
Beberapa hari kemudian setelah Garnier bertemu dengan Wardah di warung pecel lele miliknya, Garnier kembali memesan menu makanan di warung pecel lele milik Wardah. ketika Garnier menghubungi nomor ponsel milik Wardah, Wardah terhenyak dan langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Garnier.
Wardah begitu bahagia, ketika Garnier kembali memesan menu makanan di warung pecel lele miliknya. Itu artinya peminat pecel lele yang mereka kelola selama ini memiliki peminat yang lumayan. "Bismillah, mudah-mudahan Dengan Tuan Garnier memesan menu makanan dari sini, para karyawan ataupun rekan bisnisnya yang mencicipi menu makanan ini bersedia untuk kembali menyicipi makanan di sini lagi. Gumam Wardah sambil tersenyum.
Saat melihat Wardah senyum semeringah Elips datang menghampirinya.
" Ada apa, Sepertinya kau bahagia sekali?
"Alhamdulillah, kita sekarang memiliki orderan yang lumayan banyak dari perusahaan Hermawan Company.
"Apa?
"Kamu serius, kamu tidak bercanda kan?
"Iya, aku serius. Mas Garnier yang langsung menghubungiku tadi.
"Alhamdulillah kalau begitu, itu artinya kita memiliki peluang untuk mengembangkan usaha kuliner pecel lele ini. Untung saja ada orderan dari Mas Garnier mengingat warung kita masih sangat sepi akhir akhir ini semenjak
"iya Kita patut syukuri juga walaupun begini, setidaknya kita masih bisa makan, walau seadanya dari warung ini." sahut Elips yang juga bergantung hidup dari hasil warung pecal lele.
****
Mbak saya ingin bertemu dengan Mas Garnier.
"Apa mbak sudah janji?
"Iya, katakan saja Wardah." sahut Wardah
"Resepsionis yang bertugas di kantor gedung pencakar langit itu langsung menghubungi Garnier.
Setelah Garnier meminta kepada Wardah untuk langsung segera naik ke ruang kerjanya, Ia terhenyak.
__ADS_1
" Bagaimana caranya dirinya mengangkat menu makanan yang begitu banyak ke ruang kerja Garnier.
"Maaf Mbak, tapi bagaimana mungkin saya bisa membawa menu makanan sekian banyak ke ruang kerja Mas Garnier?.
"Mbak masuk saja ke ruang kerja Tuan Garnier. Biar makanannya OB dan security yang mengurus.
"Serius Mbak?
"Iya saya serius."resepsionis itu pun langsung meminta kepada beberapa OB untuk mengangkat menu makanan itu, dari dalam mobil yang disewa Wardah khusus untuk menghantarkan menu makanan itu ke kantor Garnier.
Tok...
Tok...
Tok....
"Masuk," teriak garnier dari dalam ruang kerjanya. Wardah membuka pintu lalu masuk menghampiri Garnier yang masih duduk di kursi kerajaannya.
" Oh iya pembayarannya mau cash apa transfer saja?
"Terserah Mas saja deh.
"Saya TF aja ya,
"Okey mas tidak apa-apa.
Sekali tekan tombol oke, nominal pembayaran menu makanan pesanan Garnier pun sudah masuk ke rekening Wardah.
"Terima kasih Mas, sudah memesan menu makanan di warung pecel lele kami.
"Iya, Aku memang merasa makan Pecal lele milik kamu enak, renyah dan gurih.
__ADS_1
"Oh yaz tidak lagi sibuk kan?
Tidak mas, kebetulan persediaan bahan makanan sudah habis. kamu cepat tutup hari ini.
"Temani saya menghadiri pesta pernikahan teman saya, boleh tidak?
"Tapi mengapa harus Wardah Mas?
"Pengen saja ajak kamu ke pesta pernikahan sahabatku.
"Bagaimana mungkin Mas mengajak Wardah pergi ke pesta orang berkelas seperti teman-teman Mas. Lagian Wardah tidak memiliki baju yang bagus untuk digunakan ke pesta kalangan atas seperti mas.
Garnier mengembangkan senyumnya mendengar kejujuran Wardah.
"Kalau masalah itu, tidak perlu kamu pikirkan. biar itu menjadi urusan saya.
Kamu tidak perlu balik ke warung, seperti yang kamu katakan, kalau hari ini kalian sudah tutup. Bukan?
"Iya Mas,
"Ya sudah kamu tunggu sebentar aku menyelesaikan ini dulu, ucapnya sambil langsung menandatangani beberapa file yang sudah berada di meja kerjanya.
agar mereka segera berlalu menghadiri pesta pernikahan sahabat Garnier.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak
__ADS_1