
Tuan Hermawan meraih ponselnya yang ada di atas meja berniat untuk menghubungi nomor ponsel Garnier. Nyonya Hermawan sudah khawatir kalau Garnier akan memberitahu apa yang mereka lakukan kepada Wardah.
Tuan Hermawan mencari nomor ponsel Putra sulungnya di ponselnya. Ketika Tuan Hermawan sudah menemukan nomor ponsel Garnier, Ia langsung menghubungi nomor ponsel milik Garnier. Berharap sambungan telepon selulernya tersambung.
Kring ....
kring....
kring....
Suara deringan ponsel milik Garnier terdengar jelas di telinganya. Saat dirinya masih mengemudikan mobil Lamborghini miliknya menuju apartemen. Garnier mengabaikan telepon seluler dari Tuan Hermawan. karena Garnier masih mengemudikan mobilnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit kemudian, Garnier tiba di sebuah apartemen mewah yang ada di pusat kota. Garnier menghentikan mobilnya di parkiran apartemen. lalu masuk ke lift untuk menghantarkan dirinya ke lantai 15. Dimana apartemen miliknya berada di lantai 15 di gedung pencakar langit itu.
Garnier meraih kunci yang ada di saku celananya. Menempelkannya daun pintu, pintu pun terbuka lebar Garnier masuk ke dalam apartemen miliknya. Garnier mendudukan bokongnya di atas sofa. membuat kedua Tangannya di atas kepalanya bersandar di sofa itu.
"Aku tidak menyangka Mami juga kepikiran hal picik seperti itu. Tapi mengapa Mami bisa terhasut dengan omongan Rexona? apa yang dikatakan Rexona kepada manusia sehingga mami ikut-ikutan untuk mengancam Wardah. Entahlah Apa yang dilakukan Rexona sehingga Nyonya Hermawan juga mengikuti rencana Rexona.
Tiba-tiba ponsel milik Garnier kembali berdering. Setelah beberapa kali sambungan telepon selulernya tidak diangkat, Tuan Hermawan kembali menghubungi dirinya.
Garnier menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Saat melihat nomor ponsel Tuan Hermawan yang menghubungi dirinya.
"Hallo Pa..." siapa Garnier di dalam sambungan telepon selulernya.
"Kau di mana sekarang Mengapa Papa tidak melihat kamu di rumah padahal hari ini hari weekend, Apa kau sedang pergi dengan seseorang?
"Tidak pa, tapi Garnier sekarang berada di apartemen Garnier sendiri.
"Ada apa?
"Apa kau memiliki masalah dengan Mami kamu? tanya Tuan Hermawan penuh selidik karena dirinya merasa curiga ada sesuatu yang terjadi di rumah ketika dirinya meninggalkan rumah berolahraga pagi itu
__ADS_1
Garnier tidak langsung menjawab pertanyaan Tuan Hermawan. "Katakan ada apa yang sebenarnya? Papa ingin bertemu dengan kamu Ada sesuatu yang ingin Papa bicarakan kepada kamu mengenai klien kita yang berasal dari kota Boston." ucap Tuan Hermawan kepada Garnier.
"Garnier lagi di apartemen Pa." sahut Garnier di dalam sambungan telepon selulernya. Tuan Hermawan langsung bangkit dari tempat duduknya. mengganti pakaiannya ke dalam kamar. "Papi mau kemana? tanya Nyonya Hermawan yang tiba-tiba melihat suaminya sudah berganti pakaian.
"Ada urusan sebentar di luar." ucap Tuan Hermawan kepada istrinya. Ia tidak memberitahu kalau dia sendiri akan bertemu dengan Garnier. Tuan Hermawan meminta supir pribadi yang selama ini menemani Tuan Hermawan kemana saja.
" Antarkan saya bertemu dengan Garnier!"perintah Tuan Hermawan kepada sopir pribadinya. Kini Tuan Hermawan sudah berada di dalam mobil.
"langsung ke apartemen Garnier!" perintah Tuan Hermawan dibalas anggukan dari sopir pribadinya. sang sopir menginjak pedal gas melajukannya ke arah jalan raya menuju apartemen milik Garnier Hermawan.
