
Ketika Tuan Hermawan sudah mendapatkan penjelasan dari Garnier mengenai apa yang terjadi di rumah utama keluarga Hermawan, Tuan Hermawan menggelengkan kepalanya. Ia merasa dirinya gagal untuk mendidik Putri dan istrinya yang selalu menaruh dengki kepada orang lain. Padahal Tuan Hermawan sama sekali tidak pernah mengajarkan hal demikian kepada putrinya. yang parahnya lagi Nyonya Hermawan selalu mendukung putrinya.
"Mungkin papa salah dalam mendidik Adik kamu. Tetapi Bagaimana mungkin Adik kamu bisa begini?" ucap Hermawan kepada Garnier. "Sudahlah pa, nanti pelan-pelan kita akan bicarakan kepada Rexona." ucap Garnier kepada Tuan Hermawan.
Tuan Hermawan beranjak dari tempat duduknya berpamitan kepada Garnier untuk segera kembali ke rumah utama. Sejujurnya Tuan Hermawan sudah sangat emosi kepada putrinya Rexona dan juga istrinya Nyonya Hermawan.
Anak itu selalu membuat Malu." gumam Tuan Herman geram. Sambil langsung melangkahkan kakinya keluar dari apartemen mewah milik Garnier ingin segera kembali ke rumah utama. "Papa pamit dulu, besok kita ketemu di kantor." ucap Tuan Hermawan.
Garnier menghantarkan Tuan Hermawan keluar dari apartemen miliknya. Ketika Tuan Hermawan sudah berada di apartemen Garnier kembali duduk di sofa. Tiba-tiba saja bayangan Wardah muncul di dalam pikirannya.
"Apa yang terjadi kepadaku, mengapa pikiranku terus kepada Wardah? Apakah aku mulai jatuh cinta kepadanya?" gumamnya di dalam hati sembari menatap wajah Wardah yang ada di layar ponselnya.
Ia berniat menghubungi nomor Wardah. Tetapi ia teringat Apa yang diucapkan Elips kepadanya agar menjauhi Wardah. Kalau tidak, warung pecel lele milik Wardah akan dihancurkan oleh Rexona dan Nyonya Hermawan.
Semakin Garnier tidak ingin menghubungi nomor ponsel milik Wardah, rasa rindu terhadap Wardah semakin dalam. Membuat dirinya pun kembali meraih ponselnya, lalu mencari nomor ponsel milik Wadah di layar ponselnya.
__ADS_1
Setelah Garnier menemukan nomor ponsel milik Wardah, ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Wardah.
kring ....
kring ....
kring ....
Suara Deringan ponsel milik Wardah terdengar jelas di telinganya Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 sore itu artinya warung pecel lele mirip Wardah sudah mulai beroperasi. Dan terlihat Wardah, Elips dan Kedua temannya sudah tampak sibuk, melayani para tamu yang datang mencicipi makanan yang ada di warung pecel lele itu.
Membuat Garnier semakin khawatir dan pikirannya sangat kacau, karena Wardah tak kunjung mengangkat sambungan telepon selulernya. "Mengapa Wardah tidak mengangkat sambungan telepon selulerku? apa dia benar-benar ingin menjauh dariku? dan ingin sekali tidak bertemu lagi denganku lagi? pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Garnier.
Lebih baik aku kesana saja. Melihat keadaan di sana, Apakah masih terlihat aman dan Rexona dan nyonya Hermawan melakukan sesuatu yang dapat merugikan Wardah." gumam di dalam hati sambil beranjak dari tempat duduknya.
Setelah berada di parkiran mobil, Garnier langsung menghidupkan mesin mobil miliknya dan melajukannya ke arah jalan raya menuju warung pecel lele milik Wardah. Setelah melakukan perjalanan Kurang 20 menit, akhirnya Garnier tiba di warung pecel lele milik Wardah.
__ADS_1
Ia langsung memarkirkan mobil Lamborghini miliknya di depan warung pecal lele itu dan duduk di warung tepat di kursi paling pojok. Garnier tidak langsung memesan menu makanan yang akan ia santap. Ia memilih untuk duduk membaca daftar menu yang ada di sana, yang sedang sibuk melayani para pengunjung yang ingin menikmati menu makanan yang ada di sana.
Wardah seolah tidak mengetahui kehadiran Garnier di sana, dan memilih untuk melayani para pelanggan lainnya. Elips datang menghampiri Garnier. "Selamat datang Tuan, anda mau mesen apa?" tanya Elips sambil mengembangkan senyumnya. Ia tidak ingin meluapkan amarahnya lagi, kepada Garnier. karena ia tahu Garnier sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai ancaman Rexona dan juga Nyonya Hermawan.
Saya pesan pecel lele dan orange juice satu." ucap Garnier meminta kepada Elips untuk menyiapkan menu makanan yang akan ia santap. lalu Elips meninggalkan Garnier di sana, dan meminta kepada Wardah untuk menyiapkan menu makanan kepada Garnier berharap Garnier menyukai makanan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
" Hasrat Tuan Muda Arogant"
__ADS_1