
Garnier langsung melajukan mobil miliknya ke Jalan Sudirman. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Wardah. Kini mereka sudah berada di Jalan Sudirman. Terlihat kemacetan terjadi di Jalan Sudirman. "Maaf Mas, ada apa ya? kok macet sekali dan orang-orang banyak di sana? tanya Wardah menurunkan kaca nako mobil Garnier.
"Oh di depan ada kecelakaan Mbak, sepertinya yang mengendarai mobil itu wanita.
"Ciri-cirinya Bagaimana Pak?
"Saya juga tidak tahu nona, karena saya tidak bisa melihatnya karena kerumunan orang yang begitu banyak." ucap pria itu.
Wardah Yang penasaran siapa sosok wanita yang menjadi korban lakalantas yang terjadi di Jalan Sudirman, Ia pun langsung keluar tanpa persetujuan Garnier. Garnier mengikuti Wardah keluar dari mobil miliknya.
Mengikuti langkah Wardah memasuki kerumunan. Wardah yang melihat kejadian kecelakaan yang menimpa seorang wanita di dalam mobil itu. Wardah berusaha menerobos kerumunan warga itu. Ia begitu terhenyak melihat sahabatnya Oval yang menjadi korban kecelakaan. Ia mengetahui dari plat mobil milik Wardah.
Oval masih berada di dalam mobil keadaan terjepit, sudah tidak sadarkan diri lagi. Wardah menjerit minta tolong kepada orang-orang yang di sana. Tidak ada yang berani mendekati. Karena pihak kepolisian belum juga datang ke sana, setelah warga menghubunginya.
Wardah Seolah tidak peduli. Wardah dan Garnier membuka paksa mobil itu yang menabrak pembatas jalan. Ketika Wardah dan Garnier berusaha membuka pintu mobil itu beberapa kali, akhirnya pintu mobil itu pun terbuka.
Wardah dan Garnier dibantu dengan orang-orang yang di sana, mengeluarkan oval dari dalam mobil. Sebelumnya oval Masih sempat sadar sehingga ia sempat menghubungi nomor ponsel milik Wardah.
Tetapi beberapa menit kemudian kesadaran Oval menghilang. Kini Oval sudah berhasil dikeluarkan dari mobil yang sudah ringset itu. lalu Wardah dan Garnier membawa tubuh OVal masuk ke dalam mobil Lamborghini milik Garnier, dan melarikannya langsung ke rumah sakit.
__ADS_1
Sementara mobil Oval yang rusak parah masih tinggal di sana dan diurus oleh pihak Kepolisian. Sepuluh menit di dalam perjalanan, kini mereka sudah tiba di rumah sakit terdekat yang lokasinya tidak jauh dari Jalan Sudirman.
Wardah langsung menjerit minta tolong kepada dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu.Garnier membantu Wardah menggendong tubuh Oval membaringkannya di atas Branker, agar dokter dan suster segera melakukan pertolongan untuk menyelamatkan Oval yang saat ini sudah dalam keadaan kritis.
Wardah terus menangis sesenggukan. ia tidak ingin kehilangan sahabat baiknya. Oval yang selalu mengetahui bagaimana kehidupan Wardah selama ini. Oval yang selalu membantu dirinya dalam situasi apapun.
"Ya Allah, Mengapa cobaan ini begitu berat bagiku. Semua orang orang terdekatku. engkau berikan pencobaan." tangis Wardah membuat Garnier merasa tidak sanggup melihat tangis wanita yang sangat ia cintai, melihat sahabatnya berlumuran darah akibat kecelakaan yang ia alami.
Kini Oval sudah berada di ruang UGD ditangani oleh dokter dan suster di sana. Wardah hanya bisa menangis sementara Garnier berusaha untuk menenangkan Wardah. "Kau tenang saja. Oval pasti baik-baik saja, dia wanita yang kuat dan wanita yang baik.Sudah pasti Allah akan selalu melindunginya.
"Aku tidak ingin kehilangan sahabat baikku Mas. Dia sahabatku satu-satunya yang paling mengerti kondisiku. Aku berteman dengannya sudah sangat lama, semenjak aku masih kecil. Dia wanita yang baik. Tetapi Mengapa Allah memberikan cobaan yang begitu berat kepadanya seperti ini?" tangis Wardah.
Dengan terpaksa, Ia pun menghubungi nomor ponsel Fair, untuk memberitahu kondisi Oval saat ini kepada kedua orang tuanya.
Saat sambungan telepon seluler itu tersambung kepada Fair. Fair mengembangkan senyumnya, tiba-tiba saja tidak ada angin tidak ada hujan Wardah menghubungi dirinya.
"Hallo selamat malam gadis cantik pujaan hatiku." sahut Fair masih bercanda. Karena belum mengetahui kejadian yang menimpa oval saat ini. "Tidak ada saatnya bercanda sekarang, tolong segera ke rumah sakit. Saat ini Oval mengalami kecelakaan dan kondisinya kritis. ucap Wardah di dalam sambungan telepon selulernya.
Membuat Fair Terhenyak. " Kau jangan membohongiku. Aku tidak suka dibohongi." ucapnya tidak percaya begitu saja.
__ADS_1
"Aku tidak berbohong. Segeralah datang kemari. Karena dokter membutuhkan tanda tangan tante persetujuan untuk operasi." ucap Wardah di dalam sambungan telepon selulernya.
Membuat Fair pun langsung menghubungi nomor ponsel milik kedua orang tua Oval. Saat itu juga, kedua orang tua oval langsung berlalu ke rumah sakit di mana Oval saat ini.
Setelah menunggu beberapa menit kemudian kedua orang tua oval tiba di Rumah Sakit. mereka menghampiri Garnier dan Wardah yang sedang mondar-mandir di hadapan ruang UGD.
"Apa yang terjadi? Mengapa ini bisa terjadi? tanya kedua orang tua Oval yang tampak sudah gelisah. "Maaf Tante, tapi Wardah juga tidak mengetahuinya. Saat itu, warung pecel lele milik kami tutup dan aku pergi dengan mas Garnier menghadiri sebuah pesta.
Aku mengetahui oval mengalami kecelakaan di Jalan Sudirman, karena ada beberapa panggilan tak terjawab darinya. Dan aku menghubunginya sampai beberapa kali, tapi tak kunjung ada jawaban. Sehingga aku langsung ngecek keberadaan Oval saat itu melalui jaringan GPS.
Kami pun mengikuti jaringan GPS itu, karena khawatir terjadi sesuatu kepada Oval . Dan ternyata benar, Oval saat itu mengalami kecelakaan. Tidak ada satu warga pun yang berani membawa Oval ke rumah sakit sehingga kami pun berusaha untuk mengeluarkan Wardah dari mobil miliknya. yang sudah ringsek.
Karena tubuh OVal terjepit di dalam mobil. Mas Garnier dan Wardah, dibantu oleh warga yang ada di sana, mengeluarkan tubuh oval dan langsung kami larikan ke rumah sakit ini." ucapnya menceritakan kronologis Mengapa mereka mengetahui kalau saat ini Oval mengalami kecelakaan.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1