Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta

Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta
BAB 33. AKU MENCINTAIMU _ GPLJC


__ADS_3

Garnier hanya terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh warga kepadanya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Wardah. Jika kita memulai berbohong, maka untuk menutupi kebohongan kita sebelumnya kita harus berbohong untuk selamanya.


"Kalau aku boleh jujur, Sebenarnya aku tidak berbohong di sini. hanya saja kau belum mengetahui yang sebenarnya.


"maksud Mas apa? tanya Wardah bingung.


Garnier tidak langsung menjawab iya enggan untuk menjawabnya. Ia memilih untuk menghidupkan mesin mobil miliknya melajukannya ke arah jalan raya menuju di mana warung pecel lele milik Wardah berada.


Tetapi sebelum tiba di warung pecel lele milik Wardah. Garnier menepikan mobilnya di kawasan komplek yang lokasinya terlihat sepi. "Mas kok berhenti di sini? rumah Wardah masih jauh loh." ucap Wardah khawatir Mengapa tiba-tiba saja Garnier menghentikan mobilnya di sana.


"Garnier keluar diikuti oleh Wardah keluar juga. Penasaran Mengapa Garnier keluar dari mobil itu. Ada apa mas tanya Wardah. Garnier menyandarkan tubuhnya di depan mobil miliknya. "Lihat Itu bulannya sempurna sekali. sinar rembulan yang begitu indah menyinari permukaan bumi di malam hari.


"Iya, bulannya terlihat indah menerangi bumi. sungguh indah ciptaan Tuhan." ucap Wardah menyahuti Apa yang dikatakan oleh Garnier kepadanya. "Ada apa, Kenapa tiba-tiba Mas menghentikan mobil Mas di sini, Apa untuk melihat indahnya rembulan menyinari bumi?" tanya Wardah penuh selidik.


Garnier mengembangkan senyumnya menatap Wardah dengan tatapan seksama. "Wardah aku bisa bicara sesuatu kepadamu? tanya Garnier sambil menggenggam kedua tangan Wardah. Wardah mengerutkan keningnya. Tiba-tiba saja sikap Garnier berubah drastis.


"Ada apa mas, bicaralah aku pasti akan mendengarnya. Mumpung Wardah memiliki waktu saat ini. Kalau tidak karena mas memborong menu makanan yang ada di warung pecel lele, Pasti Wardah tidak akan bisa berdiri di sini sekarang. Karena harus membuka warung sampai pukul 10.00 malam.


Aku tidak terus memiliki waktu bepergian seperti ini. Jadi mumpung Ada kesempatan, Katakan saja. Apa yang hendak Mas katakan kepada Wardah." ujar Wardah sambil mengembangkan senyumnya menatap Garnier dengan tatapan penuh arti.


Kalau aku mengatakan sesuatu kepadamu, apakah Kau akan menjauhiku? atau kau tidak akan Sudi bertemu denganku?" tanya Garnier khawatir


"Tidak mungkin aku menjauhi Mas. Karena Mas itu lelaki yang baik. Apapun yang akan Mas bicarakan kepada Wardah, Wardah akan berusaha memahaminya. Jadi lebih baik mas berterus terang saja kepada Wardah. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi." ucap Wardah sambil tetap memperhatikan raut wajah Garnier yang terlihat gelisah dan gugup.


Garnier memegang kedua tangan Wardah. lalu ia meraih kotak kecil yang ada di balik jasnya. "Wardah Aku sangat mencintaimu, Jujur aku sudah lama memendam perasaan ini, hanya saja aku belum berani mengungkapkannya. Karena aku takut Kau akan menjauhiku.


Aku sadar usiaku jauh berbeda dengan kamu. Tetapi bagiku cinta tidak pernah mengenal umur. Entah mengapa sejak aku bertemu dengan kamu, hatiku merasa bahagia. Bahkan bayang-bayang dirimu selalu berada di pikiranku. Wardah Apakah kau bersedia menikah denganku? tanya Garnier sambil memberikan kota kecil yang ada di tangannya kepada Wardah. Membuat Wardah terhenyak dan bingung harus bagaimana saat ini.


Wardah hanya diam menatap Garnier dengan tatapan penuh tanya. Ia seolah tidak percaya apa yang ia dengar dari mulut pria tampan yang ada di hadapannya.


"Mas kalau bercanda jangan seperti ini? Wardah tidak suka candaan hal-hal seperti ini. Nanti Wardah bisa baper.

__ADS_1


"Memangnya siapa yang bercanda?


"Aku serius Wardah, Aku sangat mencintaimu?


"Jangan berbohong Mas.


"Memangnya siapa yang berbohong kepadamu? Aku tidak pernah berbohong akan perasaanku terhadapmu. ucap Garnier kepada Wardah.


