
Di tempat lain terlihat Rexona merencanakan sesuatu. "Aku tidak akan membuat hidup wanita itu seperti di neraka. Karena dirinya sudah mempermalukan aku di warung pecel lele miliknya." gumam Rexona sembari memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk menghancurkan pecel lele milik Wardah yang dikunjungi banyak pengunjung tentunya yang menyukai kuliner lokal.
Tampak Rexona menghubungi seseorang.
"Aku butuh bantuanmu, kau harus melakukan sesuatu kepadaku untuk melancarkan misiku aku akan bayar kamu dengan bayaran 3 kali lipat dari gaji yang biasa kau terima. ucap Rexona di dalam sambungan telepon selulernya yang entah kepada siapa yang dihubunginya.
Rexona langsung mematikan sambungan telepon selulernya setelah selesai berbicara kepada seseorang yang ada di ujung telepon.
"ingat Wardah, kamu sudah mempermalukan ku di warung pecel lele milikmu. Aku pasti akan membalas semuanya, kamu tenang saja siap-siap aja kamu hidup melarat." ucap Rexona berusaha ingin menghancurkan warung pecel lele milik Wardah yang sudah lama ia kelola sendiri setelah kepergian kedua orang tua dan adik kakaknya.
Wardah tidak menyadari kalau ada seseorang yang ingin menghancurkan warung pecel lele miliknya. Saat Wardah melakukan pendaftaran ulang ke universitas ternama di negara ini, tentunya setelah mendapat pengumuman kalau dirinya lulus masuk universitas itu. Ia tidak mengetahui kalau warung pecel lele miliknya sudah dihancurkan oleh anak buah Rexona.
Oval, elips dan kedua temannya sama sekali tidak mengetahui kejadian itu. Karena mereka pagi itu belum beroperasi sama sekali. Anak buah Rexona melancarkan aksinya ketika mereka mengetahui kalau saat ini Wardah tidak ada di warung.
" Aku yakin setelah ini, dia pasti akan hidup melarat." gumam Rexona dalam hati sembari mengembangkan senyumnya ketika melihat video yang sudah dikirimkan oleh anak buahnya karena anak buahnya sudah berhasil menghancurkan warung pecel lele milik Wardah.
Salah satu warga yang melihat warung pecel lele milik Wardah sudah hancur, langsung menghubungi nomor ponsel Wardah. Membuat Wardah pun terkejut akan apa yang diberitahu oleh warga yang lokasinya tidak jauh dari warung pecel lele miliknya.
Wardah langsung pulang ketika dirinya sudah selesai melakukan pendaftaran ulang, dengan menggunakan angkutan umum. Wardah pun akhirnya tiba di sana, setelah beberapa menit kemudian. Wardah terhenyak melihat warung pecel lele miliknya sudah hancur berantakan dan meja-meja yang disediakan di sana juga sudah hancur.
__ADS_1
Membuat Wardah menangis meratapi nasib yang menimpa dirinya. Dia tidak tahu harus bagaimana, dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini. Wardah benar benar bingung. Padahal Wardah sudah melengkapi bahan-bahan yang akan dijual hari ini.
"Ya Allah, betapa besar cobaan yang kamu berikan kepadaku. Apakah tidak cukup penderitaan yang kau berikan kepadaku? aku telah kehilangan keluargaku semua. Mengapa ini terjadi lagi kepadaku!" tangis Wardah yang melihat warung pecel lele miliknya sudah hancur.
"Siapa yang tega melakukan ini semua kepadaku? apa salahku ya Allah!" mengapa ini terjadi kepadaku." tangis Wardah yang mampu membuat orang-orang di sana pun merasa iba melihat Wardah.
Beberapa tetangga datang menghampiri Wardah untuk menenangkan hatinya. Oval yang belum mengetahui berita itu pun masih berada di rumah kedua orang tuanya. Sementara elips sudah datang menghampiri Wardah setelah mendapatkan kiriman pesan Whatsapp dari Wardah, mengenai apa yang terjadi di warung pecel lele milik Wardah yang selama ini mereka kelola.
