
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Wardah terbangun dari tidurnya, Ia Melihat jarum jam yang ada di layar ponselnya. jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Membuat dirinya terhenyak. "Astagfirullah, aku telat bangun." gumamnya dalam hati sambil langsung beranjak dari tempat tidurnya.
Wardah berlalu ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Kesehariannya Wardah hidup sendiri di warung pecel lele miliknya. Sesekali Elips menemaninya tidur di sana. Walaupun Wardah hidup sendiri, tetapi ia tetap mempunyai semangat yang begitu luar biasa.
"Astaga, ternyata ini weekend aku berarti tidak ke kampus." gumamnya dalam hati sembari duduk di kursi plastik yang ada di warung pecel lele miliknya. Tiba-tiba Elips datang menghampirinya. "Sudah rapi dan cantik, Memangnya kau mau ke mana?" tanya Elips.
"Aku tidak ingin ke mana-mana, hanya saja aku mengira Kalau hari ini aku masuk ke kampus. Eh ternyata ini weekend." ucap Wardah sambil langsung terkekeh. "Umur masih muda, tapi kau sudah pelupa. Bagaimana jika kau sudah tua nanti?" gerutu Elips yang mampu membuat Wardah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak ada angin tidak ada hujan, Fair melajukan motor ninja miliknya langsung menghentikan motornya tepat di depan warung pecel lele Wardah. "Maaf Mas, tapi warung kami belum buka pagi ini kami mulai beroperasi mulai jam 03.00 sore." ucap Elips menghampiri fair yang memarkirkan motornya di sana.
Memangnya siapa yang ingin makan pagi-pagi seperti ini?
"Aku ingin bertemu dengan Wardah gadis pujaan hatiku." ucap fair mengedipkan matanya sebelah ke arah Wardah. Pagi-pagi saja Mas Fair sudah menggombal Wardah. Bagaimana jika di malam hari? wah itu pasti sangat luar biasa.
__ADS_1
Fair hanya mengembangkan senyumnya menatap Elips dan Wardah secara bergantian."Hai gadis cantik pujaan hatiku." sapa Fair sambil langsung duduk di samping Wardah."Wardah langsung terkekeh mendengar celotehan Fair di sana.
"Mas bercanda melulu, Katakan Apa maksud dan tujuan Mas datang ke sini? tanya Wardah penuh selidik.
"Tujuan hanya satu. menemui kamu dan melihat wajah cantikmu ladies."sahut sambil tetap menatap Wardah dengan tatapan mendalam.
Ketika Wardah dengan Fair sedang asyik bercanda gurau, mobil Lamborghini milik Garnier tiba di sana. Garnier keluar dengan santainya menghampiri Wardah. Ada raut wajah kesal di wajah Garnier, ketika Wardah dan Fair tertawa lepas di sana. Mengingat Fair terus bercanda gurau yang membuat Wardah Elips dan yang lainnya tertawa ngakak.
"Wah lagi asik nih kayaknya." sapa Garnier sambil mendudukkan bokongnya di sisi kiri kanan Wardah. Tumben tumben Mas Garnier pagi-pagi sudah nongol di warung ini." ucap Elips menatap Garnier dengan tatapan penuh tanya.
Aku tidak menyukai itu semua. Jadi tolong jangan sering-sering datang ke sini Mas. kasihan Wardah selalu mendapat ancaman dari Rexona, yang ingin menghancurkan warung pecel lele ini. Dan satu hal lagi, dia tidak akan berhenti mencari masalah di kehidupan Wardah, jika Mas masih sering datang ke sini.
Bukan Kami tidak menyukai Mas datang ke sini, justru kami sangat menyukainya. Karena Mas itu lelaki yang sangat baik, tetapi apa yang harus kami lakukan sekarang? kami juga harus menyelamatkan Warung pecel lele milik Wardah peninggalan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Karena hanya ini satu-satunya mata pencaharian yang dapat menopang kehidupan Wardah dan kehidupan Elips. Di sinilah kami mengais rezeki. Jadi kami tidak ingin kehidupan kami akan terancam jika dekat dengan mas." ucap Elips mewakili Wardah mengungkapkan isi hati Wardah yang sebenarnya.
Karena Wardah tidak sanggup untuk mengungkapkannya langsung kepada Garnier. "Maksud kamu apa? aku tidak paham tanya Garnier penuh selidik. Seharusnya Mas bertanya seperti itu, tidak sama kami. melainkan sama Rexona sendiri dan juga Nyonya Hermawan." ucap elips
Membuat Garnier bingung, tiba-tiba saja Elips mengungkapkan nyonya Hermawan. Padahal selama ini mereka sama sekali tidak mengetahui nama belakang keluarga Hermawan, kalau tidak Nyonya Hermawan datang ke sana untuk menghampiri Wardah.
"Maksud kamu apa, aku bingung dengan semua ini?
"Nyonya Hermawan datang ke sini marah besar kepada Wardah. Bahkan Dia mengancam akan menghancurkan warung pecel lele ini, jika Wardah tidak menjauhi mas." ucap Elips yang mampu membuat Garnier semakin terhenyak.
Jadi tolong tinggalkan tempat ini, jangan pernah datang lagi ke sini. kami tidak mau warung ini hancur hanya karena keluarga mas." ujar Elips membuat Garnier menggelengkan kepalanya. Sementara Wardah hanya tertunduk dan diam tak bicara sepatah kata pun. Begitu juga dengan Fair yang belum memahami apa yang terjadi pun, masih menjadi seorang pendengar Budiman.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