Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta

Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta
BAB 26. MINGGAT _GPLJC


__ADS_3

Garnier sangat bingung dengan apa yang dikatakan Elips kepada Dia. "Apa maksud kamu jangan mengada-ngada seperti ini, aku tidak suka. Kalau kalian tidak menyukai kedatanganku ke sini. Jangan memfitnah adikku dan ibuku." ucap Garnier seolah tidak percaya karena sebelumnya Garnier sudah memberikan ancaman kepada Rexona untuk tidak mengganggu Wardah lagi.


Elips langsung menatap Garnier dengan tatapan sinis. "Sebelum Mas mengatakan kami memfitnah adik dan mamanya mas, seharusnya Mas bertanya terlebih dahulu kepada adik Mas dan juga nyonya Hermawan." Elips sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, mengingat Nyonya Hermawan dan Rexona tiba tiba saja datang marah marah kepada Wardah.


Garnier terdiam ketika elips mengatakan kalau Nyonya Hermawan dan Rexona datang ke warung pecel lele milik Wardah hanya untuk menghina dan juga emosi terhadap Wardah yang sama sekali tidak mengetahui apa-apa.


Garnier menatap Wardah yang masih diam dan menunduk di sana. "Eh bung kalau tidak diinginkan kehadiran Anda di sini. Seharusnya anda sadar dan langsung pergi dari sini." ucap Fair sambil bangkit berdiri dari tempat duduknya.


"Kalau kau tidak tahu apa-apa, lebih baik kau diam dan jangan pernah ikut campur urusan orang lain. Aku tidak tahu siapa kau, jadi aku tidak ingin kau ikut campur dalam urusanku dengan Wardah." ucap Garnier dengan emosi. lalu ia pergi meninggalkan warung pecel lele milik Wardah.


"Apalagi yang dilakukan Rexona dengan mama kepada Wardah. Ini benar-benar keterlaluan Aku tidak akan tinggal diam. aku heran melihat Rexona yang menaruh dendam kepada Wardah, Padahal semua orang menyukai sikap warga yang baik dan ramah kepada setiap orang. "Mengapa adikku Rexona selalu membencinya?


"Ahhhhk teriak Garnier sambil membanting stir mobil Lamborghini miliknya. Ia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Garnier memasuki gerbang ke rumah mewah berlantai tiga model Mediterania itu. iya keluar dari dalam mobil miliknya.


Masuk ke dalam rumah dengan raut wajah yang tampak memerah karena menahan emosinya. Kali ini Garnier tidak mengatakan apa-apa kepada Nyonya Hermawan dan juga Rexona. Garnier masuk ke dalam kamar miliknya lalu memasukkan beberapa potong pakaiannya ke dalam koper miliknya.

__ADS_1


Ia keluar membawa koper itu, membuat Nyonya Hermawan langsung menghampiri putranya. "Kau mau kemana? tanya Nyonya Hermawan kepada putranya yang sudah membawa cover besar di tangannya.


"Aku ingin pindah dari rumah ini. Aku tidak suka tinggal bersama orang-orang jahat seperti mama dan juga Rexona.


Daripada Garnier merasa berdosa mengetahui segala kesalahan yang kalian lakukan, tetapi Garnier tidak bisa mengingatkan kalian, malah kalian semakin menjadi melakukan kesalahan dan mengintimidasi seseorang.


Sikap mama dan Rexona sama sekali tidak mencerminkan orang berpendidikan dan berkelas. Garnier sangat malu melihat sikap Mama yang seperti kekanak-kanakan, ini karena membela Putri kesayangan Mama ini." ucap Garnier sambil melangkah keluar dari rumah utama keluarga Hermawan.


"Jangan pergi sekali kamu pergi! Mama tidak akan mengizinkan kamu masuk lagi ke rumah ini,Jika kamu berani melangkah kaki minggat dari rumah ini." ancam Nyonya Hermawan kepada Garnier.


Garnier mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Hermawan dengan tatapan sinis. "Terima kasih, aku juga tidak akan Sudi menginjakkan kaki lagi di rumah ini. Rumah ini penuh dengan orang-orang dengki seperti mama dan juga Putri Mama itu."Garnier terus melangkah pergi keluar dari rumah utama keluarga Hermawan.


Hening.....


Tidak ada suara sama sekali membuat Tuan Hermawan sedikit heran melihat suasana tampak hening dan tidak ada berceloteh. biasanya Nyonya Hermawan dan Rexona selalu bercerita panjang lebar di ruang tamu ataupun di ruang keluarga.


"Kenapa rumah ini terlihat sepi?" tanya Tuan Hermawan yang belum mengetahui apa-apa. Tidak ada yang berani berbicara saat Tuan Hermawan sudah membuka suara. Nyonya Hermawan fokus menonton layar televisi yang ada di sana. Sementara Rexona sedikit khawatir Tuan Hermawan akan marah besar ketika mengetahui kalau Garnier sudah pergi dari rumah mereka.

__ADS_1


"Bi....!buatkan saya jus Alpokat." ujar Tuan Hermawan dibalas anggukan dari salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mereka.


"Baik Tuan !" sahut asisten rumah tangga itu sambil berlalu meninggalkan Tuan Hermawan juga Nyonya Hermawan dan Rexona disana.


Untuk menghindari pertanyaan Tuan Hermawan, Rexona memilih pergi dari ruang Keluarga. "Kau mau kemana? tanya Tuan Hermawan ketika Rexona beranjak dari tempat duduknya.


"Mau ke kamar Pi, istirahat." sahut Wardah sambil langsung berlalu meninggalkan Tuan Hermawan disana.


Sementara Nyonya Hermawan masih menonton layar televisi yang ada di ruang keluarga. "Dimana Garnier pagi-pagi seperti ini sudah tidak ada di rumah. Padahal, ini weekend tidak mungkin dia pergi ke kantor" tanya Tuan Hermawan kepada istrinya.


Nyonya Hermawan mengerdikkan bahunya dan mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui Di mana keberadaan Garnier saat ini. Membuat Tuan Hermawan sedikit bingung, dan ia pun meraih ponselnya yang ada di atas meja. Berniat untuk menghubungi Garnier


"Untuk apa pakai menghubungi Garnier, dia sudah dewasa tidak perlu mengkhawatirkan dia. Dia sudah mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk untuknya." ucap Nyonya Hermawan yang sedikit khawatir kalau Garnier memberitahu kepada Tuan Hermawan apa yang sudah mereka lakukan terhadap Wardah.


Padahal sebelumnya Tuan Hermawan sudah memperingatkan Nyonya Hermawan dan juga Rexona untuk tidak melakukan tindakan bodoh yang dapat mencoreng nama baik keluarga besar Hermawan.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2