"Apa kau mendengar sesuatu tadi di rumah? tanya Tuan Hermawan kepada Pak Karyo.
"Maksudnya Tuan?
"Apa terlibat pertengkaran antara Garnier dengan maminya?
"Maaf Tuan, Bukan wewenang saya untuk memberitahu yang sebenarnya. lebih baik Tuan langsung bertanya kepada Tuan Garnier nanti di apartemen."sahut Pak Karyo karena ia khawatir salah bicara kepada majikannya.
Hal itu membuat Tuan Hermawan semakin penasaran. Dan meminta kepada Pak Karyo untuk mempercepat laju mobil yang mereka tumpangi agar segera tiba di apartemen milik Garnier. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, Tuan Hermawan tiba di apartemen milik Garnier. Ia langsung masuk ke dalam lift apartemen.
Tok...
Tok...
Tok...
Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Garnier. Garnier bangkit dari tempat duduknya membuka pintu dan ternyata Tuan Hermawan yang ada di balik pintu.
"Papi???
"iya Papi, papi menghampiri kau ke sini. Karena ada sesuatu yang ingin Papi bicarakan kepada kamu terpaut dengan klien kita yang dari kota Boston.
__ADS_1
Tetapi sebelumnya kau harus menjawab pertanyaan Papi dengan jujur. "katakan Mengapa kau pergi dari rumah sampai membawa beberapa potong pakaian di dalam koper mu?" tanya Tuan Hermawan kepada Garnier.
"lebih baik Papi tanyakan langsung kepada Rexona dan juga mami. Garnier tidak mau tinggal di rumah itu yang dipenuhi dengan orang-orang dengki seperti Rexona dan juga Mami.
"Maksud kamu apa?.
"Maksud Garnier hanya simpel saja. katakan kepada Mami untuk tidak mengganggu orang lain karena yang mereka ganggu tidak ada mengganggu siapapun termasuk kepada mereka sendiri." ujar Garnier yang mampu membuat Tuan Hermawan semakin bingung.
"Lebih baik kau to the point saja daripada berteka-teki seperti ini membuat Papi kebingungan.
"Mereka kembali mengganggu Wardah bahkan Mami juga ikut mengancam Wardah. padahal asal papi tau, Wardah itu wanita yang sangat baik, sederhana pintar dan juga bertanggung jawab.
Walaupun hidup sebatang kara di kota ini. Ia mampu berjuang dan membiayai kehidupan Begitu juga dengan biaya kuliahnya sendiri. jujur Garnier terpesona melihat wanita cantik, baik, sederhana. Pokoknya perfect deh. Garnier mendinginkan wanita seperti dia menjadi pendamping hidup Garnier." ucap Garnier sambil menatap Tuan Hermawan dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Tuan Hermawan menepuk pundak putranya. "Kau harus lebih berhabar menghadapi adik dan mami kamu. Papi juga sudah sangat bingung bagaimana caranya berbicara kepada mereka untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik keluarga kita. Tapi sepertinya Mami kamu dan adik kamu sulit diarahkan kepada yang lebih baik. jadi untuk menutupi semua itu kita harus menjaga agar mereka tidak melakukan tindakan bodoh." ucap Tuan Hermawan.
"Iya Pa, kalau masalah itu Garnier paham. itulah yang menjadi penyebabnya untuk menghindari masalah, Garnier menghindar dari mami dan juga Rexona ucap Garnier.
"Ya sudahlah yang lain saja kita bahas.
"Bagaimana hasil meeting kamu dengan klien kita yang berasal dari kota Boston? tanya Tuan Hermawan penuh selidik. Karena tuan Hermawan sangat menginginkan dapat bekerja sama dengan perusahaan raksasa dari kota Boston.
"Papi tenang saja, semua sudah Garnier handle. Dan mereka juga menyetujui bekerja sama dengan perusahaan kita. Walaupun Garnier mendapatkannya dengan penuh perjuangan. Akhirnya mereka mempercayakan proyek itu kepada perusahaan kita." sahut Garnier sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
__ADS_1
" Hasrat Tuan Muda Arogant"