjukkan pukul 9 malam, ini sudah lebih daru jam makan malam bukan?


"Handphone Ayah juga gak bisa dihubungi!" Keluhnya kembali, gadis kecil ini akan sangat khawatir jika Ayahnya tak pulang sesuai dengan jadwal.


"Sabar sayang mungkin ayah terkena macet dan handphonenya lowbet!" Bunda Sulis berusaha menenangkan.


"Tapi Bunda....."Masih khawatir.


"Assalamualaikum!" Yang ditunggu pun telah sampai dirumah dengan wajah yang begitu lelah.


"Ayah! kenapa pulang terlambat." Kaki Husna melangkah khawatir harap cemas pada Ayahnya.


"Assalamualaikum putri Ayah yang cantik!" Ujarnya kembali.


"Heheh lupa, Waalaikumsalam Ayah!"


"Husna khawatir sama ayah?" ujarnya bertanya, gelengan lemah diberikan sebagai tanda berkata IYA!


"Maafin Ayah yang gak ngabarin Husna terlebih dahulu ya, Ayah lupa. Tadi ada tugas dadakan yang harus diselesaikan dengan sangat sangat segera karena keasyikan eh lupa waktu, pas mau kabari Husna, handphone ayah lowbet." Jelasnya menenangkan sang putri.


"Ayah serius kan? Tidak ada masalah dengan pekerjaan kan?"


"Tentu dong sayang, maaf ya."


"Yaudah Ayah, Bunda siapkan air hangat untuk Ayah mandi dan Husna siapan makan malam untuk Ayah bisa?" Titah Bunda Sulis.


"Hehe, Siap Bunda!"


**********************************


HAPPY READING SEMUA!!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2