"Astaga ya Allah, Siapa yang tega melakukan ini semua?" ucap elips yang tidak kalah terkejutnya dari Wardah. Ia ikut menangis karena ia tahu di sanalah ia dapat mengais rezeki ingin kelangsungan kehidupannya, karena dengan bekerja di warung pecel lele milik Wardah ia dapat memenuhi nafkah kehidupan mereka sehari-hari, walaupun dirinya tidak mendapatkan upah yang begitu besar dari warung pecel lele itu.Tetapi setidaknya ia dapat membantu ekonomi keluarganya yang serba kekurangan.
Elips memeluk Wardah mencoba untuk menguatkan sahabatnya itu. "Kamu yang sabar ya semua pasti ada hikmahnya ." ucap elips sambil mengelus pundak sahabatnya itu yang mampu membuat Wardah tidak sanggup membopong tubuhnya.
Oval langsung berlalu ke sana dengan menggunakan mobil miliknya, Ia pun melajukannya dengan kecepatan tinggi. hingga beberapa menit kemudian, Oval pun tiba di sana. Astaga ya Allah, Apa yang terjadi Mengapa seperti ini? tanya Oval sembari langsung meraih tubuh Wardah.
Oval dan elips berusaha untuk menenangkan Wardah. Harapan Wardah satu-satunya hanya warung pecel lele itu saja, yang dapat ia kelola untuk membiayai kehidupannya sehari-hari. Padahal rencana Wardah tabungannya yang belum seberapa, ia gunakan untuk merenovasi rumah yang sudah rata dengan tanah akibat gempa bumi yang mengguncang tanah kelahirannya. Dan merenggut nyawa Ayah, Ibu dan kedua Kakak adiknya.
"Yang sabar Wardah, tetapi sepertinya kita hari ini tidak bisa membuka warung ini. Bagaimana mungkin kita membukanya dengan situasi steling yang sudah pecah dan meja-meja yang sudah Berpatahan. ucap Oval dan elips sembari mengangkat meja-meja yang sudah rusak parah dan steling yang sudah pecah dan berbalik ke mana-mana.
Wardah bingung Mengapa ada orang yang tega menghancurkan warung miliknya. Padahal selama ini Wardah tidak pernah berniat jahat kepada orang lain, melainkan ia sering membantu seseorang yang membutuhkan bantuannya.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 sore. kini meja meja dan kursi yang rusak di sana sudah terkumpul. Steling yang pecah pun sudah dibersihkan. Saat ini mereka menerima orderan hanyalah pemesan ojek online, karena tidak memungkinkan untuk menerima pengunjung yang duduk di sana, sementara tempat belum tersedia.
Tiba-tiba mobil Lamborghini milik Garnier tiba di sana.
Ia menatap heran warung pecel lele milik keluarga itu terasa asing baginya. "Maaf Mas tapi sepertinya warung ini tidak beroperasi untuk pengunjung, hanya untuk ojek online saja."
"Kenapa begitu?" tanya Garnier kepada elips yang datang menghampiri Garnier.
"Tadi pagi ketika kami tidak berada di warung ini, ada seseorang yang berniat jahat dan menghancurkan warung ini. Hingga semuanya hancur berantakan. Meja, kursi beserta steling pun hancur. no lihat di sana semua." ucap elips memberitahu kepada Garnier Mengapa warung itu tidak beroperasi untuk pengunjung yang duduk di sana.
Garnier terhenyak mendengarkan kabar itu. Ia menatap Wardah yang masih terduduk di sana Dengan tatapan kosong. "Wardah Mengapa ini bisa terjadi? tanya Garnier yang belum mengetahui apa penyebab warung itu menjadi hancur berantakan.
Wardah yang masih sibuk dengan pemikirannya tidak menjawab pertanyaan Garnier. Garnier semakin mendekatkan diri kepada Wardah. Ia menepuk pundak wadah. "Wardah Ada apa ini? tanya Garnier penuh selidik. Wardah yang baru tersadar ketika Garnier menepuk pundaknya pun, langsung menghapus air matanya perlahan. "Ada apa mas? tanya Wardah penuh selidik dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1