"Mas, sebelum mengambil keputusan seperti ini, apa Mas sudah mempertimbangkan segalanya. Karena Wardah tidak ingin menyesal di kemudian hari. Sulit bagi kita kalau sudah menjalin hubungan dan benar-benar mencintai pasangan kita. Tetapi ujung-ujungnya tidak bisa menyatu di dalam jenjang pernikahan.


"Mas sudah tahu sendiri siapa sosok Wardah sebenarnya. Wardah tidak pernah menutup-nutupi siapa jati diri Wardah. Seharusnya Mas berpikir beribu kali, untuk menyatakan perasaan Mas kepada Wardah. Karena tidak mungkin kedua orang tua mas merestui kita nanti. Apalagi Rexona sangat membenciku. Yang entah kesalahan apa yang aku lakukan sehingga dia membenciku.


"Aku akan berusaha meminta restu dari mami. Kalau Papi sudah setuju. Papi juga sudah mengetahui kalau aku mencintaimu dari awal.


"Mas serius, Tuan Hermawan mengetahui kalau mas mencintaiku?


Garnier menganggukkan kepalanya.


"Kalau masalah itu kamu tidak perlu khawatir aku yang akan mengurusnya. Yang penting sekarang kau mencintaiku, atau tidak Dan apakah kau bersedia menikah denganku?


"Kalau boleh jujur, aku juga memiliki perasaan yang sama seperti yang mas rasakan. Tetapi Wardah tidak yakin kalau keluarga Mas akan merestui hubungan kita."


Garnier langsung meraih tubuh Wardah ke pelukannya." Terima kasih ya Allah, ternyata doa-doa hamba engkau kabulkan. Wanita yang hamba cintai, ternyata mencintai hamba juga." ucapnya sambil langsung memeluk Wardah dan memberikan kecupan hangat di kening Wardah.


Garnier memasangkan cincin yang ia pegang sebelumnya di dalam kotak kecil itu ke jari manis Wardah. Membuat Wardah pun mengembangkan senyumnya. Kedua kelopak mata Wardah, dipenuhi dengan linangan air mata.


Ia merasa terharu, hari ini Garnier benar-benar menyatakan rasa cintanya kepada Wardah. Yang mana selama ini, Wardah juga mengalami hal yang sama seperti Garnier. dipikirannya menari-nari bayang-bayang Garnier selama ini. Tetapi ia berusaha untuk menghindari Garnier. Karena rasa khawatir yang ia rasakan, kalau keluarga Garnier tidak akan memberi Restu untuknya.


Garnier berusaha meyakinkan Wardah, suatu saat nanti keluarganya akan menerimanya menjadi seorang menantu di keluarga Hermawan. Walaupun dirinya membutuhkan waktu untuk meyakinkan keluarganya. Kalau Wardah memang wanita yang pantas menjadi pendamping hidup Garnier.


Kini cincin yang diberikan oleh Garnier kepada Wardah sudah melingkar di jari Manis Wardah. Membuat hati Garnier begitu bahagia.

__ADS_1


Tiba-tiba saja suara deringan ponsel milik Wardah terdengar jelas di telinganya.


Kring ....


Kring ....


Kring ...


suara dering ponsel milik Wardah.


Wardah meraih ponselnya yang ada di dalam mobil di tas miliknya. "Mas sepertinya ponsel Wardah berdering, entah siapa yang menghubunginya. lebih baik kita langsung pulang, ini sudah malam." Garnier menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Wardah masuk ke dalam mobil, dan duduk di bangku kemudi.


Sementara Wardah duduk di samping kemudi. Sambil meraih ponsel miliknya, dan melihat kalau oval yang menghubungi dirinya. "Siapa yang menghubungimu? tanya Garnier penuh selidik. "Oval yang menghubungiku. mungkin ada sesuatu yang ingin Ia bicarakan kepadaku." sahutnya sambil Langsung kembali menghubungi nomor ponsel oval.


Tut ....


Tut ....


Tut ...


Kini suara ponsel Wardah, kalau sambungan telepon seluler itu masuk. Tetapi belum tersambung kepada Oval. Berkali-kali Wardah menghubungi nomor ponsel Oval, tapi tak kunjung ada jawaban. Membuat Wardah sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu.


Wardah pun langsung mencari keberadaan oval saat ini, melalui jaringan GPS yang tersambung ke ponselnya. "Mas kita langsung ke Jalan Sudirman, sepertinya Oval berada di sana. Aku khawatir terjadi sesuatu kepadanya. Wardah menghubunginya, tapi tidak tersambung.


Padahal dia yang menghubungiku tadi sampai tiga kali. Tetapi kita sama sekali tidak mendengarnya. Hanya deringan terakhir, terdengar. Tetapi saat Wardah ingin menekan tombol hijau, sambungan telepon itu sudah terputus.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


__ADS_2