Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta

Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta
BAB 9. TIDAK SOPAN SANTUN _GPLJC


__ADS_3

"Apa hakmu mengusirku dari sini? kamu saja hanya pelanggan murahan di sini. Kamu tidak tahu siapa saya?bentak Rexona yang mampu membuat pelanggan itu menggelengkan kepala.


" Dasar perempuan tidak tahu sopan santun!" berbicara dimana saja, berteriak-teriak." gumam para pelanggan lainnya karena kesal melihat Rexona yang sudah dari tadi berteriak-teriak mengolok-olok bahkan mencibir ke Wardah, dan menu makanan yang dihidangkan di sana diejek olehnya.


"Maaf Nona Rexona yang terhormat, Kalau Anda datang ke sini hanya untuk mengejek ke warung kuliner milik kami, lebih baik anda pergi dari sini." ucap Oval sambil menyeret Rexona keluar dari warung pecel lele yang selama ini di kelola oleh mereka.


karena sudah sedari tadi ia menahan emosinya, tetapi Rexona semkin menjadi berteriak teriak sesuka hatinya. Rexona memberontak. "Kamu ikut-ikutan ya?" kamu mau ketularan miskinnya sama kamu? Apa kamu mau hidup melarat seperti dia? ucap Rexona kepada Oval berharap Oval meninggalkan Wardah dan tidak ingin berteman dengan Wardah.


Karena Rexona sangat kesal melihat Oval berteman dekat dengan Wardah. Padahal Oval anak orang kaya raya. Tetapi ia masih saja bergaul dengan Wardah yang menurut nya tidak pantas.


"Kalau kamu tidak makan, lebih baik kamu keluar dari sini!" ucap Oval sambil menarik tangan Rexona. Ketiga teman Rexona ikut memberontak dan menarik tangan Oval hingga Oval terjungkal ke lantai. Membuat orang-orang yang ada di sana pun menatap Rexona dengan ketiga temannya dengan tatapan tajam.


"Hei.....,Saya lihat dari tadi kamu mencari masalah di sini. Dasar anak yang tidak tahu etika datang-datang mencari keributan di sini apa kamu tidak lihat orang pada makan di sini?" bengkak salah seorang wanita paruh baya yang sudah gerah mendengar suara teriakan Rexona yang sedari tadi ia tahan emosinya.

__ADS_1


"Kamu pula yang emosi!" kamu tidak tahu ya Siapa saya? Rexona tidak mau kalah Ia pun kembali membentak wanita paruh baya itu.


" lebih baik kalian keluar dari sini!" siapapun kalian saya tidak peduli, saya ingin menikmati makanan yang ada di sini. Jadi tolong jangan usik ketenanganku. makan di sini ." ucap salah satu pria berparas tampan itu kepada Rexona.


Rexona menatap pria itu dengan tatapan seksama."Wow tampan sekali pria itu." gumamnya dalam hati sembari mendekati meja yang ditempati oleh pria yang merasa komplain karena Rexona dan teman-temannya mengundang keributan di sana.


"Hai tampan, sapa Rexona dibalas dengan gelengan kepala dari pria itu. Daripada kamu membuat onar di sini, lebih baik kamu pergi dan nikmati hari-hari yang indah sebelum ajal menjemputmu." ucap pria itu yang mampu membuat Rexona langsung menatapnya dengan tatapan tajam.


Karena ia kesal, pria itu mengucapkan kepada Rexona sebelum ajal menjemputnya seolah-seolah pria itu menyumpahi dirinya agar segera meninggalkan dunia ini.


Pria itu pun meminta kepada Rexona agar segera meninggalkan dirinya. Sebelum wanita itu terlempar keluar. "Keluar dari sini!" atau saya harus melemparkan kamu keluar dengan paksa ." ucap pria itu menghentikan memakan menu makanan yang sudah disediakan oleh Wardah dan teman-temannya.


Akhirnya Rexona dan ketiga temannya pergi meninggalkan warung pecel lele milik Wardah. Karna sudah malu di usir paksa oleh pria itu dan orang orang yang ada disana. Setelah kepergian Rexona Wardah memijat keningnya.

__ADS_1


Karena ia merasa malu, dipermalukan oleh Rexona. Tetapi ia bersyukur banyak pelanggan yang membela dirinya di sana, bukan hanya pelanggan. Oval dan kedua temannya juga warung pecel lele miliknya.


Tiba-tiba suara Deringan ponsel milik Wardah terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponselnya yang tergeletak di meja kasir. Wardah melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya, tidak ada nama yang ada di list kontaknya.


Membuat ia mengerutkan keningnya. Siapa yang menghubungiku jam segini?" gumamnya dalam hati sembari langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada seseorang yang menghubungi dirinya. Yang ia juga tidak mengetahui siapa.


Hallo assalamualaikum dengan warung pecel lele Wardah di sini." Saa Wardah di dalam sambungan telepon selulernya.


"Waalaikumsalam, sahut salah seorang pria yang ada di ujung telepon. "Maaf saya Garnier pemilik jas yang dulu kamu kotori."


"Iya Mas, ada yang bisa saya bantu? ucap Wardah di dalam sambungan telepon selulernya dengan ramah.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2