Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta

Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta
BAB 8. BUAT KACAU _GPLJC


__ADS_3

Hari-hari dijalani oleh Wardah di kesendiriannya. Hidup tinggal di warung pecel lele peninggalan kedua orang tuanya. Iya semenjak tragedi itu terjadi. Hanya warung kecil pecel lele, harta warisan yang dimiliki kedua orang tuanya. yang dapat di manfaat oleh Wardah saat ini.


Warung pecel lele itu disulap menjadi usaha kuliner yang semakin berkembang saat ini. Di bagian belakang warung pecel lele itu, dibentuk jadi satu kamar untuk tempat tinggal Irene sendiri. Daripada menyewa tempat lain lagi untuk tempat tinggal Irene. Hingga Wardah pun tinggal di warung pecel lele itu.


Karena Irene sudah lulus dari SMA, kini Wardah membuka warung pecel lele miliknya lebih awal dari hari-hari sebelumnya. Ia berusaha mengembangkan warung pecel lele miliknya. Sore harinya Rexona datang ke warung pecel lele milik Wardah.


"Wow ternyata gadis lele saat ini tidak melanjutkan kuliahnya karena harus menyambung hidupnya dengan membuka warung kecil murahan seperti ini." ucap Rexona datang menghampiri Wardah di warung pecel lele milik Wardah. Sementara saat itu Wardah sedang membersihkan ikan lele, ayam yang sudah dipotong dan berbagai rempah-rempah dan juga sayurannya.


"Kalau kamu mau datang ke sini ingin mencicipi menu makanan yang kami sediakan di sini, silahkan duduk nona." ucap Wardah bersikap formal layaknya seorang pelayan melayani pelanggannya yang datang ke warung pecel lele miliknya.


Tetapi kalau anda tidak ingin mencicipi menu makanan yang ada di sini dan hanya ingin mengolok-olok dan mengejek saya, silakan pergi Saya tidak memiliki waktu untuk meneladani anda nona." ucap Wardah sambil terus membersihkan ikan lele dan sayuran yang ia pegang sebelumnya.


Rexona menutup lubang hidungnya, dengan jari telunjuk dan tengahnya. Pantas aja bau lele, iya tiap hari memegang ikan lele seperti ini, amis tau." ucap Rexona Sambil tertawa ngakak bersama ketiga temannya.


Tetapi Wardah seolah tidak peduli, ia justru terus membersihkan apa saja yang harus dibersihkan sebelum para pelanggan banyak yang berdatangan. Terlihat satu persatu pengunjung sudah datang untuk mencicipi menu makanan yang ada di sana. Sementara Rexona hanya menatap ruangan usaha kuliner Wardah dengan tetapan yang sulit diartikan.


"Hello everybody....., untuk apa kalian makan di warung pecel lele seperti ini? nggak higienis. lebih baik kalian makan di sana. masakannya enak tidak seperti ini joroknya. Aduh banyak sekali abu dan bau lele di sini.ucap Rexona yang dibalas dengan gelengan kepala, dari para pelanggan setia yang sering mencicipi menu yang ada di warung pecel lele milik Wardah.

__ADS_1


"Mbak kalau untuk menghasut orang lain tidak perlu seperti itu caranya. Masakan di sini enak kok. Kami sehari-hari mau makan di sini dan harganya juga ekonomis. Jadi orang jangan terlalu sirik, itu dapat membuat kamu nanti spot jantung. Jika melihat orang yang tidak Kamu suka sukses." ucap salah satu pria yang ada di sana sedang menikmati menu makanan yang disediakan di usaha kuliner milik Wardah.


Wardah dan Ovale saling melirik lalu mengembangkan senyumnya. Mendengar pembelaan dari seorang pria yang sedang menikmati menu makanan yang mereka sediakan.


Rexona menatap pria itu dengan sinis. Ia iyalah, makanan di sini enak Kamu katakan. Karena kamu tidak cukup memiliki uang. Ya levelmu hanya makan di tempat seperti ini. tidak berkelas." ucap Rexona dibalas dengan gelengan kepala dari pria itu. Padahal Ia tidak mengetahui Siapa sebenarnya pria yang ada di hadapannya.


Pria itu terus menyantap menu makanan yang ia pesan sebelumnya. Setelah selesai, menyantap menu makanan itu, ia pun memanggil Wardah untuk melakukan pembayaran.


"Mbak Wardah, Berapa ini? tanya pria itu terlihat sudah dekat kepada Warda karena memang pria itu sudah sering menyantap menu makanan yang ada di sana. "Seperti biasa Mas." sahut Wardah sambil mengembangkan senyumnya membuat lelaki itu pun ikut tersenyum menatap wajah cantik Wardah yang begitu mempesona.


Pria itu meraih dompet yang ada di saku celananya lalu memberikan uang pecahan Lima puluh ribu. "Mas ini kembaliannya." ucap Wardah.


"Hai, kamu! saya pesan jus jeruknya satu." ucap Rexona kepada elips salah satu teman Wardah membantu dirinya di warung pecel lele milik Wardah. Dengan sigap elips menyiapkan jus jeruk pesanan Rexona. Ia ingin membuat Rexona merasakan bagaimana Citra rasa yang disediakan oleh warung pecel lele yang mereka kelola akhir-akhir ini.


Elips langsung menghidangkan jus jeruk yang dipesan oleh Rexona bersama teman-temannya. "Silakan diminum Nona? ucap elips sambil berusaha mengembangkan senyumnya walaupun sebenarnya elips sudah kesal mendengar ocehan Rexona yang sudah dari tadi mengejek Wardah dan mengolok-oloknya.


Tetapi ia tidak ingin mencari masalah kepada Rexona, karena itu dapat berakibat fatal ke warung pecel lele yang mereka kelola selama ini.

__ADS_1


Rexona menyedot jus jeruk yang dihidangkan oleh elips, dengan sedotan yang ada di gelas jus itu.


Harus diakui jusnya terasa enak dan sepertinya murni." gumam Rexona di dalam hati tetapi karena kebenciannya yang Melihat Wardah membuat dirinya enggan untuk mengakuinya.


" Jus macam apa ini? saya tidak menyukainya." teriak Rexona sambil langsung memuntahkan, yang ia minum dari gelas jus yang dihidangkan oleh elips. lalu membuang jus itu begitu saja. Membuat elips menggelengkan kepalanya.


Para pelanggan di sana pun mengerutkan keningnya lalu menyedot jus yang mereka pesan. Tetapi jus yang mereka pesan itu rasanya cukup enak dan rasa buahnya itu cukup terasa tapi mengapa wanita itu mengatakan jus yang dihidangkan di restoran ini tidak enak?" gumam para pengunjung itu.


pelanggan itu pun tidak percaya begitu saja. Baik Nona, Saya akan coba mencicipi jus Nona itu. Enak atau tidak? karena kebetulan jus yang saya minum saat ini rasanya enak dan tidak ada tandingannya. Kalah seperti jus yang ada di restoran bintang lima." ucap salah satu pelanggan sambil menyambar jus yang ada di meja yang ditempati oleh Rexona dan teman-temannya.


Ternyata Citra rasa yang dihidangkan oleh usaha kuliner milik Wardah, benar sama dengan yang ia minum saat ini. Tetapi Mengapa wanita itu mengatakan tidak? gumamnya dalam hati sembari terus memperhatikan Rexona dari ujung kaki hingga ujung rambut.


" Mbak tolong jangan cari masalah dong, Kami kan jadi penasaran. Bagaimana Citra rasa jusnya dan menu makanan yang ada di sini. Tetapi setelah saya mencicipi jus itu, rasanya sama seperti yang saya miliki. Mengapa Anda mengatakan tidak enak?" ucap pelanggan itu kepada Rexona.


Karena ia tidak menyukai Rexona terus merendahkan usaha kuliner milik Wardah dan ia pun meminta untuk segera pergi dari warung pecel lele milik Wardah.Karena pelanggan itu sangat kesal kepadanya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2